17. SUATU MALAM PADA 29 MENYENANGKAN

178K 14.7K 22.9K
                                        

Bab 17, for u💗🪐

FOLLOW DAN VOTE DULUU BOR, RAMAIKAN JUGAA TIAP PARAGRAFNYAA

Selamat membaca, semogaa sukaa Aamiin.

17. SUATU MALAM PADA 29 MENYENANGKAN

Jika Bumi dan penghuninya sedang baik, berarti memang giliranmu untuk jadi bahagia. 

**

Suasana lapangan kota sedang sangat ramai karena adanya pasar malam yang digelar setiap tanggal dua puluh sembilan dalam setiap bulan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suasana lapangan kota sedang sangat ramai karena adanya pasar malam yang digelar setiap tanggal dua puluh sembilan dalam setiap bulan. Sekarang, Aurora, Vana dan seluruh inti SATROVA BESAR sedang berada di area ini. Mereka menghabiskan jalan-jalan pada hari terakhir di kota Makassar sebelum kembali berkelana dan sibuk dengan urusannya masing-masing lagi. 

"Gue jadi pengen jadi anak kecil lagi," kata Bobby ketika melihat banyak wahana permainan yang ada di depannya. Di sana banyak orang tua dan anak-anak yang sedang menikmati permainannya. 

"Tapi kok gue jadi pengen masuk rumah hantu ya," ucap Alaska lalu melirik Vana sembari tersenyum tipis. Vana hanya menatapnya balik, lalu memilih untuk tidak bersuara. 

"Mau apa, Ra?" tanya Bara pada Aurora. 

Aurora mengedarkan pandangannya. Mencari suatu wahana yang sejak dulu ia rindukan. Beberapa detik, mata perempuan itu berbinar, melihat bianglala yang terpatok cantik di hadapannya karena hiasan lampur warna-warni. "Gue kayaknya mau naik itu deh," tunjuknya.

"Njir, gue takut," timpal Bobby, "Gue nggak ikutan deh, Ra. Gue phobia ketinggian, nggak kuat banget." Razi menatap Bobby menyelidik, memang benar takut, karena kaki laki-laki itu tiba-tiba gemetar.  

"Yaudah, lo main itu aja, Bob." Bara menunjuk komedi putar yang sangat ramai oleh anak kecil. 

"Ye, lo pikir gue apaan bergaul sama bocah," kata Bobby. 

"Nggak papa, Bob, gabung aja, sekalian lo ngasih edukasi ke mereka tentang dewasa yang tidak menyenangkan jika malas belajar," sahut Sekala. 

"Astagfirullah, roastingnnya mantap banget, Ska," balas Bobby. 

Mereka kecuali Bobby kemudian berjalan ke arah ruang tiket bianglala. Membeli tiket untuk memenuhi kebutuhan sang ratunya agar ia senang malam ini. 

"Berapa, Pak?" tanya Bara kepada petugas wahana bianglala. 

"Untuk enam orang, seratus dua puluh ribu," jawab Sang petugas. Sebelum membayar, Bara menatap lima orang anak kecil yang sedang berdiri di samping ruang tiket, pakaian kelima anak itu terlihat kumal, tapi dengan riangnya berdiri menyaksikan beberapa wahana yang ada di depannya.

DIA AURORACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang