29. BAGIAN PALING TERAKHIR DARI KISAH PANJANG INI

272K 16.8K 19.5K
                                        

BISMILLAH, BAB TERAKHIR💗🪐

H-1 PRE-ORDER DIA AURORA

SIAP UNTUK WAR BESOK?

Apa kabar? Siap untuk membaca akhir kisah dari perempuan berbandana biru? Pelan-pelan ajaa ya bacanya.

KAMU TIM APA:

HAPPY ENDING? 

SAD ENDING? 

Oke, ambil posisi paling nyaman, jauhi keramaian, dan selamat memasuki bab paling terakhir dari cerita Dia Aurora.

Selamat membaca, semogaa sukaa Aamiin. 

29. BAGIAN PALING TERAKHIR DARI KISAH PANJANG INI

Untuk yang berteduh: hujan deras telah berhenti, selamat melanjutkan perjalanan untuk mendapatkan persinggahan yang semestinya.

***

Gedung Baruga yang terletak di sudut kiri Universitas Merah Putih, dipadati oleh para mahasiswa dengan atribut wisuda. Mereka memasuki ruangan dan duduk di kursi yang telah disediakan. Tepat hari ini, upacara sakral bagi mereka atas suksesnya dalam menyelesaikan pendidikan pada gelar sarjana, akan dimulai.

Di kursi bagian sayap kanan, Nula mengambil posisi. Laki-laki itu berpenampilan paling berbeda daripada biasanya. Dengan toga yang dia pasang, Nula duduk tanpa mengenakan masker atau scarf. Hari ini, dengan percaya diri, dia memperlihatkan bagaimana wajahnya yang selama ini laki-laki itu tutupi.

"Anak Bunda ganteng banget," puji Bunda yang berada di samping Nula, ikut meramaikan wisuda putra sulungnya bersama Hema.

"Gantengnya Abang." Hema ikut memuji. Hari ini, dia ikut senang karena kakak laki-laki satu-satunya yang setiap hari harus pulang larut karena kuliah, sebentar lagi fotonya dengan toga, akan terpanjang di ruang tamu.

Nula menarik senyum, senyum yang membuat beberapa orang di aula itu, ikut tersenyum juga. Seluruh perhatian seperti tertarik kepadanya meski dia hanya duduk dengan postur tubuhnya yang tegap. Luka di wajahnya yang selama ini sengaja ditutupi, terlihat tidak begitu berarti karena tampannya paras diri laki-laki itu. Dilihat dari segala sisi, Nula nampak sangat menawan dengan alis, mata, hidung, dan bibirnya yang terpahat sempurna.

Teman-teman yang melihatnya, cukup terkejut dengan penampilan laki-laki itu. Mereka bergantian memuji dan memandangi Nula. Tidak memedulikan itu, Nula menoleh ke kanan dan ke kiri, mata elangnya menyapu beberapa sudut yang masih bisa dia akses. Namun, seorang perempuan yang sejak tadi dia tunggu, tidak juga muncul.

Laki-laki itu meraih ponselnya. Dia berniat menghubungi Aurora untuk memastikan kedatangannya. Tapi, tiba-tiba perempuan itu lebih dulu mengirimkan pesan.

 Tapi, tiba-tiba perempuan itu lebih dulu mengirimkan pesan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DIA AURORACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang