Sehun baru saja menyelesaikan pekerjaan kantornya. Rasa lelah menghampirinya hingga senyumnya terbuka lebar saat melihat panggilan dari sang kekasih.
Malam ini mereka akan menghabiskan waktu berdua seperti yang mereka janjikan sebelumnya. Akhir-akhir ini kekasihnya begitu sibuk hingga tidak bisa meluangkan waktu bersama dan malam ini adalah kesempatan mereka berdua. Dan Sehun tidak ingin menyia-nyiakan waktu tersebut. Hingga hari ini, selelah apapun itu, ia akan usahakan untuk terlihat baik-baik saja agar sang kekasih nyaman dan waktu date mereka malam ini berjalan lancar.
Sehun mengangkat panggilan tersebut.
"Halo sayang.... Dimana? Aku jemput ya?"
"Sayang... Maafkan aku. Pekerjaanku belum selesai, dan aku tidak yakin sampai kapan pekerjaanku habis malam ini."
"Yoona, kita bahkan belum bertemu selama seminggu. Bahkan sekedar makan siang pun tidak ada. Apa kau sesibuk itu? Kau tidak bisa mengambil cuti untukku?"
"Sehun.. aku tau kau begitu merindukanku. Begitu juga aku. Tapi aku mohon, jangan berpikir yang aneh-aneh oke? Aku disini kerja Sehun. Pasienku terlalu banyak, dan aku harus mengganti jam kerja Taeyeon. Maafkan aku Sehun."
"Apa tidak ada orang lain? Apa hanya kau yang bisa bekerja? Apa susahnya menyuruh orang lain. Aku tidak pernah minta banyak hal darimu. Aku hanya minta waktu luang darimu. Semenjak kau jadi Dokter, waktumu bersamaku semakin kurang. Dan kau tidak menyadari itu."
"Sehun kau menyalahkan pekerjaanku?"
"Sudahlah. Jangan hubungi aku setelah ini. Lakukan saja pekerjaanmu."
Sehun mematikan panggilan itu secara sepihak. Sehun benar-benar kesal dibuatnya. Entah kenapa, Sehun merasa bahwa hubungan dia dan Yoona semakin jauh. Semenjak mereka memiliki pekerjaan, tidak, semenjak Yoona lulus dari sekolah Kedokteran dan mendapat dinasnya, Yoona semakin sibuk dengan pekerjaannya.
Sehun Sebenarnya tidak pernah menuntut seperti ini, karena Sehun tau bagaimana pekerjaan dari sang dokter itu sendiri. Karena kakaknya sendiri adalah seorang dokter.
Tapi Sehun tidak pernah melihat kakak sesibuk itu. Sesibuk-sibuk kakaknya, kakaknya pasti meluangkan waktu bersama istrinya.
Ah~daripada memikirkan Yoona, bukankah lebih baik dia menghabiskan waktu sendiri? Setidaknya rasa lelahnya terbayarkan.
Laki-laki itu membereskan meja kerjanya dan mulai keluar ruangannya.
Sehun menuju parkiran dan mulai menjalankan mobilnya. Malam ini, ia akan menghabiskan waktunya di Bar. Tak peduli jika nanti Yoona marah. Toh, Yoona juga tidak peduli. Bukankah Yoona akan lebih peduli sama pekerjaannya, bahkan jika Sehun mati pun Yoona tidak khawatir terhadap dirinya.
Sehun memasuki bar dan menuju bartender kemudian meminta satu gelas minuman beralkohol itu.
Satu teguk minuman alkohol tersebut ternyata membuatnya sedikit lebih rilex. Tidak semarah tadi.
Beberapa menit berlalu, Sehun masih dengan kesadarannya. Ia tidak pernah mabuk saat minum, mungkin agak sedikit pening, tapi tiba-tiba datang seorang wanita dengan pakaian ketat dan wajah sedikit muram namun terlihat sekali memaksakan senyumnya.
"Hai, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya."
Sehun tidak merespon, apalagi sekedar melihatnya saja Sehun enggan.
Wanita itu meminta satu botol minuman beralkohol tersebut pada penjaga bartender. Katanya dia minta yang lebih membuatnya mabuk berat.
"Kau pasti ada masalah dengan kekasihmu kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
It's You (Tamat)
Cerita PendekBerawal dari patah hati karena baru saja diputus oleh kekasihnya, Lisa akhirnya memilih untuk bersenang-senang seperti biasa. Yaitu bersenang-senang di bar dan berakhir bertemu dengan seseorang. malam itu.... malam dimana ia bersenang-senang dan men...
