BAGIAN 02 : Broken Heart.

118 17 1
                                        

Author POV

Sehun sudah pulang. Namun bukan Selasa pagi seperti yang dia bilang, melainkan Kamis pagi. Ji-A muak. Tidak habis pikir. Namun dia menahan diri, tidak ingin berdebat dirumah barunya.

"Maafkan aku. Bukankah aku sudah memberimu kabar bahwa aku tidak bisa pulang hari Selasa? Jangan diamkan aku, Lee Ji-A."

Ji-A mungkin terlihat baik-baik saja. Buktinya, dia masih menghidangkan sarapan pagi untuk Sehun. Namun tidak berbicara sepatah katapun, itulah yang menjadi bukti telak bahwa Ji-A tengah marah kepadanya.

Saat ini, Sehun benar-benar terlihat merasa buruk.

"Yeah, memang benar kau memberitahuku. Hanya saja, aku tidak habis pikir, mengapa kau berani berbohong padaku? Kau mengatakan bahwa kau tidak bisa pulang karena keadaan rumah sakit yang kacau. Tapi ternyata, kau pergi berlibur bersama dengan teman-teman mu! Mengapa tidak jujur saja? Bahkan meski aku akan kecewa karena kau lebih memilih untuk menghabiskan waktu luang mu bersama dengan teman-temanmu, kau pasti tahu, pada akhirnya aku akan selalu mengijinkan mu untuk pergi." Ji-A berkata tidak habis pikir.

"Aku tahu. Aku hanya tidak ingin kau merasa seperti itu. Mereka yang memaksa ku untuk ikut. Padahal mereka semua tahu itu adalah hari pertama kita menempati rumah baru. Dan karena itu, aku benar-benar merasa buruk. Lebih memilih pergi bersenang-senang dengan teman-temanku daripada menikmati hari pertama dirumah baru bersamamu. Tapi percayalah, Ji-A, aku sama sekali tidak bersenang-senang disana. Tidak sedetik pun saat disana aku luput untuk mengutuk keputusan egois ku itu."

"Sayang, jangan marah padaku." Sehun berkata memohon. Bahkan Sehun sengaja tidak menyentuh sedikit pun makanan yang telah dihidangkan Ji-A, demi meyakinkan sang istri bahwa dia sungguh menyesali keputusannya tersebut.

"Aku tidak marah, Sehun. Aku hanya kecewa karena kau lebih memilih untuk tidak jujur padaku."

Ji-A meninggalkan Sehun seorang diri dimeja makan dan pergi mengambil jas dokternya di Walk-in-closet. Saat Ji-A telah berpakaian rapih dan siap ingin meninggalkan rumah, Sehun menyusulnya ke halaman depan tempat mobilnya terparkir.

"Setidaknya biarkan aku mengantar mu pergi bekerja?"

Tidak menjawab suaminya dengan perkataan, Ji-A masuk kedalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Sehun mengulas senyum sebelum naik kedalam mobil.

Entah kutukan atau anugerah. Namun memiliki kepekaan dengan tingkat tinggi terkadang membuat Ha Joon merasa tidak nyaman. Karena dapat dengan mudah dia bisa tahu apa yang sedang dirasakan seseorang hanya dengan melihat situasi dan ekspresi.

Buktinya saat ini. Ekspresi wajah Ji-A yang tidak menyenangkan saat keluar dari dalam rumah kemudian disusul dengan suaminya yang menampilkan wajah menyesal, dapat dengan mudah diterjemahkan olehnya.

"Mereka bertengkar."

• • •

Jam makan siang, Ha Joon yang sedang melakukan servis rutin mobilnya di bengkel milik Jinwoo, tengah menimbang-nimbang keputusan. Dia tidak ingin terjebak dalam suasana tidak menyenangkan seperti yang sudah-sudah.

"Ayolah, Ha Joon. Sudah sepuluh tahun kita semua tidak kumpul bersama. Makan malam di kedai sederhana kota tidak akan mengacaukan hari-hari mu setelahnya 'kan?"

"Aku tidak tahu, Jinwoo. Tapi jika aku boleh tahu, ide konyol siapa acara makan malam reuni ini?"

"Aku dan Jaeyong. Dia bilang, meski kalian bertetanggaan, sangat sulit untuknya bertemu denganmu, Ha Joon. Jaeyong hanya ingin kita makan-makan sambil berbincang dan duduk santai, itu saja. Lagipula, ada yang ingin dia sampaikan. Sekalian aku juga ingin memperkenalkan Chaerin dengan yang lainnya. Suzy, contohnya. Kami tahu, hanya kau seorang yang dapat membuat nona muda Lim itu keluar dari jadwal padatnya dengan mudah."

ANACAMPSEROTE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang