Adillah's Side
Daun-daun bergoyang tertiup angin semilir. Tangkainya ikut bergoyang mengikuti arah angin. Cahaya terik menerobos di antara celah-celah kecil dedaunan.
Aku menatap ke atas dalam posisi terlentang. Menikmati angin yang menyapa tubuhku dengan lembut. Beberapa kali aku mengikuti alunan lagu yang terdengar dari earphone. List lagu jazz dan pop dengan berbagai macam judul sudah selesai ku dengarkan.
Aku memejamkan mataku sejenak, lalu langsung beranjak dari posisiku. Kubersihkan daun-daun yang menempel pada seragamku. Kemeja putih dengan rok hitam kotak-kotak selutut. Dasi panjang berwarna hitam juga menjadi pelengkapnya.
Kulepas earphone yang bertengger ditelingaku dan berjalan memasuki gedung sekolah. Gedung yang sudah hampir 3 tahun ini selalu menjadi tempat jamahan setiap hari. Menghabiskan hari terang dalam duniaku bersama dengan teman-teman. Yah.. setidaknya aku selalu menganggap mereka sebagai temanku.
-----
Aku adalah seorang siswi sekolah menengah atas di Bandar Lampung. Namaku adalah Adillah Rahmadani. Orang-orang biasa memanggilku Didil. Aku bukanlah siswi yang perfect. Aku tidak terlalu pintar, tetapi otakku bisa dikatakan di atas rata-rata. Aku selalu bisa mendapat peringkat 3 besar setiap semester.
Aku punya kelebihan lain dalam bakatku, aku bukan anak yang tomboi. Tapi aku adalah seorang atlit taekwondo Nasional!! Memang bukan yang paling hebat. Tapi setidaknya aku bisa mengalahkan lawan-lawanku dalam matras.
Bakatku yang lain adalah suaraku. Aku sangat bersyukur dengan suara yang aku miliki. Aku biasa menciptakan sebuah lagu dengan modal suara dan sebuah gitar. Menyenangkan saat bisa bernyanyi dengan lagu yang dibuat oleh diri sendiri.
Bagaimana dengan keluargaku? Mereka bukan orang yang sangat kaya, hanya orang-orang yang berkecukupan. Ibuku sudah lama meninggal. Dan ayahku adalah seorang pembisnis yang cukup sukses. Menjadi anak tunggal seorang pembisnis memang menyenangkan, tapi ada juga hal yang sangat aku benci dalam bisnis. Terkadang ada politik KKN yang dilakukan anak buah ayahku. Anak ingusan sepertiku pasti belum tau sepenuhnya tentang hal-hal seperti itu.
Jika masalah teman, tentu aku punya. Sangat banyak malah orang yang mencoba berteman denganku. Tapi ada dua teman masa kecil yang selalu bersama denganku. Mereka adalah Rian Anggara dan Desta Liani. Kami selalu satu sekolah sejak TK sampai SMA.
Sudah cukup perkenalan diriku pada kalian. Lebih baik langsung masuk ke cerita deh yaa.
Aku membuka sebuah buku kecil di dalam saku. Ada beberapa catatan singkat di sana. Segala macam hal yang harus aku kerjakan akan ada dalam catatan itu. Karena aku mempunyai short memory. Aku akan sangat sulit mengingat hal-hal yang baru aku lihat, terutama nama dan wajah orang. Tapi tidak dengan pelajaran.
Kelas ini terasa sangat berisik. Setiap orang selalu punya pekerjaan masing-masing. Ada yang sibuk bergosip, mengerjakan soal (maklum, mau ujian), bermain handphone, dan masih banyak lagi.
Di sampingku, Deksa dan Rian asyik mengobrol dan tertawa bersama. Sesekali Rian melirik padaku dan kemudian melanjutkan candaannya dengan Deksa.
"Dil, kok diem aja?" Setelah mereka berdua kehabisan bahan, Rian langsung mencolek bahuku. Membuatku reflek menoleh. Aku hanya tersenyum dan menggeleng pelan padanya. Lalu kembali menggeluti catatanku. Berharap aku bisa mengingat semua yang tertulis di sana.
"Lagi ngapain sih Dil. Kok serius banget sama buku itu?" Kali ini wajah Rian sudah berada tepat di sampingku. Dia ikut menelusuri buku catatanku dengan mata coklatnya. Aku hanya menghembuskan nafas pelan lalu menutup buku itu.
"Cuma nginget-nginget beberapa hal kok. Lagian kalian juga udah biasa kan liat gue kayak gini?"
"Hehe, iya deh Dil. Walaupun udah biasa juga, gue sama Deksa tetep heran sama lo. Lo pinter tapi cuma di pelajaran doang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Traitor in My Life
TeenfikceAdillah, Rian dan Deksa adalah 3 sahabat yang sangat dekat. Banyak peristiwa yang mereka lalui bersama. Banyak hambatan dan halangan dalam persahabatan mereka, bahkan sampai masalah cinta. Ada juga Gerry, orang yang masuk dalam kehidupan persahabat...
