"Ini lebih baik daripada kau terus berada di tempat yang seharusnya kau tidak sendirian, tapi kau merasa hanya kau yang berada disana."
.
.
.
Author POV
"Apartemen mu nomor 222, apartemen ku nomor 223. Senang bertetangga dengan mu." Ujar Kai dengan seringai kecilnya.
"APAA?!" Kaget Seoji. Mata yang tadi layu sekarang berubah menjadi terbuka lebar.
"Ini awal yang bagus bukan. Kau bisa menyambutku sebagai tetangga baru mu dengan mempersilahkan ku masuk ke rumahmu dan---"
BRAK
Seoji menutup pintu apartemen dengan sedikit kencang, membuat Kai tidak sempat menghabiskan kata katanya. Kai hanya diam mendengus kecil.
"Baik.. baik... istirahat lah. Aku tidak akan mengganggu mu, Nona Kang." Ucap Kai dengan wajah yang sedikit kecewa.
"Untuk selamanya aku tinggal disini juga tidak apa apa." Gumam Kai disela sela terakhirnya sebelum membuka pintu apartemen nya dan mengangkat kopernya untuk dibawa masuk ke dalam.
***
Kai membawa masuk kopernya. Ia melihat sekeliling apartemen nya.
"Sempurna." Gumam Kai sembari melihat lihat apartemennya.
Ini sangat sangat cukup untuk dirinya sendiri.
"Setidaknya aku masih punya tabungan untuk ini." Gumam nya lagi. Ia berlalu menuju kamarnya. Ia menghempaskan tubuh nya di atas kasur nya.
Ini lebih baik daripada di rumah. Itulah yang ada dipikiran Kai. Lagi pula, dirumah ia merasa sendirian.
Disini ia juga sendirian, tapi ini lebih baik. Karena kenyataannya kalau di apartemen, Kai jauh dari orangtua dan tidak dapat bertemu. ITU KENYATAAN YANG PASTI DAN IA TIDAK MENDAPAT WAKTU BERSAMA KELUARGA KARENA BERBEDA TEMPAT TINGGAL.
Daripada terus berada ditempat yang seharusnya ada sebuah keluarga namun kau tidak mendapatkan apa apa disana.
Itu menyakitkan.
Kai memejamkan matanya sebentar lalu membukanya lagi. Ia bangun dan berjalan menuju balkon. Ia mengedarkan pandangannya melihat pemandangan kota Seoul saat malam hari.
"AAAAAA!!!"
Suara jeritan seseorang mengagetkan Kai. Ia menengok ke asal suara dan mendapati Kang Seoji yang bertetangga dengannya keluar ke balkon dengan wajah takutnya.
"Kenapa kau berteriak?! Itu mengganggu tau." Omel Kai.
Seoji menoleh ke arah Kai. Mereka sama sama berada di balkon saat ini. Karena apartemen mereka persis bersebelahan, otomatis balkon juga bersebelahan.
Seoji melangkah dan melihat lihat apartemen Kai dari balkon nya.
"Sedang apa kau lihat lihat rumah ku?" Tanya Kai heran.
Seoji mengabaikan Kai. Ia kembali mengedarkan matanya ke seluruh penjuru apartemen dari balkon.
"Bukankah ini mati lampu? Tapi kenapa hanya apartemen ku saja yang mati lampu?" Bingung Seoji.
Kai ikut melihat penjuru apartemen. Benar. Semua lampu menyala. Kecuali apartemen Seoji.
"Kau belum bayar sewa ya?" Ucap Kai dengan senyum jahil.
"Enak saja. Kemarin aku baru bayar sewa." Elak Seoji.
Seoji mengeluarkan ponsel dari saku celananya menekan beberapa tombol disana dan menempel kan ponsel di telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Mind
FanfictionSaat Kai dan Kris berumur 4 tahun, mereka menjadi saudara angkat. Keakuran dan keharmonisan kakak beradik ini sangat terlihat pada masa itu. Tapi setelah mereka beranjak remaja, sebuah insiden menimpa keluarga mereka dan dari insiden itu lah, Kai me...
