4. amarah bunda.

10 3 0
                                        

Alwi bingung ia harus kemana, jika ia pergi kesekolah pasti gerbang sekolahnya tutup, jika ia pulang kerumah pasti ditanya kenapa ia pulangnya cepat.

Sudah lama berfikir ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan umum, disana ia bisa belajar walau ia tidak sekolah.

Ia menjalankan sepeda motornya menuju ke perpustakaan umum, sesampai disana ia langsung masuk. Ia mencari tempat duduk yang kosong.

Ia mengeluarkan mata pelajaran untuk hari ini, ia akan mempelajari matematika terlebih dahulu.

Saat ia mulai membaca rumus-rumus matematika tiba-tiba ponselnya berbunyi, ia segera melihat siapa gerangan yang menelponnya.

📞"assalamualaikum, Wi lo kenapa gak masuk sekolah sih?."ucap Ciko

📞"Waalaikumsalam, gue ada kecelakaan kecil udah gak usah tanya lagi"ucapnya lalu ia menutupnya secara pihak.

Ciko disekolah ia kesal sendiri dengan Alwi bisa-bisanya dia menutup secara pihak, ia kembali menghubungi Alwi.

📞"Wi lo ya gak ada sopan-sopannya sama gue, nutup telfon gitu aja"ucap Ciko

Alwi memutar bola matanya malas.

📞"Wi lo masih ada disana kan,"ucap Ciko

📞"Hmm"jawabnya dengan deheman

'Nih anak ya kalau udah malas pasti jawabnya dehaman doang, gue heran dia ini manusia atau es batu sih.' Batin Ciko

📞"Wi gue tanya sekali lagi lo tadi kan bilang, lo kecelakaan, terus lo gak apa-apa kan? Lo gak mati kan?"ucap Ciko ngawur. Kalau dia emang mati gak mungkin dong dia angkat telfon Ciko.

📞"ngawur kamu kalau gue mati mana mungkin gue angkat telfon lo, udah deh lo gak perlu tanya lagi. Lo fokus aja di sekolah dan catet semua materinya terus kirim ke gue" ucap Alwi dan langsung menutup secara pihak.

Ciko kesal, udah 2 kali ini Alwi menutup telfonnya secara pihak.

'Kalau bukan sahabat nih ya udah aku cincang-cincang kau Wi' batin Ciko

Alwi setelah menutup telfonnya, ia mematikan ponselnya agar ia tidak di ganggu lagi oleh sahabatnya Ciko. Lalu ia kembali fokus dengan bukunya.

○●○

Alwi melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 3 sore, ia segera membereskan buku-bukunya lalu pergi menuju ke masjid terdekat.

Sesampai di masjid ia langsung pergi ketempat wudhu lalu ia masuk kedalam masjid dan menjalankan ibadah sholat. Selesai sholat langkah kaki Alwi menuju ke parkiran motornya dan ia jalankan motornya menuju ke rumahnya, namun diperjalanan ia berhenti di rumah panti.

"Apa dia sudah membaik ya?"ucap Alwi

Alwi berfikir untuk menjenguknya besok karena ia harus pulang, jika tidak bisa-bisa bundanya memarahinya.

Sesampai dirumah, Alwi langsung di introgasi oleh orang tuanya dan tak lupa wajah sang bunda yang sudah memasang wajah dinginnya.

Adelia memang begitu, ia selalu bersikap cuek dan dingin ketika anak-anaknya berbuat kesalahan ya seperti Alwi sekarang ini.

"Alwi cepat jawab? Kenapa kamu gak masuk kesekolah tadi?"ucap Adelia.

"Maaf bun tadi Alwi ada kecelakaan kecil yang mengharuskan Alwi tidak kesekolah."ucap Alwi.

"Kecelakaan? Kenapa kamu gak nelfon bunda atau ayah kalau kamu kecelakaan?"ucap bunda.

"Gak sempat bun, udah ya bun Alwi kekamar dulu Assalamualaikum."ucap Alwi.

Adelia menatap anak sulungnya dengan tatapan dingin.

"Sudahlah humairah, nanti aja ya tanyanya. Lebih baik kita makan, oh iya itu dimana zulaikha kok gak kelihatan"ucap Abidin.

"Dia pergi bersama temannya,"ucap Adelia sambil mengambil makanan untuk suaminya.

"Oh,"ucap Abidin

Didalam kamar selesai mandi dan berganti pakaian seperti biasa ia memasukkan buku pelajarannya yang akan di bawa besok, selesai semua mata pelajarannya sudah masuk kedalam ranselnya Alwi mentidurkan dirinya di kasurnya.

Ia tengah berfikir apa gadis itu sudah membaik?.

"Buat apa aku mengkhawatirkan perempuan yang jelas bukan mahromku? Lebih baik aku baca Al-Qur'an saja biar gak dipenuhi rasa khawatir berlebih"gumamnya

Alwi beranjak dari tempat tidurnya lalu ia mengambil Al-Qur'an di atas meja belajarnya, ia mulai membaca surat Ar-rahman.

Entah kenapa ia membaca surat itu badahal ia belum sampai kesitu bacaannya, hmm entah lah.

"Shadaqallahul'adzim"ia tutup Al-Qur'annya lalu ia meletakaannya ke meja belajarnya kembali.

Ia lega setelah membaca Al-Qur'an, memang ya jika kita membaca Al-Qur'an itu bisa menyejukkan hati dan pikiran.

***

Zahra bosan sedari tadi ia hanya duduk terdiam di ruang tamu, padahal ia ingin sekali membantu temannya yang lagi bersih-bersih di depan rumah panti.

Zahra menghelah nafas kasar, sungguh ia tidak ingin duduk dan terdiam melihat teman-temannya di halaman rumah panti.

"Mi boleh ya ku mohon, ku mohon, ku mohoon"ucap Zahra.

"Gak boleh, udah duduk disini dan diam. Kaki kamu masih sakit Zahra jadi menurutlah apa kata orang tua"

Zahra pasrah, ia menyenderkan punggungnya di penyangga kursi. Ia melihat teman -temannya dari jendela dengan perasaan sedih.

"Kaki oh kaki cepat sembuh ya agar aku bisa membantu teman-teman ku yang lagi bersih-bersih di depan, sungguh kaki aku tidak bisa berdiam diri dan melihat teman-teman ku di sana jadi ku mohon cepat sembuh ya kaki"batinnya















Makasih yang sudah baca, maaf jika ada salah kata dalam penulisannya.

Jangan lupa vote, komen dan Follow.


Publish
2 Maret 2022

Pelengkap DirikuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang