Lisa sedang berada di sebuah gerai ternama, memilah milih pakaian yang rencananya akan dibawa pulang dari perjalanannya menghadiri undangan sebuah brand fashion di Paris.
Tiga hari sudah ia berlibur di negera berciri khas menara Eiffel ini, sekedar menikmati runway para model dan berkuliner ria tetap membuatnya sangat bahagia bisa berkesempatan datang ke negara sejuta pesona.
Sekarang dia rindu rumah, tepatnya apartemen yang berisi pujaan hatinya. Lelaki itu sempat cemburu karena Lisa diundang bersama dua orang lelaki, rumor yang bermunculan membuat Ten sedikit merasa sedih. Padahal sampai saat ini pun Lisa tidak pernah sekalipun melupakan ayah dari kucing-kucing mereka.
Maka dari itu, Lisa berniat membelikan kekasih menyebalkannya itu oleh-oleh agar berhenti cemburu, tapi setelah berkeliling, ia hanya mendapatkan satu outer dan rok mini, belum menemukan pakaian yang cocok untuk Ten.
Merasa lelah, akhirnya Lisa memilih mengikuti kakinya melangkah. Beberapa menit berlalu hingga ia tak sengaja melihat jejeran pakaian kasual dan olahraga, matanya tertuju pada sebuah oneset berwarna abu-abu dengan aksen kancing di pinggir celananya. It will suits him.
"Excuse me, i think i will take this." Ucap Lisa pada seorang pegawai perempuan berambut pirang yang sedang melipat pakaian. Perempuan itu mengantar Lisa ke kasir hingga selesai melakukan pembayaran.
"Thank you." ucap Lisa ramah dan keluar menuju mobil bersama manajernya. Saatnya menuju bandara untuk kembali ke Korea.
---
"Apa ini?!" Tanya penasaran Ten melihat sebuah kotak hitam di atas kasurnya. Ia baru saja keluar dari kamar mandi.
Lisa memperhatikan Ten yang sedang membuka kotaknya. "Aku membelinya kemarin sepulangnya dari Paris, sepertinya sangat sesuai dengan stylemu."
Ten terkekeh. "Kau begitu mencintaiku bukan sampai jauh kesana pun masih teringat padaku? Aku merasa tersanjung." Ungkap Ten sambil menepuk dadanya. Sebuah pukulan bantal tepat mengenai kepalanya.
"Pakai saja. Banyak bicara." Lisa mengelak, padahal dugaan Ten tepat. Ia hanya malu mengakuinya.
Ten yang mengenakan kaus putih langsung mencoba pakaian yang dibelikan kekasihnya. Memutar badannya dan sedikit bergaya depan cermin, kemudian berbalik menghadap Lisa.
"Babe, look."
Lisa mengangguk yakin. "Yup, as expected. Suits you so well. My tastes? Never gone wrong."
Ten terbahak mendengar penuturan congkak kekasihnya itu. "Thank you so much. I love you." Ucapnya lalu bergerak mendekat, mengecup puncak kepala Lisa yang sedang duduk di tepi kasur.
"I love me too."
"Babe.."
Lisa gemas sekali dengan Ten yang merajuk. "I love you too, jangan sedih lagi. Dijaga baik-baik."
Ten tersenyum lega. "Thank you so much," mengusak rambut Lisa perlahan. "I will, wanna show this cool outfit given by my princess to the world."
"What?" Lisa mendongak, maaf suara Ten begitu pelan, seperti bergumam.
"Never mind. Mau pesen apa buat makan malam hari ini? Thank you gift from me." Tanyanya sembari duduk di hadapan Lisa.
"Hm, can we get malatang?" Tanya Lisa penuh harap.
"Sure. A large delicious malatang will come for you."
---
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Chance
Fanfiction"Different places, different conditions, different feelings". Kyungsoo x Krystal Mark x Ryujin Ten x Lisa Oneshot or twoshot stories, all pairing.
