Author POV
"Dia tidak mau makan bersamamu." Ujar seseorang itu. Seoji terkejut melihat siapa yang datang. Jantungnya benar benar terpacu saat ini.
"Kau lagi.." ucap Kai. Ia melihat Kris dengan malas.
"Dia bisa makan bersamaku." Ucap Kris. Ia meraih lengan Seoji namun lengan satunya lagi ditahan oleh Kai.
"Kau bisa lihat. Tidak ada meja kosong lagi." Ucap Kai.
Seoji yang sedari tadi tidak berkutik karena jantungnya berdetak tidak karuan akibat ulah Kris hanya bisa diam dan sesekali mendengus saat Kai menahan lengannya.be
"Kau bisa lihat. Di sebelah kanan mu, ada meja kosong disana." Ujar Kris sembari menunjuk arah yang dimaksud dan tersenyum meremehkan.
Kris segera menuntun Seoji untuk ikut bersamanya. Dan Kai.. Ia diam dan melihat dua orang itu menjauh dari hadapannya. Ia duduk dan melihat makan siangnya. Masih utuh.
Ia meraih sendoknya dan berniat untuk makan. Tapi nafsu makannya hilang saat melihat Kris dan Seoji di sebelah sana. Kai mendengus kasar.
TRING
Ia melempar sendok yang ia pegang dengan asal dan mengakibatkan suara nyaring akibat lemparan sendok itu timbul di meja Kai dan Kai segera meninggalkan cafeteria.
***
"Makanlah." Ujar Kris tenang. Ia mulai memakan makanannya tanpa melihat lawan bicaranya yang sedang berada dalam satu meja dengannya.
"Oh?" Seoji tersadar atas lamunannya. Ia masih tidak menyangka apa yang dilakukan Kris tadi. Ia mulai menyendokan sup untuk ia santap.
Untuk makan siang kali ini sepertinya Seoji tidak terlalu bernafsu untuk menyantap makanannya. Ia terlalu gugup saat ini. Memegang sendok pun ia seperti gemetar.
Sesekali ia menatap Kris lalu mengalihkannya sebelum memakan sup. Kris yang masih diam tak berkutik dengan makanannya itu merasa kalau gadis dihadapannya ini pasti salah tingkah. Kris menghentikan gerakan sendoknya dan meletakannya di meja.
"Kenapa? Tidak lapar?" Ujar Kris dengan wajah cool nya.
"Kau sendiri kenapa berhenti makan?" Tanya Seoji. Ia menepis jauh jauh perasaan gugupnya.
"Aku sudah makan roti isi di lapangan setelah bermain basket tadi . Kau tidak tau?" Ujar Kris. Terukir sebuah senyum kecil di wajah tampan Kris.
"Maksudmu?" Dahi Seoji mengerut pertanda ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Kris.
"Bukan kah setiap aku bermain basket kau selalu melihat ku dari balkon kelasmu? Seharusnya kau tau." Ujar Kris santai.
DEG
Seoji terdiam.
TBC
HAII... maaf ya chapter ini pendek.
Selanjutnya kayaknya bakal panjang heehe.
Jangan lupa vote dan comment nya ya!^^
Thanks...
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Mind
FanfictionSaat Kai dan Kris berumur 4 tahun, mereka menjadi saudara angkat. Keakuran dan keharmonisan kakak beradik ini sangat terlihat pada masa itu. Tapi setelah mereka beranjak remaja, sebuah insiden menimpa keluarga mereka dan dari insiden itu lah, Kai me...
