Cyra menatap punggung ayahnya dengan wajah menahan tangis. Melangkah dengan tergesa-gesa lalu memeluk ayahnya begitu erat.
"Loh udah pulang?" Tanya Ayah sambil mengelus kepala putri satu-satunya itu. "Ke dalam yuk, Kak. Di sini dingin udah malam."
Perempuan itu menggeleng semakin mengeratkan pelukannya pada sang Ayah. "Aku mau nikah!" Tegas Cyra.
Lelaki setengah abad itu menepuk kepala Cyra pelan. "Kan, emang mau nikah."
Cyra mendongak, menatap bola mata berwarna cokelat terang. "Besok!" Keukeuh Cyra.
Ayah memeluk Cyra dengan tawa yang ia tahan, takut menyingung putrinya yang sedang mode merajuk. Pasti sebelum ke sini ada hal yang membuat Cyra seperti ini.
"Ada apa kak? Kok, tiba-tiba bilang mau nikah besok?" Tanya Ayah dengan hati-hati.
"Abimanyu jadi tetangga Cyra." Adunya. Mata sipit Cyra berkaca-kaca, suaranya mendadak lirih. "Aku gak suka ketemu Abi. Ayah!"
"Tapi apa harus menikah besok?"
"Ish gak besok banget. Maksud aku tuh dipercepat lah." Perempuan itu duduk pada kursi kayu berwarna putih. "Di luar topik kok aku baru ke sini sekarang ya. Bagus banget."
_____
CERITA SELENGKAPNYA BISA KALIAN DAPATKAN DENGAN MEMBELI VERSI EBOOK.
Keuntungan membeli versi Ebook:
1. Minim Typo dan lebih enak di baca.
2. Beberapa bab tambahan yang tidak ada di Versi WP.
3. Beberapa revisi alur dan memiliki ekstra part.
4. Memberikan semangat pada Author hehe.
Harga Asli : 50.000 full bab
Harga promo : 25.000 full bab (Ebook akan di dapatkan di akhir bulan) selama itu promo berlangsung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetangga Tapi Nikah (END)
SpiritualBELUM DI REVISI. Kisah ini berawal dari seorang Bunda yang menginginkan putrinya yang sudah menginjak usia 20 tahun bisa mengaji. Kehadiran Ilham kembali setelah empat tahun menamatkan pendidikannya di luar kota, membuat Bunda memaksa Cyra mengikuti...
