"hari ini kenapa panas banget ya" gumam Indira yang abis dari kantin dan duduk di bangku taman.
Tiba tiba aja ada yang nyodorin air didepan mukanya Indira, Indira ngelihat siapa yang ngasih "buat kamu" kata seorang gadis yang ngasih air tadi "makasih" kata Indira, perempuan tadi duduk disamping Indira "kenalin, aku Vania" kata perempuan tadi "aku Indira" kata Indira "kamu dari fakultas mana?" Tanya Vania "telekomunikasi, kamu?" Tanya Indira "ekonomi, akutansi" kata Vania, Indira ngangguk doang "kamu lagi hamil ya?" Tanya Vania "hm?" Indira ngelihat perutnya yang belum kelihatan apa "hehe iya, kok tau?" Tanya Indira "soalnya daritadi aku lihat kamu ngelusin perut" kata Vania "ah iya" kata Indira "aku juga lagi hamil" kata Vania "hm? Oh ya? Berapa bulan?" Tanya Indira "baru 2 bulan menuju 3 bulan" kata Vania "oh? Sama dong" kata Indira "ngomong ngomong kamu tinggal sendiri ya di Jogja? Apa sama suami? LDR gitu" kata Vania "enggak, aku aja masih belum nikah" kata Indira "oh, maaf ya" kata Vania "gapapa, kalo kamu? Kelihatannya bukan orang sini" kata Indira "emang bukan aku dari Jakarta" kata Vania "lhoh? Kok sama sih" kata Indira "haha, nasib kita juga sama, gak punya suami" kata Vania, Indira langsung diem kayak gak tau mau ngomong apa lagi "duh, maaf ya" kata Indira "gapapa gapapa. Kita temenan ya mulai sekarang" kata Vania.
Indira tuh gak punya temen di Jogja, sebenernya ada tapi beda jurusan dan gedungnya tuh jauh dari gedung fakultas nya Indira jadi ya gak begitu deket.
Salah satu gedung yang deket sama fakultas nya Indira ya fakultas ekonomi ini.
"Kemana lagi nih kita?" Tanya Indira ke Vania "ke mall yuk" ajak Vania "bentar kalo gitu, lagi gabawa duit, ambil di ATM" kata Indira.
Baru temenan beberapa jam mereka langsung akrab dong kayak yang udah temenan lama. Tapi Indira emang orangnya asik banget sih walau sama orang baru kenal.
"Ini lucu gak si ra? Nanti kita foto berdua pas perut kita udah gede pake baju ini" kata Vania pas ngelihat dress yang lumayan simpel tapi bagus "boleh boleh, biar bisa buat kenangan ya" kata Indira "nah iya. Gapapa kok warna nya gak sama" kata Vania "lebih bagus sama gak sih?" Tanya Indira "ya terserah sih, takutnya kamu gak suka" kata Vania "biru aja gimana? Bagus nih" kata Indira "iyadeh" kata Vania.
"Oh iya, kamu kenapa kok kuliahnya jauh?" Tanya Vania ke Indira "aku masih belum siap aja kalo mereka tau aku udah ngelakuin hal buruk" kata Indira "kalo kamu?" Tanya Indira "orang tuaku ngerti kok, dan Alhamdulillahnya mereka seneng karena bakal dikasih cucu lebih cepet haha. Ya mereka udah gak peduli sama bapaknya ni bocah yang jelas aku gak boleh sampe ngegugurin anak ini" kata Vania "ayahnya bukan gak mau tanggung jawab, tapi dia masih ada kuliah di Inggris dan aku gak bisa kalo harus ikut. Dia udah janji bakal nikahin aku setelah anak ini lahir" kata Indira "apa dia bisa nerima semua nya setelah dia tau kamu hamil?" Tanya Indira "ya, dia nerima, kita emang baru pacaran beberapa bulan, haha lucu emang, kita pun ngelakuin itu tanpa sengaja. Orang tuanya pun tau dan mereka menerima baik kehadiran anak yang gak berdosa ini" kata Vania "beda banget sama ayah dari anakku, haha dia malah nyuruh ngegugurin" kata Indira "hah? Tega banget" kata Vania "haha entahlah, udah bodoamat" kata Indira "ya seenggaknya aku sendiri masih bisa nyukupin kebutuhannya anak ini" kata Indira "sabar ya" kata Vania, Indira senyum doang.
Mereka cerita cerita cukup banyak, walau baru kenal mereka juga berusaha buat saling percaya.
"Semoga aja anak kita bisa temenan juga ya" kata Vania terus ngelus perutnya Indira "amin, mereka gak minta buat ada didalam rahim kita tapi kita sendiri yang minta buat mereka lahir. Semangat bestie" kata Indira "semangat juga" kata Vania terus mereka pelukan.
Rasanya Indira lega banget bisa cerita segala keluh kesahnya ke orang yang punya nasib sama kayak dia. Walau emang ada bedanya sih, tapi ya tetep aja, Vania cukup baik buat jadi pendengar segala keluhannya Indira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Azila dan Bunda
HumorCuma ada 1 malaikat dihidup aku, namanya bunda ~Azila Putri Azalea
