Sebelum kalian baca ini, aku mau bilang makasih banyak ya🥺. Cerita aku yang ini udah 100 vote🥺. Makasih banyak karena udah luangin waktu buat baca cerita aku yang tidak seberapa ini.
Stay safe everyone.
Happy reading 💝💝
Sehun yang baru saja menuju parkiran tiba-tiba mendapat panggilan dari sang kekasih. Sehun segera mengangkatnya
"Sayang..."
"Sehun bantu aku. Adikku pergi dari rumah. Aku tidak tahu harus mencarinya dimana."
"Kalian bertengkar?"
Isakan Yoona terdengar dari seberang sana.
"Kita tidak bertengkar, melainkan ibuku."
"Shhhh, jangan menangis. Aku akan segera kesana."
Sehun segera masuk mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Sepertinya, mereka punya masalah yang cukup berat. Ini adalah pertama kalinya Yoona menghubunginya perihal keluarganya. Selama ini Yoona hanya cukup bercerita. Tidak sampai dengan salah satu dari mereka yang pergi dari rumah seperti ini.
Pasti masalahnya cukup berat.
Lima belas menit kemudian, Sehun tiba dan Yoona langsung masuk dengan mata merah dan wajah yang terlihat khawatir.
"Kau sudah menghubunginya?" Tanya Sehun sembari menjalankan mobilnya.
Yoona mengangguk, "tapi tidak diangkat teleponnya."
"Mungkin ponselnya dalam mode silent jadi dia tidak tahu kalau kau menghubunginya." Ucap Sehun seraya menenangkan Yoona.
"Bagaimana kalau dia tidak mengangkat teleponnya? Aku pasti tidak bisa menemuinya." Yoona semakin menangis sesenggukan. Dia begitu takut, adik satu-satunya kenapa-kenapa. Lisa tengah mengandung, dan cukup berbahaya jika bepergian seperti ini.
Sehun meraih tangan Yoona dan tersenyum tipis, "tenangkan dirimu. Yakin bahwa adikmu baik-baik saja. Aku yakin dia pasti tidak pergi jauh dari sini. Tenangkan dirimu dulu." Sehun mengusap kepala Yoona agar wanita itu biar lebih tenang dan rilex.
Yoona menghubungi Lisa sekali lagi, tapi hasilnya tetap sama. Lisa tidak menjawab teleponnya sama sekali.
Yoona semakin kalut saat nomor yang ia hubungi berkali-kali tidak diangkat. Bahkan genggaman tangan dari Sehun pun tak berpengaruh sama sekali. Isakan itu malah menjadi-jadi.
"Lisa-ya"
Sehun yang mendengar nama itu langsung berhenti mendadak alhasil membuat keduanya tersungkur kedepan. Beruntung wajah mereka tidak mengenai dashboard.
"Sehun, ada apa? Apa yang terjadi." Wajah merah itu tampak syok karena Sehun yang berhenti mendadak.
"Kenapa berhenti seperti itu? Kau bisa membunuh kita berdua?" Omel Yoona dengan suara yang bergetar.
Sehun yang mendengar nama yang barusan Yoona katakan membuat Sehun begitu terkejut hingga ia harus mengerem mendadak agar ia bisa memastikan bahwa nama yang Yoona sebut tadi salah. Bukan nama yang ia cari-cari selama ini.
"Sehun,"
Sehun tersentak saat Yoona menyentuh lengannya. "Y-ya?" Sehun seperti orang kebingungan.
"Ada apa? Kau punya masalah?"
"Tidak ada. Aku baik-baik saja. Tadi ada sesuatu yang lewat didepan. Makanya aku kaget. Maafkan aku." Sehun memaksakan senyumnya.
Lalu melajukan mobilnya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's You (Tamat)
Historia CortaBerawal dari patah hati karena baru saja diputus oleh kekasihnya, Lisa akhirnya memilih untuk bersenang-senang seperti biasa. Yaitu bersenang-senang di bar dan berakhir bertemu dengan seseorang. malam itu.... malam dimana ia bersenang-senang dan men...
