Sepulang dari rumah panti Alwi sedari tadi hanya merenung didalam kamar, ia memikirkan ucapan mamanya yang tiba-tiba ingin menikahkannya dengan Zahra bahkan mama dan papanya sudah memikirkan jauh-jauh hari untuk membicarakan pernikahannya dengan Zahra di hadapan ibu panti.
Alwi awalnya marah, ingin protes namun lagi-lagi ia takut dengan tatapan tajam dari mamanya. Jadi ia hanya ikut saja, tapi bukan berarti dia mau menerima perjodohan mama dan papanya ya.
Sementara Zahra ia selesai malaksanakan sholat isya, ia ingin merebahkan tubuhnya dan mengistirahatkan otaknya yang sedari tadi memikirkan soal perkataan orang tua Alwi yang menginginkan ia menjadi istri dari anaknya.
"Yaallah apa yang harus ku lakukan, apa aku menyetujui perkataan orang tuan Alwi atau aku tolak. Tapi aku gak mau mereka kecewa atas penolakan ku, huf sangat membingungkan" gumam Zahra yang tak sengaja terdengar oleh ibu panti.
Ibu panti menghampiri Zahra yang sedang terbaring diatas kasurnya.
"Eh umi"ucap Zahra terkejut saat ibu panti tiba-tiba datang menghampirinya.
"Zahra, umi tau perkataan Adelia tadi membuat kamu bingung sekaligus bimbang apa kamu menolaknya atau tidak. Tapi nak umi juga ingin kamu menikah dengan anak Adelia yaitu Alwi, umi juga tidak mungkin kan menemani kamu dan anak-anak lainnya selamanya. Jadi umi harap kamu menerima perjodohan orang tua Alwi dan umi"ucap ibu panti.
"Tapi umi, aku masih sekolah masa harus menikah diusia 18 tahun dan lagi pula aku tidak mencintai Alwi bagaimana nanti kalau Zahra menikah dengan Alwi pasti gak bakal pertahan"ucap Zahra.
"Kamu tau nak, orang tua Adelia dia juga dijodohkan diusia sama seperti kamu tapi bedanya ayah adelia lebih tua dari ibunya. Mereka juga awalnya tidak mencintai satu sama lain namun seiring berjalannya waktu, Aulia bisa menerima perjodohannya dengan Alvin. Umi yakin suatu hari nanti kamu dan Alwi bakal seperti kakek dan nenek Alwi yang selalu mencintai satu sama lain sampai maut memisahkan"ucap ibu panti.
Zahra terdiam mendengar penuturan ibu panti.
"Kalau kamu masih tidak yakin dengan perjodohan kamu, kamu mintalah petunjuk kepada Allah"ucap ibu panti.
"Iya umi, aku akan meminta petunjuk kepada Allah"ucap Zahra membuat ibu pamti tersenyum lalu ibu panti pamit keluar dari kamar yang tempati oleh Zahra.
***
Pagi harinya Zahra pergi ke sekolahnya seperti biasa ia menaiki angkutan umum, saat ia menunggu angkutan umum tiba-tiba sepeda motor berhenti tepat di hadapannya.
Orang itu membuka helmnya saat wajahnya terlihat membuat Zahra menatapnya dengan malas.
"Naik"ucap orang itu.
Zahra tidak menjawab.
"Zahra naik, atau saya tinggal"ucap orang itu kesal.
Zahra menatapnya tajam. "Yasudah pergi sana, ngapain disini. Aku bisa pergi kesekolah sendiri kok"
"Naik apa"ucap orang itu singkat.
"Angkot"ucap Zahra tak kala singkatnya.
Orang celingak-celinguk melihat adakah angkutan umum yang lewat namun jalanan sepi tidak ada angkutan umum yang lewat satu pun, orang itu melirik kearah Zahra.
"Naik lah, atau nanti kamu akan telat"ucap orang itu.
"Udah dibilangin, aku bisa pergi kesekolah naik angkutan umum"ucap Zahra.
"Gak ada angkutan umum"ucap orang itu.
"Tau dari mana kamu kalau gak ada yang lewat"ucap Zahra.
"Hari jum'at"ucap orang itu.
Zahra terdiam, ah benar saja hari ini hari jum'at, pasti tidak ada yang lewat.
"Jadi"ucap orang itu.
"Apa"ucap Zahra tidak mengerti.
"Mau naik atau tidak"ucap orang itu.
Zahra berfikir sejenak lalu ia menaiki motor laki-laki dengan sedikit memberi jarak antara mereka.
Orang itu tersenyum lalu ia menjalankan motornya menuju kesekolah.
Sesampai disekolah Alwi memarkirkan motornya, setelah motornya berhenti Zahra langsung turun dan pergi dari sana tanpa mengucapkan terima kasih.
Alwi yang melihat Zahra sudah pergi menjauh di buat kesal olehnya.
'Aish gak tau berterima kasih' bayin Alwi.
Ya yang menawari Zahra tadi adalah Alwi, Alwi langsung pergi ke lapangan setelah ia berganti pakaian. Hari ini ia dan teman-temannya akan bertanding.
Makasih yang sudah baca, maaf jika ada salah kata dalam penulisannya.
Jangan lupa vote dan komen ya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelengkap Diriku
Random"Kamu yang menolong zahra ya"ucap umi. "Iya bu, emm bagaimana keadaan Zahra bu apa dia baik-baik saja"ucap Alwi Umi yang ingin menjawab ucapan Alwi, seseorang menjawabnya terlebih dahulu. "Baik kok, emang luka saya begitu parah sampai kamu kesini da...
