18. kelulusan.

3 0 0
                                        

Hari sudah berganti bulan pun berganti kini Alwi tengah bersiap untuk pergi kesekolah untuk menghadiri acara wisuda, ya hari ini ia akan melaksanakan wisuda disekolahnya.

"Sudah siap nak"ucap Adelia.

"Sudah bun"ucap Alwi.

"Cepat turun bunda tungguin di bawa"ucap Adelia.

Dipanti asuhan Zahra sudah siap dengan toganya, ia berjalan menuju taksi yang sudah ia pesan. Kali ini ketiga kalinya ia menghadiri acara wisudanya tanpa didampingi seorang ayah, tanpa disadari air matanya turun begitu saja dari kelopak matanya.

'Ayah, lagi lagi di acara wisuda ku. Aku tidak di dampingi oleh ayah, tapi gak papa aku akan tetap tersenyum walau tidak ada ayah, aku tetap bahagia walau tidak ada ayah, semangat Zahra, jangan sedih, tetap tersenyum' batin Zahra.

Zahra berusaha untuk tersenyum namun di hatinya tetap menangis, dimana semua murid akan menghadiri bersama kedua orang tuanya namun ia hanya ditemani oleh ibu panti saja tanpa ada ibu kandung dan ayahnya yang entah dimana.

Ya sudah berapa hari ia tidak mencari ayahnya, bukannya ia menyerah namun ia ingin fokus dengan sekolahnya walau di hatinya ingin terus mencari ayahnya sampai ketemu.

***

Disekolah acara wisuda bagi anak 12 telah selesai, Zahra tersenyum senang akhirnya masa SMAnya telah usai ia akan melanjutkan studynya di surabaya. Ya ia akan melanjutkan studynya di surabaya.

"Ra, selamat ya atas kelulusan kamu umi bangga dengan kamu"ucap ibu panti.

"Zahra selamat ya atas kelulusan kamu"ucap Adelia.

"Ra selamat atas kelulusan kamu"ucap Alwi.

"Makasih umi, bunda dan Alwi selamat juga untuk kamu"ucap Zahra.

"Nah sekarang kita foto ya bunda bawa kamera, yah tolong fotoin kita ya"ucap Adelia.

Abidin mengganggukkan kepalanya, ia mengambil kemera dari istrinya lalu mengambil foto adelia dan anaknya dan juga calon menantunya.

"Sekarang kalian berdua yang foto"ucap Adelia.

Alwi menoleh kearah Zahra yang terus menunduk.

"Emm bun fotonya sudahan ya, kita pulang aku udah capek"ucap Alwi.

Zahra mendengar ucapan Alwi menoleh kearahnya lalu melihat bunda Alwi yang sepertinya kecewa dengan jawaban Alwi karena menolak permintaan bundanya.

"Alwi jangan membuat bunda kecewa. Bunda, ingin fotoin kita"ucap Zahra kepada Adelia. Adelia menganggukkan kepalanya.

Zahra tersenyum lalu ia melihat kearah Alwi dan memintanya untuk berdekatan dengan dia tapi sedikit agak  jauh agar mereka tidak bersentuhan.

Adelia tersenyum, lalu ia mengambil foto anaknya dan calon menantunya.

Ditempat yang sama seorang laki-laki paruh baya tengah memperhatikan gadis yang sedang berfoto bersama dengan calon menantunya, ya yang ia lihat adalah Zahra, ia tersenyum bangga kepada putrinya rasanya ia ingin menghampirinya dan memeluknya sambil mengatakan pujian untuk anaknya yang telah lulus dan akan melanjutkan studynya.

"Anak ayah kini sudah lulus sekolah dan sebentar lagi ayah tidak dapat melihat kamu lagi karena kamu akan pergi jauh dari kota ini, namun ayah akan mendoakan kamu disini"ucapnya.


makasih yang sudah baca, jangan lupa vote dan komen ya agar akunya semangat buat lanjutin ceritanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 05, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pelengkap DirikuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang