2. zahratul mufidah

15 3 1
                                        

Zahratul mufidah, seorang perempuan yang hidupnya seorang diri tanpa ada kedua orang tuanya. Zahra yang sejak kecil umur 5 tahun ia tidak pernah merasakan kehangatan sebuah keluarga dia hanya bisa merasakan kehangatan sebuah kasih sayang kedua orang tuanya, karena ia tak tau siapa orang tuanya, namun ia masih bersyukur karena ada ibu panti yang begitu menyayanginya serta merawatnya selama ini dengan penuh cinta.

Zahra terkenal perempuan sholehah, dan ia juga mempunyai sifat lemah lembut dan sifatnya yang lemah lembut itu banyak kaum adam yang mengagumi dirinya.

.

.

.

.

Zahra tengah melangkahkan kakinya menuju kelasnya, ia baru saja keluar dari ruang guru. Zahra terus melangkahkan kakinya hingga sebuah bola mengarah kepadanya ia belum sempat menghindar bola itu sudah mengenai kepalanya, dan ia pun jatuh pingsan setelah bola mengenai dirinya.

5 menit sudah ia tidak sadarkan diri, kini ia sudah sadar dan ia juga sudah makan yang entah siapa yang membawa makanan itu dia hanya tau murid lain yang membawanya kesini namun perempuan yang menolongnya tidak mengatakan siapa yang membelikan makanan untuknya.

"Nah kamu kan sudah siuman dan kamu juga sudah makan, aku pamit pergi kekelas"ucap perempuan itu.

"Iya, sekali lagi makasi ya"ucap Zahra sambil tersenyum.

"Iya sama-sama, yaudah aku pamit dulu Assalamualaikum"ucap perempuan itu lalu ia pun pergi setelah Zahra membalas salamnya.

"Huuf aku akan kembali kekelas saja, toh sudah gak begitu pusing"ucap Zahra.

Zahra pun pergi kekelasnya, meskipun kepalanya masih sedikit pusing akibat hantaman bola yang mengenai nya tadi.

Ia terus menelusuri setiap lorong sekolah hingga ia sampai di kelasnya 11 IPA 1. Ia memasukki kelas itu, didalam dikelas itu begitu ramai, sepertinya lagi jamkos. Lebih tepatnya sih gak ada guru yang mengajar.

Zahra duduk di bangkunya, kepalanya pun ia benamkan dalam lipatan tangannya karena agak pusing. Tak lama sstelah ia membenamkan kepalanya, tiba-tiba temannya berbicara padanya.

"Ra kamu kenapa, lagi sakit ya?"ucap Cici

"Gak"ucap Zahra dengan singkat.

"Kalau lagi sakit mending ke UKS aja"ucap Cici

"Ci aku itu gak apa-apa, udah ya jangan ganggu"ucap Zahra lalu ia mencoba menutup matanya namun lagi dan lagi Cici selalu memberi pertanyaan kepadanya alhasil ia tidak bisa mengistirahatkan kepalanya yang sudah sakit sedari tadi.

15 menit sudah gadis bernama Cici itu tidak berhenti bertanya hingga membuat Zahra geram, namun ia mencoba untuk bersabar ia terus mendengar pertanyaan Cici dan ia pun menjawab pertanyaannya.

"Sudah ya Ci jangan bertanya lagi, kepala ku sakit nih kalau denger ocehan mu"ucap Zahra

Cici mengerucutkan bibirnya, Zahra yang melihat itu hanya bisa menatapnya dengan kepalanya yang masih diatas mejanya.

"Ci maaf ya tadi itu memang aku lagi gak mood buat ngomong, maaf ya"ucap Zahra yang masih diposisi sama.

"Iya iya, tapi bagaimana bisa kepalamu sakit. Perasaan tadi kamu sehat-sehat aja tuh?"ucap Cici.

Sungguh pertanyaan yang begitu konyol, membuat zahra gemas sendiri dengan temannya itu.

"Hmm tadi kena bola makannya pusing"ucap Cici

"Yasudah kalo gitu, kamu tidur aja biar agak mendingan nanti"ucap Cici

Zahra menganggukkan kepalanya.




Makasih yang sudah baca, maaf jika ada salah kata dalam penulisannya.

Jangan lupa vote, komen dan follow.

Publish
1 maret 2022

Pelengkap DirikuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang