Celine sekarang sedang ada di di trotoar jalan raya, dia berjalan sambil melamun dan kurang fokus.
Dia melamuni kejadian pada saat ayah nya dipukuli oleh para rentenir berkedok investasi dan ibu nya yang mencoba membantu ayah nya tapi sama-sama dipukul.
Flashback ON
"Mana uang nya. Cepat bayar, kalau tidak rumah ini akan diambil sebagai bayaran nya" rentenir
"Saya mohon. Saya akan membayar nya 3 bulan lagi, saya janji" ayah
"Tidak bisa! Kemarin katanya 1 bulan tapi apa buktinya, sekarang kalian belum membayar" rentenir
"Tolong pak, saya punya uangnya 3 bulan lagi" rentenir
"Halah banyak omong" rentenir
Rentenir itu menendang ayah nya yang langsung jatuh, Ibu nya datang.
"Tolong pak, jangan kasar begitu" dan ibu nya langsung di dorong lalu mereka berdua dipukuli.
"Pak jangan pukuli kami pak. Kami mohon" kata ayah dan ibu nya memohon.
"Kalian tidak mau rumah ini jadi bayarannya?" Rentenir bertanya sambil menunjuk kedua orang tua.
"Iya jangan pak. Jangan jadikan rumah kami sebagai bayarannya pak" kata ayah memohon.
"Kalau begitu serahkan anak kalian. Dia bisa dapat uang di luar sana" kata rentenir sambil menunjuk kepada kedua orang tua itu.
"Jangan anak kami. Jangan jual anak kami, kami bersumpah kami akan membayar" kata ayah nya memohon kepada rentenir.
"Alahh... Banyak alasan kalian ini. Kalau bukan rumah atau anak lantas apa? Nyawa kalian???" Tanya rentenir itu dengan kasar.
"Jangan apa-apain keluarga saya" kata Celine yang langsung keluar dari rumah untuk membantu.
"Hey nak! Kamu ini mau jadi pahlawan kesiangan? Kamu tidak akan bisa bantu orang tua kamu kalau hanya dengan bicara seperti itu!" Bentak rentenir tersebut.
"Kak. Ngapain kamu keluar, ayo masuk aja ya" kata ibu nya menyuruh.
"Nggak mah, ini gak bener. Bapak-bapak ini udh pukulin mamah sama papah. Ini gak boleh!" Kata Celine sambil menangis.
"Kalau memang tidak mau bayar, tidak usah banyak drama. Ayo bawa mereka" kata rentenir itu.
"KAK PERGI SEKARANG! BAWA ADEK KAMU. AYO CEPETAN PERGI!!!" Teriak ibu nya dan Celine hanya bisa menurut karena terdesak oleh keadaan ini.
Celine pun membawa adik laki-laki nya dari kamar lalu berlari kencang ke keluar.
"Kak ada apaan?" Tanya adik laki-lakinya itu.
"Ayo ngikut aja, kita harus pergi" kata Celine dan mereka pun pergi jauh.
Mereka pun sudah jauh dan bahkan mereka sudah sangat jauh dari rumah nya.
"Kak sekarang kita harus kemana?" Tanya adik nya.
"Kita ke rumah paman yuk" ajak Celine.
"Kita naik apa kak? Uang nya ada gitu?" Tanya adiknya dan Celine langsung melihat di saku celananya.
"Ini cukup untuk naik bus. Tapi kita gak bisa beli makanan gpp kan?" Tanya Celine adiknya hanya mengangguk dan mereka pun pergi ke rumah pamannya memakai bus.
Flashback OFF
Celine melamuni itu sampai dia menangis, dia mengingat ibu dan ayah nya. Entah bagaimana kabar nya, sudah 2 tahun berlalu.
Celine dan adik nya dibiayai oleh paman dan bibi nya yang baik.
Sekolah nya pun pindah di kota yang ditempati paman dan juga bibi nya.
Celine pun seperti nya sudah diambang keputusasaan.
Dia diam di tengah jalan dan menunggu mobil menabrak nya tapi.....
"HEYYY AWASS" Ada 2 pria dari kanan dan kiri yang langsung membawa Celine ke trotoar dengan keadaan mereka terjatuh.
"Aduhh..... Mobil nya kok susah di rem. Tunggu itu??? HEYYY" kata orang yang berada di dalam mobil dan susah payah untuk menghentikan mobilnya itu.
Untung saja mobil bisa dihentikan dan Celine sudah lebih dulu diselamatkan.
Orang-orang di sana langsung mendatangi mobil pria tersebut dan mendatangi Celine dan juga 2 pria itu.
Orang-orang turut prihatin dengan keadaan anak muda itu, mereka pun berniat membawa Celine untuk ke rumah sakit, karena pasti Celine terluka.
Tapi pria yang baru saja keluar dari mobil langsung meminta semua orang untuk bubar.
Pria itu pun melihat keadaan Celine, dan ternyata mereka 1 sekolah.
Begitupun dengan 2 pria yang membantu Celine.
KAMU SEDANG MEMBACA
GET LOUD VXW
VampiroY/N "Kamu siapa sebenarnya?" Sungjun "Aku manusia" Y/N "Tapi aku curiga kamu..." Sungjun "Sttt, jangan lain lain" ... Y/N "Kamu kenapa berantem sama Sungjun?" Amaru "Kenapa? kamu gak suka?" Y/N "Aku gak mau kalian berantem terus" Amaru "Aku gak pedu...
