Bab ini ada untuk melepas rindu📈📉📈📉📈📉📈📉📈📉📈📉
BISMILLAH 💗
CEK, KALIAN BACAA INI JAM BERAPAA?
FOLLOW & VOTE
MASA BACAA DOANG SIH :(
Selamat membacaa, semoga sukaa Aamiin.
9. RUANG UNTUK YANG DIRINDUKAN
Setiap kalimat yang ku tulis, enggan ku beri titik pada akhirnya. Agar tentang mu tidak sebentar, tapi lama, menemaniku selalu.
**
Angkasa Naufal Merapi.
Sekala Bumi Sagarmatha, Argarimba Alaska, Bara Bintang Tenggara, Razi Orion Vega, Rama Alpha Apollo, Bobby Almero.
Bara membaca deretan nama pada salah satu video SMAnya. Lepas dari kampus tadi, laki-laki itu memilih pulang ke rumahnya dan berakhir duduk di depan laptopnya.
Mouse laptop itu, Bara gerakkan, ia mengklik tombol play, sehingga video itu terputar, yang secara langsung semesta laki-laki itu hanyut dalam tontonannya.
"Bagi pop ice lo, dong, gerah nih," kata Bara pada Alaska yang terlihat riang gembira mendapatkan pop ice dari Vana, pacarnya.
"NGGAK MODAL," teriak Bobby yang sedang menyeruput mie bakso. Lalu terbatuk-batuk setelahnya, "Ohoo—ohhoo."
"Hahaha, makanya, Bob, nggak boleh sekate-kate, Tuhan bersama manusia-manusia tersakiti," balas Bara, cengengesan.
Lalu dari arah kanan seorang laki-laki dengan pakaian SMA muncul, seperti biasa, dia selalu ganteng meski pakaiannya tidak pernah rapi.
"Say halo dulu dong, Sa. Kali aja YouTube gue ada kemajuan, kan lo ganteng, haha," ujar Bara pada Angkasa yang menatapnya datar.
Angkasa mengangkat kedua bahunya, enggan meladeni Bara, lalu laki-laki itu mengambil posisi duduk di samping Razi.
"Zi, say hello, atau paling nggak lo senyum dah ke kamera," ajak Bara pada Razi tapi juga tidak diladeni oleh laki-laki itu.
Bobby yang sejak tadi menjadi pengamat karena tidak ingin mendapatkan karma seperti tadi, kembali berucap, "Sampe durasi berjam-jam tuh vlog nggak akan ada episode Angkasa atau Razi say hello, Bar. Serius, percaya sama gue. Udah ye."
"Berusaha adalah hak setiap insan," balas Bara, optimis.
"Tau diri adalah tamparan paling nyata," ledek Bobby.
Tidak lama, WAZEB kemudian bertambah ramai, selain karena anggota SATROVA BESAR mulai berdatangan, juga Aurora yang ada di antara mereka.
"Lagi ngapain, Bar?" tanya Aurora pada Bara, lensa kamera yang ada di tangan Bara ia arahkan pada perempuan berbandana biru itu.
"Say hello, Ra."
"Hai, aku Aurora," kata Aurora sembari tersenyum pada kamera itu.
"Masya Allah cantik banget," puji Bara, spontan.
Tidak lama, sosok Angkasa Naufal Merapi bergabung pada video itu, dia berdiri di samping Aurora sembari menatap kamera yang ada di depan mereka. "Mohon maaf, Bor. Gue tadi keceplosan, tapi emang cantik sih, cewek kita."
"Mau duel dimana, Bar?" tanya Angkasa dingin, ketika mendengar kata akhir pada ucapan Bara barusan.
"Cewek lo, okay, sip."
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA AURORA
Teen Fiction"Tuhan, ajak dia bahagia lagi." -Angkasa Naufal Merapi Kisah ini tentang sebuah epilog yang dimulai kembali. Yang menyedihkan, yang menyakitkan, katanya, biarlah hidup dalam kemarin saja. Hari ini dan selanjutnya, tugasmu untuk merangkul bahagia. ...
