10. pergi kerumah panti 2

4 2 0
                                        

Alwi menjalankan motornya menuju kesekolah, hari ini ada jadwal latihan. Ya Alwi hari ini disibukkan dengan latihan tapi ia bisa menghandel antara latihan dan pelajarannya.

Sampai di sekolah Alwi memarkirkan motornya, semua menatapnya penuh kagum saat Alwi membuka helmnya.

Zahra yang baru sampai di sekolah, melihat para siswi memperhatikan Alwi yang sedang merapikan rambutnya.

'Apa yang dilihat dari laki-laki itu, ganteng? Ah lebih ganteng artis korea dari pada dia.' Batin Zahra

Zahra berjalan melewati kerumunan siswi menuju ke kekelasnya.

Alwi yang melihat Zahra sedang berjalan melewati kerumunan siswi pun hanya bisa tersenyum tipis, ia berjalan pergi menuju kekelasnya terlebih dahulu setelah itu ia pergi ke lapangan.

"Gusy kita akan bertanding besok, dan kalian harus mempersiapkan diri kalian untuk pertandingan besok. Jadi bapak harap kalian jaga diri baik-baik jangan sampai sakit karena itu akan memengaruhi permainan kalian nanti"ucap Pak Taji.

"Iya pak"ucap mereka semua.

"Ok kita mulai latihannya"ucap Pak Taji.

Alwi bermain dengan cukup baik, pantas ia di pilih sebegai kapten basket oleh Pak Taji.

Setelah latihan Alwi pergi kekantin untuk membeli minum, namun sebelum ia sampai kekantin para siswi mengerumuninya dengan membawa botol berisi air putih dan handuk ditangan mereka.

"Alwi ambil minuman ku, ini spesial untuk mu"ucap salah satu siswi sambil menyerahkan botol berisi air putih kepada Alwi.

Alwi sampai jengah mendengar ucapan para siswi yang berebutan kasih minum kepadanya, hingga matanya tak sengaja melihat Zahra yang sedang berjalan sambil memegang botol minum.

Alwi menghampiri gadis itu membiarkan para siswi bedecak kesal karena diabaikan olehnya.

"Saya minta minumnya"ucap Alwi dan tanpa mendengar pertujuan dari sang pemilik botol minum, Alwi mengambil botol minum itu dan meminumnya hingga tersisa setengah.

Zahra melihat botol minumnya tinggal setengah dengan sengaja ia menginjak kaki Alwi membuat sang empuhnya meringis kesakitan.

"Itu akibatnya kamu meminum minuman ku hingga habis"ucap Zahra dan pergi dari sana meninggalkan Alwi yang kesal akibat kakinya diinjak olehnya.

"Ck, dia bukan hanya ngeselin tapi sadis. Ah kaki ku jadi korban, huhuhu kasihan sekali kau wahai kaki"gumamnya sambil melihat kakinya yang sakit itu.

***

Sepulang sekolah, Alwi segera mengendarai motornya menuju kerumahnya. Sesampai dirumah mama memintanya untuk berganti pakaian segera, katanya mereka akan bertemu dengan seseorang. Awalnya Alwi tidak mau namun karena tatapan tajam sang mama membuatnya mau tak mau harus menuruti kemauan sang mama.

Kini keluarga Adelia berada di panti tempat dimana mereka akan bertemu dengan calon menantunya, Alwi yang baru keluar dari mobil terkejut saat ia melihat tempat dimana mamanya akan bertemu dengan orang itu.

Alwi menatap mamanya. "Ma kenapa ke panti, bukannya mama ingin bertemu dengan seseorang."

Adelia tersenyum kearahnya tanpa mengatakan apapun Adelia dan Abidin masuk terlebih dahulu dan disusul oleh Zulaikha sementara Alwi ia tidak ikut masuk bukan apa-apa tapi dia malas saja harus bertemu dengan Zahra.

Alwi ingin masuk kedalam mobil namun ia terhenti saat ia melihat Zahra yang baru kembali entah kemana gadis itu.

"Kamu, ngapain disini"ucap Zahra.

Alwi tidak menjawab ia segera masuk kedalam mobil namun lagi-lagi terhenti saat mamanya memanggilnya bukan hanya dia Zahra juga di panggil oleh mamanya.

Alwi masuk kedalam rumah panti dengan lesuh sementara Zahra ia mengikutinya dari belakang.



















Makasih yang sudah baca, maaf jika ada salah kata dalam penulisannya.

Jangan lupa vote dan komen ya.

Pelengkap DirikuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang