7. pergi kerumah panti

6 3 0
                                        

Di hari minggu, semua orang menghabiskan waktu bersama keluarganya mulai dari jalan-jalan atau hanya duduk di ruang tamu dan menonton televisi bersama namun itu tidak bagi Alwi dan keluarganya.

Alwi beserta keluarganya pergi kerumah panti yang tak jauh dari rumah mereka. Sesampai di rumah panti, Adelia, Abidin dan zulaikha memasuki rumah panti dan disambut oleh ibu panti sementara Alwi ia akan menyusul setelah membeli pelaratan alat tulis untuk anak panti dan baju muslim.

Setelah membeli semuanya Alwi pergi menuju ke rumah panti, awalnya ia tidak tau harus kearah mana ia pergi namun karena dikirim alamat oleh bundanya ia pun tau kemana motornya ia arahkan.

Sesampai disana, Alwi tertegun ternyata rumah panti yang dikunjungi oleh keluarganya adalah tempat dimana gadis itu tinggal.

Alwi segera masuk dan disambut hangat oleh penghuninya.

***

Zahra setelah menyelesaikan tugas sekolahnya ia membantu ibu panti membuat minuman dan camilan untuk tamu yang akan datang sebentar lagi.

Dan benar saja saat semuanya sudah siap untuk dihidangkan, tamu yang ditunggu oleh ibu panti pun datang. Ibu panti menyambut tamunya sedangkan Zahra ia akan membawa minuman dan camilan keruang tamu dan dibantu oleh temannya yang kebetulan ingin mengambil air.

Setelah mengantarkan minuman dan camilan untuk para tamu, Zahra pergi dari sana namun ia urungkan niatnya saat seseorang mengucapkan salam di ambang pintu, sepertinya ia mengenali suara itu tapi siapa?.

Zahra berbalik badannya dan betapa terkejutnya ia melihat seorang laki-laki yang sedang tersenyum kearah ibu panti dan para tamu.

"Loh Lia dia ini anak kamu?"ucap ibu panti yang membuat Zahra sadar dari keterkejutannya.

"Iya ibu, dia ini anak Lia. Ibu mengenalnya?"ucap Adelia.

"Iya ibu mengenalnya dia ini yang menolong Zahra waktu itu ya kan Ra"ucap ibu panti.

"Hah, emm i__iya ummi"ucap Zahra dengan terbata-bata. Entahlah kenapa ia jadi gugup seperti itu, badahal ia hanya menjawab iya.

"Oh, Alwi kenapa kamu tidak bilang kalau kamu pernah menolong seorang perempuan apalagi perempuan itu dari panti asuhan ini"ucap Adelia.

"Tidak sempat bun"ucap Alwi.

Adelia menghelah nafas, anaknya ini selalu saja berkata tidak sempat-tidak sempat apa tidak ada lagi kah selain kata tidak sempat.









Makasih yang sudah baca, maaf jika ada salah kata dalam penulisannya.

Jangan lupa vote, komen dan follow ya.

Publis
1 Mei 2022

Pelengkap DirikuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang