Bel pulang berbunyi Alwi keluar dari kelasnya menuju keparkiran. Sesampai di parkiran Alwi langsung naik ke motornya dan menjalankan motornya menuju kerumahnya.
Di perjalanan ia melihat Zahra yang sedang berjalan kaki menuju ke panti, ia berhenti tepat di samping Zahra berdiri saat ini.
Zahra menoleh kearah kanan, matanya menyipit bingung.
"Kenapa kamu berhenti disini?"ucap Zahra.
"Naiklah"ucap Alwi.
"Dih malah nyuruh naik, eh kita itu bukan mahrom gak pantas seorang laki-laki berboncengan dengan perempuan"ucap Zahra.
"Oh gitu"ucap Alwi dan kembali menjalankan motornya dan itu membuat Zahra kesal.
"Ih, gak ada sopan-sopannya main pergi gitu aja. Gak salam, gak apa, nyebelin banget sih"gerutuhnya.
Alwi yang melihat wajah kesalnya Zahra di kaca spion tersenyum. "Lucu"ucapnya tanpa sadar.
Alwi terus menjalankan motornya hingga ia sampai dirumahnya dan masih dalam keadaan tersenyum.
"Alwi kenapa kamu senyum-senyum begitu"ucap sang mama yang bingung melihat putranya sedang tersenyum.
"Tadi ada orang lucu banget ma, makannya Alwi tersenyum"ucap Alwi.
"Siapa yang lucu"
"Zahra ma"ucap Alwi sempontan.
"Zahra?"
"Eh emm maksudnya, emm aku kekamar dulu ya"ucapnya dan segera berlalu dari sana.
Sang mama menatap kepergian Alwi dengan senyuman yang sulit diartikan.
"Haduuh bisa-bisanya aku nyebut nama Zahra didepan mama, pasti mama berfikir yang bukan-bukan lagi. Aish kau ini Alwi"gerutuhnya saat sampai di kamarnya.
Di tempat lain Zahra sesampai di rumah panti Zahra bergegas membersihkan badannya dan berganti pakaian, lalu ia membantu ibu panti untuk menyiapkan makanan.
Selesai membantu ibu panti Zahra bersih-bersih di taman, ia sendiri di karenakan teman-teman panti pergi entah kemana Zahra pun tidak tau.
Selepas membersihkan taman, Zahra pun langsung pergi menuju kamar nya untuk mengistirahatkan dirinya mumpung teman temannya masih pergi.
Menjelang magrib teman teman nya yaitu anak anak panti sudah pulang ke rumah, bertepatan dengan itu ia juga selesai mandi dan berganti baju.
Kini ia menuju dapur untuk membantu ibu panti memasak.
"Masak apa umi?" Tanya nya kepada ibu panti.
"Masak sop dan menggoreng tempe sama tahu"ucap ibu panti.
Zahra menganggukkan kepalanya, lalu ia membantu ibu panti menggoreng tempe dan tahu.
Selesai memasak ia menghidangkan makannya, Zahra, ibu panti beserta teman-teman panti pun memakanan makanan yang telah di hidangkan.
Sedangkan di tempat lain pula, Alwi yang sedang makan pun tersedak saat mamanya mempertanyakan perihal tadi sore.
"Astagfirullah Alwi, makannya pelan-pelan. Nih minum"ucap mama dan menyerahkan gelas berisi air putih kepada Alwi.
"Ya lagian mama tanyanya kek gitu kan jadi tersedak"ucap Alwi setelah meminum.
"Oh jadi abang beneran nih suka sama Zahra"ucap mama.
Alwi tidak menggubris ucapan mamanya, ia segera memakan makanannya dengan cepat lalu bergegas pergi kekamarnya.
"Bang kalau emang suka, besok kita ke rumah panti ya"teriak sang mama.
Alwi yang sudah berada di dalam kamar, mendengus kesal.
'Mama apa-apaan sih main bahas pernikahan badahal belum tentu aku suka sama Zahra dan belum tentu juga Zahra suka sama aku' batin Alwi.
Makasih yang sudah baca, maaf jika ada salah kata dalam penulisannya.
Jangan lupa vote dan komen ya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelengkap Diriku
Random"Kamu yang menolong zahra ya"ucap umi. "Iya bu, emm bagaimana keadaan Zahra bu apa dia baik-baik saja"ucap Alwi Umi yang ingin menjawab ucapan Alwi, seseorang menjawabnya terlebih dahulu. "Baik kok, emang luka saya begitu parah sampai kamu kesini da...
