Geonu yg sudah rapih dengan setelan jasnya langsung menghampiri sang istri di dapur. sebelum ia duduk, geonu menyempatkan diri untuk memeluk leher seola dan mengecup pipinya sebentar.
"Hari ini mau ikut mas ke kantor nggak dek?" tanya geonu sembari memperhatikan sang istri yg tengah berkutik mengambilkannya sarapan,
"Enggak deh mas, aku udah ada janji sama lena. Mau shopping sekalian main, boleh kan?" jawab seola meminta izin,
Geonu mengangguk mengerti, menerima piring berisi makanannya yg seola ulurkan padanya.
"Oh yaudah deh, jangan kemaleman ya pulangnya. Hati-hati juga, kalo ada om-om yg godain kamu bilang sama mas. Jangan mau dipegang-pegang, jangan mau kalo diajak ke hotel."
"Ih apaan sih mas, emngnya aku anak kecil yg gak tau begituan apa? Aku bisa jaga diri mas." dengus seola agak kesal, yakali mau diajak ke hotel sama om-om.
"Ya kan siapa tau aja, mas cuma ngingetin." kekeh geonu gemas, mencubit pipi kanna seola pelan.
⤵mas suami ; lee geonu⤴
Siang ini seola benar-benar sedang di pusat perbelanjaan bersama lena, mereka berdua masuk kedalam butik.
Awalnya seola hanya ingin mengantar lena saja, namun saat melihat banyaknya dress dan baju-baju dengan model yg baru membuatnya tergiur untuk membelinya juga.
"Len, ini bagus nggak." tanya seola sembari menempelkan sebuah dress ditubuhnya, dress pendek diatas lutut tanpa lengan yg berwarna baby blue itu terlihat sangat minim.
"Bagus sih, tapi yakin mau beli itu?" tanya lena tak percaya, menatap seola yg tampak sangat suka dengan dress itu. Bukan apa-apa, lena hanya tak percaya jika sahabatnya itu memilih dress yg terbilang sexy.
"Kenpa emngnya?"
"Gapapa sih, yaudah beli aja. Cocok buat lo, cantik." lena menggeleng sembari tersenyum tipis, positif thinking aja. Mungkin seola beli baju haram buat muasin geonu kan? Upss keceplosan. "eh lo udah belom? Gue udah nih." sambungnya
"Bentar len, gue mau beli kemeja buat mas nunu dulu."
"Yaudah gue ke kasir duluan ya, gue tungguin disana." ujaran lena hanya mendapatkan anggukan kepala setuju oleh seola, dia kemudian pergi ke kasir untuk membayar barang belanjaannya.
Sedangkan seola masih sibuk memilih-milik kemeja yg akan ia berikan pada sang suami, sepertinya dia memilih kemeja putih saja karena geonu hanya memiliki dua kemeja putih, sedangkan warna lainnya sudah banyak.
Setelah sudah menemukan ukuran yg pas, seola kemudian menyusul lena dan membayar semua barang belanjaanya. Hanya satu dress dan satu kemeja putih,
Jangan tanya berapa harganya, yg jelas bisa untuk membeli satu atau mungkin bisa dua buah sepeda motor. Tidak heran, mereka memang golongan konglomerat yg suka sekali membeli barang yg biasanya hanya sekali pakai saja.
"Seol, ngomong-ngomong tentang bang geonu. Gue boleh nanya sesuatu nggak?" tanya lena saat mereka berdua melangkahkan kakinya keluar dari butik itu,
"Kenapa?"
"Tapi kayaknya nggak sopan deh nanyain hal yg pribadi buat kalian berdua, nggak jadi deh hehe." jawabnya lalu menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kekeh
"Bau-baunya mau nanyain yg nggak-nggan nih pasti." balas seola, memutarkan bola matanya malas dengan perbincangan ini.
⤵[ TBC ]⤴
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haiii... How r u doing guys? Masih nungguin book ini update nggak? Ramein lah bestie..