Alwi sepulang sekolah ia mampir dulu ke mushollah sekolah untuk melaksanakan sholat ashar, ya begitulah keseharian seorang Alwi sepulang sekolah ia melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu.
Selesai sholat ia keluar dari mushollah, ia memakai sepatuhnya dan melangkahkan kakinya menuju ke parkiran.
Ia mengendarai sepeda motornya menuju kerumahnya, sesampai dirumah ia memasukkan motornya kedalam garasi lalu ia langkahkan kakinya memasuki rumah.
Ia langsung masuk kedalam kamarnya, dirumah tidak ada siapa-siapa hanya ada pembantu rumah. Kedua orang tuanya sedang sibuk, sang ayah sedang mengurus pekerjaannya dikantor sementara sang ibu ia sedang mengurus cafenya yang semakin hari banyak pengunjung.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Alwi mengeluarkan buku-bukunya dan menggantikannya ke mata pelajaran untuk esok hari.
Setelah semuanya sudah masuk kedalam tasnya, Alwi mengambil salah satu pelajaran yang tadi ia keluarkan didalam tasnya. Ia mempelajari kembali mata pelajaran yang tadi dijelaskan oleh gurunya.
Ya begitulah Alwi, sepulang sekolah dan selesai ganti baju dia menyepatkan untuk memperlajari kembali mata pelajaran yang telah diterangkan oleh gurunya.
Ditempat lain Zahra sedang bersih-bersih di halaman panti. Itu lah kesehariannya di panti membantu memasak untuk anak anak panti lainnya dan membantu membersihkan halaman panti dan masih banyak lagi yang ia lakukan di rumah panti jika ia tidak ada kerjaan atau tugas dari sekolahnya.
"Ra kamu buang sampah-sampah ini ke tempat sampah di depan jalan sana ya, aku dan yang lainnya mau bantuin mbak tatik di dapur"ucap fani.
"Iya"ucapnya singkat .
Sepergian Fani, Zahra pamit kepada ibu panti untuk membuang sampah di pinggir jalan sana. Setelah mendapatkan izin Zahra mengambil sepedanya dan mengendarainya ke tempat sampah, setelah membuang sampah ia kembali ke rumah panti.
●○●
Jam 6 pagi Alwi sudah siap dengan seragam putih abu-abunya, ia melangkahkan kakinya menuju keruang makan. Di sana ada ayah dan ibunya yang sedang sarapan pagi, Alwi memberi salam kepada orang tuanya sembari tersenyum.
Selesai sarapan Alwi pamit untuk pergi kesekolah.
"Bun, yah Alwi berangkat kesekolah dulu ya. Assalamualaikum"ucap Alwi sambil menyalimi kedua orang tuanya.
"Iya hati-hati bawa motornya"ucap Adelia.
Alwi menganggukkan kepalanha sambil tersenyum lalu berlalu lalang pergi dari rumahnya menuju ke sekolahnya.
Di perjalanan Alwi terus mengendarai sepeda motornya menuju ke sekolah, namun belum sampai tujuan ia tidak sengaja menyerempet seorang gadis dan iya tau yang ia tabrak tadi adalah salah satu murid dari sekolahnya. Ia turun dari sepedanya lalu ia mendekati gadis itu.
"Maaf, apa kamu terluka?"tanyanya.
"Saya tidak apa-apa"ucap gadis itu sambil berusaha untuk bangkit namun karena kakinya sakit jadilah ia kembali duduk diatas tanah.
Alwi yang melihat gadis itu berusaha untuk berdiri pun merasa kasihan. Alwi berfikir bagaimana caranya agar dapat membantu gadis itu, sedangkan ia sendiri tak berani menyentuh nya karena belum mahrom.
Lama berfikir, akhirnya ia mendapatkan ide. Ia yang melihat sebuah kayu yang tak jauh dari tempatnya pun langsung mengambilnya. Ia menyodorkannya kepada gadis itu.
Gadis itu pun yang menyadari hal itu mendongak seketika menatap laki-laki dihadapannya dengan raut bingung.
Alwi tertegun saat melihat gadis itu yang ternyata ialah, gadis yang terkena lemparan bola basketnya saat tengah berjalan di kolidor.
"Maaf aku hanya bisa membantumu berdiri, lewat kayu ini. Kamu penganglah dengan erat"ucap Alwi yang masih menampilkan dengan wajah datarnya.
Gadis itu yang masih bingung oleh kelakuan Alwi hanya bisa menurutinya tanpa bertanya.
Gadis itu berusaha untuk bangun di bantu oleh kayu yang di genggam oleh Alwi namun tetap saja gadis itu sulit untuk bangun. Alwi jadi bingung sendiri, bagaimana caranya ia membantu gadis itu bangun tanpa harus bersentuhan dengan gadis itu.
Dengan terpaksa Alwi pun memegang tangan gadis itu, karena sudah tak ada cara lain lagi. Mana di sekitar mereka tidak ada orang sama sekali.
"Maaf mbak jika saya lancang, saya izin membantu mbak ya. Bukan maksud apa-apa"ucap Alwi.
'Maafkan hambahmu ini yang tengah memegang yang bukan mahrom, saya berjanji setelah ini akan menikahinya' pikirnya.
Ia terus bergumam maaf dalam hati nya karena untuk kedu kalinya ia menyentuh gadis itu.
"Maaf saya harus membawa kemana?"ucap Alwi.
"Tolong antar saya ke rumah panti, gak jauh dari sini tuh disana"ucap gadis itu.
Tanpa bertanya Alwi membopong gadis itu ke rumah panti, sesampai disana ibu panti menghampiri mereka dengan perasaan khawatir.
"Yaallah Ra kamu kenapa?"
Alwi mendudukkan gadis itu di kursi depan rumah panti.
"Emm gak apa-apa kok Mi cuman kaki Zahra sakit tadi habis jatuh pas lagi jalan tadi"ucap Zahra yang membuat Alwi terkejut dengan jawabannya.
"Dia ini pintar sekali berbohong, badahal kakinya sakit kan karena aku yang menyerempetnya."batin Alwi
Ibu panti melihat Alwi sambil tersenyum ramah. "Makasih ya nak sudah membawa Zahra kesini"
Alwi membalas senyuman ibu panti. "Iya bu sama-sama, kalau begitu saya pamit ya bu Assalamualaikum"ucap Alwi sambil menyalimi tangan ibu panti.
Makasih yang sudah baca. Maaf jika ada salah kata dalam penulisannya.
Jangan lupa vote, komen dan follow.
Publish
2 Maret 2022
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelengkap Diriku
Overig"Kamu yang menolong zahra ya"ucap umi. "Iya bu, emm bagaimana keadaan Zahra bu apa dia baik-baik saja"ucap Alwi Umi yang ingin menjawab ucapan Alwi, seseorang menjawabnya terlebih dahulu. "Baik kok, emang luka saya begitu parah sampai kamu kesini da...
