6. gadis menyebalkan

10 3 0
                                        

Zahra akhirnya bisa masuk kesekolah setelah 2 hari tidak masuk sekolah, sudah 2 hari ia tidak masuk kesekolah di karenakan kakinya masih sakit dan tidak dapat berjalan kemana pun kecuali waktu di panti dan itu pun dibantu oleh ummi.

Zahra berjalan menuju kekelasnya, namun matanya tidak sengaja menatap laki-laki yang sudah menabraknya 2 kali, siapa lagi kalau bukan Alwi.

Saking fokusnya melihat Alwi yang sedang latihan basket ia tidak sadar bahwa bel masuk sudah berbunyi.

"Astagfirullah"ucap Zahra sadar. Ia segera pergi menuju kelasnya dengan sedikit berlari.

Alwi yang tidak sengaja melihat Zahra yang sedang berlari menuju kelasnya, hanya bisa menatapnya sambil menggelengkan kepalanya.

○●○

Jam istirahat telah tiba semua berhamburan keluar dari kelas, tapi tidak dengan Alwi ia tidak keluar untuk pergi ke kantin melainkan pergi ke mushollah.

Sesampai di mushollah sekolah ia duduk dan melepaskan sepatunya lalu ia pergi ke tempat berwudhu.

Sementara itu tempat yang sama seorang perempuan bersiap-siap menjalankan sholat sunah yaitu sholat dhuha.

Selesai sholat Dhuha, Alwi keluar dari mushollah sekolah namun saat sampai di teras mushollah ia melihat seorang perempuan yang pernah ia tabrak dua kali.

Zahra yang menyadari seseorang tengah memperhatikannya pun menoleh kearah samping lebih tepatnya kearah Alwi.

Matanya menatap datar kearah Alwi lalu ia berdiri dan menghampiri Alwi yang masih menatapnya.

"Ngapain kamu lihatin saya?" Ucap Zahra.

Alwi seketika sadar apa yang ia lakukan, ia segera beristigfar. "Gak, saya hanya melihat kaki kamu itu saja"

Alwi segera pergi dari sana tanpa mengatakan sepatah katapun namun ia hentikan saat Zahra berucap.

"Emang kaki saya kenapa?" Ucap Zahra.

Alwi berbalik badannya dan menatap Zahra.

"Saya hanya memastikan kakimu baik-baik saja atau tidak"ucap Alwi.

"Oh ya, bukankah saya sudah bilang waktu di panti. Kaki saya baik-baik saja. Kenapa kamu mengkhawatirkan hal sepeleh?" Ucap Zahra.

"Apakah sakit kaki itu hal yang sepeleh?"ucap Alwi.

"Ya, kaki saya hanya sakit saja bukan patah tulang"ucap Zahra dan segera pergi dari sana meninggalkan Alwi. Menurutnya tidak penting meladeni ocehan Alwi yang membuatnya kesal sendiri.

Alwi hanya bisa menghela nafasnya pelan sambil memperhatikan Zahra yang tengah berjalan menuju kekelasnya.

"Gadis ini sungguh membuat ku jengkel, memang kakinya sudah tidak sakit tapi kan aku hanya memastikan saja apakah kakinya sudah benar-benar baik-baik saja atau tidak, hanya itu saja." Ucap Alwi. Lalu ia pun pergi menuju kekelasnya.










Makasih yang sudah baca, maaf jika ada salah kata dalam penulisannya.

Jangan lupa vote, komen dan follow.

Publish
9 april 2022

Pelengkap DirikuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang