KEZIA GRETHANIA SAGANTARA, seorang pianis muda yang cantik dan pintar. Berasal dari keluarga yang harmonis dan juga berada, membuatnya selama ini mengira hidupnya berjalan dengan baik, tanpa ada masalah apapun. Namun, ternyata apa yang Kezia kira se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••
Pagi akhirnya tiba.
Suasana pagi ini di Puncak bisa dikatakan lebih cerah dibandingkan kemarin. Terdapat juga sisa-sisa air hujan di halaman akibat hujan deras semalam.
Saat ini Kezia bersama yang lainnya sudah duduk bersama di ruang tamu untuk menjalani kegiatan pagi mereka yaitu jalan-jalan pagi. Kezia bersama Aurel terlihat sedang memakai sepatu, sedangkan Jessie dan Dilla pergi ke dapur untuk menyiapkan beberapa botol air.
Gastan terus memperhatikan gerak-gerik Kezia yang sedang memakai sepatu. Setelah cewek itu selesai dengan kegiatannya, tanpa sengaja pandangan mereka bertemu. Tapi dengan cepat Kezia langsung memalingkan wajahnya membuat Gastan terkekeh pelan dan teringat kejadian tadi malam.
Flashback on
Bunyi petir terus saja memenuhi malam itu membuat Kezia tanpa sadar berjalan sedikit berhimpitan dengan Gastan. Belum saja mereka sampai di pintu utama vila, petir kembali berbunyi.
JEDAR
Kezia tersentak begitu mendengar suara gemuruh petir yang jauh lebih keras. Tangan cewek itu lantas langsung memegang lengan Gastan yang berada di sebelah kanannya.
"Nggak usah takut. Cuma suara petir," ucap Gastan.
"Harusnya itu lo benerin pintu kamar mandi atas. Jadi gue nggak perlu keluar gini sama ketakutan dengar petir terus!" gerutu Kezia.
"Gue lupa."
Kezia hanya membalas dengan decihan.
BRAK
PRANG
"ASTAGA!!"
Terdengar suara barang berjatuhan secara tiba-tiba membuat Kezia berteriak keras tanpa sengaja. Cewek itu semakin memegang erat lengan Gastan karena merasa sangat terkejut.
"Nggak apa-apa, Kez. Cuma suara barang-barang jatuh," jelas Gastan.