BAGIAN 04 : Random but feels warm?

109 12 0
                                        

Seoul, pukul 7 malam.

"Aku minta maaf akan sikapku saat di makan malam reuni." Ungkap Ha Joon kepada Suzy.

Ha Joon dan Suzy tengah mengadakan makan malam bersama di penthouse milik sang CEO muda seraya membahas perkembangan sahamnya yang tertanam di restaurant Italy kepunyaan Ha Joon.

"Aku sungguh tidak mengerti dengan caramu bersikap pada malam itu, Ha Joon. Mengapa kau begitu tidak suka dengan Yoon Sehun? Jangan katakan alasannya padaku kau bersikap seperti itu karena terkait perasaanmu yang belum terselesaikan dengan Ji-A?"

Ha Joon menggeleng ringan seraya terkekeh. Suzy kembali menuangkan red wine kedalam gelas milik Ha Joon yang wajahnya terlihat berantakan.

"Aku tidak perduli dengan siapa Ji-A ingin menghabiskan seluruh hidupnya, selama itu pilihannya sendiri dan dia bahagia. Aku sama sekali tidak akan cemburu."

"Sebisa mungkin aku tidak ingin ikut campur atau perduli. Dan semuanya terasa mudah saat dia tidak ada disekitar ku. Tetapi ketika melihatnya dengan mataku, aku tidak bisa, Suzy. Mustahil rasanya untuk abai." Ada kekhawatiran dari nada bicaranya, hingga Suzy terbawa penasaran ada apa gerangan.

"Memangnya kenapa? Kau ada masalah dengan Yoon Sehun?" Tanya Suzy.

"Lima bulan lalu aku tidak sengaja bertemu dengannya di rumah makan saat aku mengunjungi Bali. Dia tengah menggandeng mesra seorang wanita yang dengan jelas kulihat bukanlah Ji-A."

Cukup terkejut. Tetapi yang Suzy lakukan adalah diam menyimak setiap perkataannya. Meski terkesan cuek, Suzy cukup perduli dengan perasaan Ji-A.

"Aku tidak ingin berasumsi atau apapun. Dan semuanya terlihat cukup normal bagiku jika saja mereka berdua tidak berciuman bibir saat itu. Sehun menyadari keberadaan ku. Dia menghampiri dan berkata dengan santai bahwa dia dan wanita itu hanya bersenang-senang. Menegaskan padaku bahwa apapun yang dia lakukan adalah bukan urusanku untuk ikut campur. Aku mengerti maksudnya adalah untuk tidak pernah memberitahu Ji-A."

"Aku melakukan apa yang dia katakan. Aku menutup mata dan berpura-pura tidak tahu apapun. Kupikir kebersamaan Yoon Sehun dengan wanita itu hanya sampai disana, tetapi salah. Nyonya besar Yoon mengenalkan wanita muda yang kulihat bersama dengan Sehun saat di Indonesia itu sebagai istri baru putra semata wayangnya saat acara jamuan makan keluarga besar Yoon kemarin malam. Didepan Ji-A dan seluruh orang yang ada disana. Dengan bangga."

"Jadi kau diundang makan malam keluarga Yoon?"

"Siapa aku diundang ke acara jamuan mewah keluarga besar Yoon, wahai Nona Lim? Aku berada disana karena mereka memakai jasa restaurant kita sebagai penyaji jamuan makan malam mereka."

"Ji-A tahu kau berada disana?"

"Kurasa tidak. Tetapi aku tahu Yoon Sehun mengetahui keberadaan ku."

"Dan kupikir alasan aku tidak melihat Ji-A berada dirumahnya hari ini adalah karena dia pergi."

• • •

Jeju, pukul 6 pagi.

Membersihkan tubuh dan merapihkan tempat tidurnya, Ji-A ikut menemani sang ibu pergi berbelanja ke pasar kemudian membantu memasak di dapur menyiapkan sarapan. Menjalani rutinitasnya seperti remaja dahulu, agaknya dia rindu menjadi putri kecil ibunya.

"Ibu senang ditemani kemana-mana saat melakukan rutinitas pagi hari bersamamu."

"Aku juga. Aku rindu menjadi putri sulung yang manja."

ANACAMPSEROTE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang