Beberapa saat sebelumnya....
Yoona baru saja keluar dari ruangan pasien. Ia menuju ruangannya untuk beristirahat sejenak. Namun baru saja ia duduk di kursi, sebuah pesan masuk dari nomor yang tak dikenal.
"Lisa baru saja masuk rumah sakit. Ia dirawat dirumah sakit Kwangyaa sekarang."
Yoona terkekeh kecil.
"Apa kau mencoba menipuku?" Baru saja ia meletakkan ponselnya diatas meja, sebuah pesan masuk lagi.
Sebuah foto dengan pasien yang tengah pingsan.
Yoona langsung berdiri menatap ponselnya tidak percaya.
"Lisa pasti baik-baik saja. Pasti ada orang iseng yang mencoba mempermainkannya." Ucap Yoona seraya menenangkan diri.
Namun rasa khawatirnya lebih besar daripada itu. Hingga tergesa-gesa ia keluar ruangannya menuju tempat parkir. Kebetulan rumah sakit itu tidak terlalu jauh dari rumah sakit yang ia tempati.
Yoona bergegas mencari ruangan yang ditunjuk Perawat saat ia tiba di rumah sakit tersebut. Lalu melangkahkan kakinya dengan cepat dan membuka pintu dengan cepat untuk melihat keadaannya adiknya.
Namun saat ia membuka pintu, apa yang ia dapatkan? Adiknya tengah berpelukan mesra dengan suaminya sendiri. Rasanya tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Ini pasti hayalannya saja. Tidak mungkin adiknya bermain api bersama suaminya.
Melihat bagaimana suaminya memeluk adiknya dengan begitu erat, menamparnya dengan begitu kuat bahwa adiknya dan suaminya tega melakukan ini padanya. Menyakitinya tanpa menyentuh dan mengkhianatinya tanpa mengingat bahwa seseorang telah dibohongi selama ini.
Seorang adik yang selama ini ia sayangi dan ia jaga tega melukai hatinya. Ketika ia memberi tamparan keras dipipi adiknya pun suaminya masih membela adiknya.
Luka yang begitu besar semakin membesar saat ia keluar dari ruangan itupun suaminya tidak mengejarnya. Bahkan tak ada kata maaf yang keluar dari mulut keduanya. Seolah apa yang mereka lakukan itu tidak menyakiti siapapun.
Yoona menghentikan mobilnya tepat didepan rumah mereka lalu menangis dengan suara yang memilukan.
Yoona memukul-mukul dadanya yang begitu sesak dan berusaha menghentikan tangisnya. Namun semua itu hanya sia-sia. Karena semakin ia berusaha menghentikan tangisnya, tangisannya malah semakin kuat.
Yoona meremas setir mobil dan meletakkan dahinya diatas setir mobil tersebut. Memikirkan nasibnya yang sekarang, apakah Sehun masih mencintainya sama seperti dulu? Atau cintanya telah tergantikan oleh cinta adiknya?
****
"Yoona, aku bisa menjelaskan semuanya."
Wanita itu tidak mendengarkan apa yang Sehun katakan, ia lebih memilih melipat pakaiannya dan memasukkannya kedalam koper.
"Yoona, aku minta maaf. Semuanya terjadi begitu saja. Kumohon jangan pergi."
Yoona menepis tangan Sehun dan refleks menampar pipi Sehun.
"Berani-beraninya kau menyentuhku?!"
"Yoona,"
"Cukup Sehun. Jangan bicara apapun. Aku muak mendengarnya!"
Yoona kembali memasukkan pakaiannya.
"Aku dan Lisa bertemu saling kenal sebelum aku tahu bahwa dia adalah adikmu. Kita bertemu malam itu dan tanpa sengaja kita tidur bersama dan-dan berakhir Lisa hamil."
KAMU SEDANG MEMBACA
It's You (Tamat)
Krótkie OpowiadaniaBerawal dari patah hati karena baru saja diputus oleh kekasihnya, Lisa akhirnya memilih untuk bersenang-senang seperti biasa. Yaitu bersenang-senang di bar dan berakhir bertemu dengan seseorang. malam itu.... malam dimana ia bersenang-senang dan men...
