Ngaret ampe dua hari toh🤣🤣🙏🙏. Maaf yaaaa...
Ini ku suguhkan bulan gosong buat kalian. Yang masih under 18 jangan baca🙂
Sehun memagut bibir Lisa dengan rakus tak lupa pula sebaliknya dengan Lisa. Wanita itu melingkarkan kedua tangannya pada leher Sehun dan membiarkan Sehun melakukan semaunya.
Saat Sehun berusaha membuka baju tidurnya, Lisa langsung teringat bahwa mereka masih di meja makan. Dengan kondisi Lisa yang masih duduk diatas paha Sehun.
Lisa mendorong Sehun menjauh.
"Kenapa?" Tanya Sehun tak terima. Pasalnya ciuman itu lepas begitu saja.
Lisa segera menahan mulut Sehun dengan menggunakan telapak tangannya, kala Sehun ingin kembali menciumnya.
"Kau belum makan. Kita makan dulu. Dan lagi, kita tidak mungkin melakukan itu di meja makan kan?"
"Memangnya kenapa kalau dimeja makan?"
"Nanti ada yang datang bagaimana?"
"Tidak ada yang datang malam ini, lagipula ini sudah tengah malam dan aku sekarang tidak lapar."
Saat Lisa ingin protes, Sehun buru-buru membungkam mulut Lisa dengan mulutnya. Memaksa Lisa untuk membuka mulutnya.
Sehun menahan pinggang Lisa saat Lisa berusaha untuk berdiri. Namun nihil, tenaga Lisa tidak sekuat itu dan berakhir menyerah dan membiarkan mereka melakukan hubungan suami istri dimeja makan.
Semoga saja tidak ada yang datang malam ini.
Sehun membuang pakaian Lisa dimana saja, asal penghalang itu tidak menghalangi kegiatannya. Sehun pun membuka kaosnya dan membiarkan Lisa mengeksplorasi perutnya.
Sehun menduduki Lisa dimeja makan. Tangannya berusaha menjauhkan makanan yang ada didekat mereka lalu tangan itu kembali menyentuh vagina Lisa yang mulai berkedut nakal menahan rangsangan dari Sehun.
Dua jari itu masuk begitu saja melalui lubang vagina milik Lisa. Gerakan keluar masuk yang awalnya pelan kini semakin cepat saat Lisa menjerit penuh kenikmatan. Lisa mendesah dan menggigit bibir tanpa sadar.
Sehun benar-benar membuatnya melayang malam ini. Tubuhnya bergetar penuh nikmat. Tidak hanya kedua jari saja yang menyerangnya. Rupanya bibir Sehun menghisap payudaranya hingga wanita itu benar-benar dilanda kenikmatan. Lalu mendesah dan menyebut nama Sehun untuk tidak membuatnya menggila malam ini.
Remasan dibahu Sehun semakin kencang saat Lisa mencapai puncaknya.
"Kau benar-benar mengerikan." Ucap Lisa.
Sehun hanya menyeringai lalu kembali mencium bibir Lisa.
Tangan Lisa meraih penis Sehun lalu mengocok lembut. Tak lupa ia membasahi penis Sehun dengan air liurnya sebagai pelumas nanti.
Lalu wanita itu menuntun penis Sehun kearah lubang vaginanya dengan susah payah ia memasukkan penis Sehun.
"Kau masih saja sempit. Padahal kita sering bercinta akhir-akhir ini."
"Karena aku rajin olahraga." Jawab Lisa asal-asalan.
Akhirnya penis Sehun berhasil masuk lalu Lisa mulai mengalungkan kedua tangannya dileher sebagai penahannya nanti.
Sehun menggerakkan pinggulnya perlahan namun keras. Seakan tak sabaran Sehun melakukan gerakan itu berulang kali hingga membuat Lisa mendesah dan menyebut nama Sehun berulang kali.
"Kau gila... Sehun... Kau gila.."ucap Lisa dengan suara putus karena hentakan tersebut.
Sehun mulai bergerak teratur lalu semakin lama semakin cepat. Suara desahan kedua insan itu mengisi ruang makan mereka. Dan kini Lisa berteriak kencang karena mencapai puncaknya untuk kedua kalinya. Sehun bergerak terus agar dia juga mencapai puncaknya.
"Keluarkan didalam mulutku."
"Apa?" Tanya Sehun sekali lagi.
"Keluarkan didalam mulutku."
"Kau gila? Kau bilang aku gila, ternyata kau lebih gila."
Lisa mencium bibir Sehun, tanpa mendengar ucapan Sehun. Sementara Sehun terus bergerak hingga Lisa merasa bahwa Sehun sebentar lagi akan keluar. Kesempatan itu Lisa ambil dengan mendorong Sehun pelan lalu meraih penis Sehun dan mengisapnya dengan cepat.
Sehun dibuat gemetar atas tindakan gilanya itu. Sehun tidak marah, tapi hanya heran.
"Kau gila Lisa!"
"Ya, kita berdua memang gila!" Balas Lisa sembari tertawa kecil.
Sehun menggendong Lisa ala koala lalu keduanya menuju kamar mereka. "Karena kau sudah menunjukkan sisi nakalmu maka siapkan tubuhmu. Aku akan menghabisimu malam ini."
"Siapa takut?" Tantang Lisa.
Yang rupanya membuat gairah Sehun terbakar dan mencium bibir Lisa dengan rakut tanpa ampun. Bahkan keduanya hampir kehabisan napas ditempat tidur jika Lisa tidak mendorong dada Sehun.
Sehun tidak membiarkan Lisa berkomentar sedikitpun karena laki-laki itu kembali meraup bibir Lisa dan penis Sehun sudah tenggelam didalam vagina milik Lisa.
Sehun bergerak liar dan Lisa hanya bisa mendesah. Keduanya mendesah penuh kenikmatan. Gairah keduanya terbakar disetiap inci tubuh mereka. Tak ada yang ingin berhenti satu sama lain.
Hingga menjelang jam empat pagi, tubuh Sehun ambruk diatas tubuh Lisa.
Lisa terkulai lemah tak berdaya dibawah tubuh Sehun. Sehun benar-benar menghajarnya sampai pagi.
"Kau luar bisa Lisa. Aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun."
"Aku juga tidak akan melepaskanmu."
Sehun membawa tubuh Lisa kedalam pelukannya. Menutupi tubuh keduanya dengan selimut. Mereka butuh waktu beristirahat menyambut fajar nanti.
"I love you." Bisik Sehun pada Lisa yang sudah menutup mata karena tertidur.
***
Jangan lupa follow akun Instagram aku: Ooh.mochi
(Aku ada au Twitter di Instagram aku. Siapa tahu ada yang mau baca)😀
KAMU SEDANG MEMBACA
It's You (Tamat)
Historia CortaBerawal dari patah hati karena baru saja diputus oleh kekasihnya, Lisa akhirnya memilih untuk bersenang-senang seperti biasa. Yaitu bersenang-senang di bar dan berakhir bertemu dengan seseorang. malam itu.... malam dimana ia bersenang-senang dan men...
