Tragedy

1.8K 127 20
                                        

Author POV

-Flashback-

"Kemana mereka? Kenapa belum pulang juga? Setauku, jam pulang les musik Kai kan sudah berakhir dari dua jam lalu. Lagipula, ini kan hari ulang tahunku..." keluh anak itu dengan raut kecewa.

Bagaimana tidak? Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dan hari ini keluarga mereka akan merayakan ulang tahunnya di rumah dengan sederhana. Walaupun tempat tinggal mereka jauh di atas kata sederhana.

Anak laki laki itu hanya bisa duduk menunggu di meja makan dengan kue ulang tahun di atas meja itu. Sang Ayah hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan merasa perasaan cemas yang sama.

"Kita telfon mereka saja bagaimana?" Ucap ayah berusaha membuat anak itu tersenyum lagi. Anak itu mengangguk antusias.

Ayah mengambil ponsel nya yang berada di atas meja dan meletakannya di samping telinga. Anak laki laki yang duduk disampingnya melihatnya dengan antusias.

Tapi sepertinya mereka tidak bisa menghubungi orang yang dituju. Sambungan tiba tiba terputus begitu saja dan ternyata disebabkan oleh sinyal yang minim.

"Kirim pesan saja ya." Ujar ayah dengan senyumnya kepada anak yang sudah beraut wajah cemas.

Ayah pun mengetik pesan untuk dua orang yang berada di sana. Dengan cepat, pesan itu terkirim tanpa halangan sinyal yang sedang minim saat ini.

"Mereka pasti akan segera pulang dan merayakan ulang tahunmu. Kalau kau bosan menunggu, kau bisa langsung meniup lilin dan memakan kue ulang tahunmu." Ujar ayah dengan nada bicara yang menghangatkan.

"Aku ingin mereka juga ada disampingku saat aku membuat permohonan." Anak itu menunduk. Ia bahkan tidak berselera melihat kue dihaapannya.

KRING KRING KRING

Ponsel yang mempunyai nada dering seperti telpon rumah itu pun berbunyi.

"Itu pasti mereka!" Teriak anak itu dengan semangat saat mendengar ponsel ayah nya berbunyi.

Sang ayah juga mengira bahwa telpon itu tidak lain tidak bukan adalah dari orang yang mereka tunggu tunggu. Namun dahi ayah mengerut saat melihat nomor yang tertera di layar ponselnya adalah nomor tidak dikenal.

"Hallo."

".........."

Mata nya membulat mendengar apa yang dikatakan orang disebrang sana. Mulutnya tidak bisa berkata apa apa untuk sekedar merespon si penelpon.

".........."

PRANG!

Ponsel dengan harga selangit itu lolos begitu saja dari tangannya dan bertemu dengan dingin nya lantai rumah yang sunyi.

***

Rumah Sakit Seoul- 5 November 19:24-

Roda kecil itu terus berjalan dengan cepat membawa seseorang yang berada di atas kasur yang dijangganya. Langkah para ahli medis mengiringi roda yang terus berputar menuju ruang operasi.

Orang orang yang berlalu lalang di rumah sakit ini seakan memfokuskan pandangan mereka kepada dua korban yang baru memasuki rumah sakit ini. Keadaannya korban ini yang mengundang perhatian mereka dan terus menatap korban sampai pintu ruang operasi terbuka untuk korban tersebut.

Siapa pun yang melihat, pasti akan berpikiran bahwa kondisi korban ini sangat sangat mengerikan dan parah.

Dua kasur beroda tersebut serempak berdampingan memasuki ruang operasi dan membawa dua orang yang berlumuran darah itu untuk dibawa ke bawah sinar menyilaukan lampu operasi.

Never MindTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang