"Tuhan, ajak dia bahagia lagi."
-Angkasa Naufal Merapi
Kisah ini tentang sebuah epilog yang dimulai kembali. Yang menyedihkan, yang menyakitkan, katanya, biarlah hidup dalam kemarin saja. Hari ini dan selanjutnya, tugasmu untuk merangkul bahagia.
...
Seseorang adalah sebuah ruang tentang hati dan patahnya. **
KEPADA SELURUH PESERTA LABORATORIUM FISIKA AGAR SEGERA MENGAMBIL LAPORAN LENGKAPNYA PADA LOKER UMUM BERDASARKAN URUTANNYA.
Aurora dan Salsa membaca announcement yang ada di papan informasi Laboratorium. Kemudian melanjutkan langkahnya sesuai arahan yang dianjurkan.
"Seminggu lagi, kita libur nih, Ra," kata Salsa."Semester depan udah jadi senior."
Kampus merah putih sekarang memang memasuki masa-masa ujian dan pengumpulan tugas. Makanya tidak heran, suasana kampus cukup ramai oleh kesibukan individu-individu yang ingin menuntaskan nilainya yang belum lengkap.
"Ih, kok laporan gue belum di ACC plus?" tanya Salsa saat mendapati laporannya di loker mahasiswa.
Aurora segera membuka laporannya. Memeriksanya juga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aurora tersenyum, "Jadi gimana, Sal? Lo mau kerja laporan lo itu dimana?"
"Em, di Kosan gue aja, supaya lebih efektif. Di perpustakaan umum kayaknya udah nggak ada meja yang kosong," jelas Salsa.
"Jadi, kita pulang aja?"
Salsa mengangguk, "Iya."
Di halte Fakultas itu, dari kejauhan banyak motor yang berbaris. Hal ini jadi pemandangan yang tidak pernah bagi Aurora maupun Salsa, karena memang ada parkiran khusus bagi mahasiswa, juga tempat tersendiri bagi kumpulan ojek maupun jasa transportasi.