AUTHOR POV
Paris, pukul 11 siang.
Jiyeon dan Suzy memilih untuk menetap di hotel bintang lima selama mereka di Paris. Meski memiliki kediaman sendiri yang lebih nyaman daripada hotel ini, Suzy tidak ingin menetap disana. Bagaimanapun, ia khawatir jika ada orang kepercayaan ayahnya yang memata-matai aktifitasnya selama di Paris. Suzy berani bertaruh jika ayahnya pasti selalu mengawasi dirinya.
Park Jiyeon tengah duduk termenung diatas kasur nya, dia sedang menunggu kedatangan Lim Suzy, agaknya dia merasa panik sebab ada salah satu foto kencan palsu Suzy dan Pierre yang menyoroti dirinya.
Kakaknya pasti sudah melihatnya! Mengingat kebiasaan sang kakak yang tak pernah absen dalam membaca berita terkini. Ditambah, kakak nya itu belum ada menghubungi nya sama sekali. Di Korea pasti sudah malam sekarang.
Saat ini Lim Suzy tidak ada di hotel, dia pergi untuk mengevaluasi kembali salah satu hotel miliknya yang di Paris. Jiyeon tidak tahu apa yang akan dia katakan jika nanti kakaknya itu bertanya. Jiyeon tidak pandai berbohong, dia pasti akan ketahuan, karena dia banyak berbicara saat berbohong, dan kakaknya sudah tahu kebiasaan itu! Dia hanya berbohong mengenai hubungan nya dengan Suzy saja selama hidupnya.
Jiyeon memutuskan untuk pergi mandi. Semoga perasaaan nya lebih baik. Setelah selesai mandi, Jiyeon yang hendak berpakaian itu mendengar suara pintu kamarnya di buka. Itu Suzy!
"Hei, kamu tahu berita itu sudah terbit?" Jiyeon segera menghampiri Suzy yang baru datang itu.
"Arra-yo, gwenchana. Biar nanti aku yang akan menjelaskan nya saja." Kata Suzy sambil memegang kedua bahu wanita yang begitu ia cintai ini.
"Tidak usah, biar aku saja. Akan semakin mencurigakan jika kamu yang berbicara." Jawab Jiyeon, masih khawatir.
"Bagaimana jika fotonya kamu suruh hapus?!" Suzy menggeleng akan ide Jiyeon yang menurutnya akan semakin memperumit situasi.
"Tidak, itu ide yang buruk. Jaeyong akan semakin curiga jika aku meminta foto itu untuk di hapus. Bodohnya wartawan itu karena tidak bisa bekerja!" Ujar Suzy agak kesal. Ya, Suzy lah yang menyewa wartawan sendiri untuk menyorot berita kencan nya dengan Jean Pierre.
"Lagipula kita tidak tahu apakah Jaeyong sudah membaca berita itu atau be-"
"Dia pasti sudah membaca nya! Dia tidak pernah melewatkan satu berita pun mengenai keluarga mu, apalagi dirimu. Kamu lupa bahwa kalian bersahabat?" Potong Jiyeon. Ya, meski tidak banyak bicara, diam-diam Jaeyong selalu memperhatikan keadaan sahabat-sahabatnya, takut-takut jika butuh bantuan darinya.
Suzy tersenyum. Bisa-bisanya wanita berwajah serius itu masih dapat tersenyum dalam keadaan yang panik seperti ini, pikir Jiyeon.
Jiyeon memukul pelan pundak Lim Suzy.
"Kenapa tersenyum?!" Tanya Jiyeon.
"Tidak, hanya saja aku hampir lupa bahwa dibalik usianya yang masih muda itu tersimpan jiwa yang sudah tua, ya." Kata Suzy kembali ke mode serius nya.
"Hei, dia kakak ku tahu! Kamu juga sama sepertinya 'kan, tidak pernah melewatkan satu berita penting pun!" Seru Jiyeon cemberut, dia tidak merajuk, hanya merasa lucu saja, ucapan Suzy memang ada benarnya.
"Baiklah kamu benar. Sini, mari kupeluk..." Kata Suzy memeluk tubuh Jiyeon yang masih menggunakan bathrobe itu. Suzy menciumi rambut tergerai Jiyeon yang masih basah.
"Kamu wangi.. aku suka." Kata wanita yang selalu berwajah serius dan berkata formal kepada orang lain ini. Hanya bersama Jiyeon dan Ha Joon dia bersikap apa adanya. Dirinya yang sebenarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANACAMPSEROTE
FanfictionKarakter utama dalam cerita ini terinspirasi dari lagu Fatin Shidqia dengan judul "Memilih Setia" Silahkan baca ringkasan para karakter di bagian "THE CAST (with their little story's) ----- ⚠️Cerita ini mengandung adegan 21+ dan karakter LGBT Tidak...
