Author POV
Ji-A sampai dirumah. Sehun mencercanya dengan banyak pertanyaan. Ji-A lelah dan meminta nya untuk berbicara besok.
"Ye Jun ingin berbicara dengan mu!" Ji-A menoleh kearah suaminya.
"Datanglah besok, aku ingin istirahat sekarang."
***
Jam 07 pagi. Jinwoo terbangun dari tidurnya. Dia berjalan ke dapur, namun alangkah terkejut sekaligus senang ketika ia mendapati istrinya yang tengah memasak.
"Sayang? Kamu bilang besok baru pulang! Kenapa tidak bilang-bilang pulang nya hari ini?" Ujar Jinwoo segera memeluk istrinya yang memakai celemek.
"Kejutan!" Balas Chaerin mengusap rambut berantakan suaminya yang baru bangun tidur.
"Maaf ya aku sering meninggalkan mu lama-lama." Ujar Chaerin mengecup pipi suaminya.
"Hmm.. tidak apa-apa, yang penting sekarang kamu sudah disini, memeluk ku." Balas Jinwoo mendekap tubuh istrinya lebih erat karena rindu yang menggebu.
"Maafkan aku jika belum bisa menjadi istri seperti yang kamu harapkan."
"Hei.. jangan berkata begitu. Aku juga tidak sempurna seperti yang kamu pikirkan. Aku banyak kekurangannya, Chaerin."
"Dirimu sudah lebih dari apa yang aku harapkan kepada Tuhan." Jawab Jinwoo tersenyum dengan sangat hangat nya kepada sang istri.
•
Jinwoo POV
Setelah sarapan, Chaerin mengajakku untuk mandi bersama. Dengan senang hati aku mengiyakan ajakannya.
Membuyarkan perasaan tak enaknya padaku didalam rendaman air yang menenangkan. Demi apapun aku tidak perduli dengan pikiran orang lain mengenai dirimu, Chaerin. Kamu adalah wanita yang aku pilih untuk menjadi partner ku dalam menjalani Lika-liku kehidupan yang penuh kesengsaraan ini. Hanya dengan bersamamu aku bisa merasakan hal lain selain kesedihan.
Aku mengecup pipi istriku dengan kasih sayang.
Kami berendam di dalam bathtub air dengan temperatur normal, aku memeluk tubuhnya dari belakang. Keheningan yang terasa hangat ini membuat ku merasa nyaman.
Chaerin memberitahu ku bahwa dia mendapatkan libur selama 3 hari, aku senang, aku mengajaknya untuk mengunjungi orang tua ku nanti malam, dia mengiyakan dengan senang hati.
Dia berbalik menghadap ku, menyabuni perut dan dadaku sambil senyum-senyum, sepertinya dia juga merindukan momen-momen mesra seperti ini.
"Kenapa?" Tanya ku tersenyum.
"Kenapa apanya?" Dia balik bertanya masih tersenyum.
"Kamu merindukan ku?" Tanyaku.
"Iya, sangat.." Jawabnya, setelah dia memelukku erat. Menggigit kupingku pelan.
"Kau ingin bercinta, sayang?" Dia mengangguk, dengan tatapannya yang berbeda.
Buru-buru aku meraup bibir ranumnya. Dengan tak kalah liar dia membalas lumatanku. Meremas rambut dan tengkuk ku.
"Aku ingin bercinta diatas kasur." Pinta nya pelan dengan nafas terengah-engah, aku mengangguk, tersenyum kesenangan.
••
JI-A POV
Door bell rumah berbunyi, ternyata Sehun. Dia tidak sendiri. Ya, aku telah mengganti pin rumah karena tidak ingin dia bisa keluar masuk tanpa seijin ku. Aku berhak, karena kita sepakat membayar setengah-setengah saat membeli rumah. Karena aku tahu hal seperti ini pasti akan terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANACAMPSEROTE
FanfictionKarakter utama dalam cerita ini terinspirasi dari lagu Fatin Shidqia dengan judul "Memilih Setia" Silahkan baca ringkasan para karakter di bagian "THE CAST (with their little story's) ----- ⚠️Cerita ini mengandung adegan 21+ dan karakter LGBT Tidak...
