Sore ini Winter dan Karina tengah membeli thai tea di dekat fakultas Karina. Thai tea itu terkenal enak seantero kampus, jadi mereka penasaran dan ingin mencobanya.
"Makasih, Mbak." Karina menerima pesanan dan membayar.
"Nih punya lo." Ia memberikan pesanan Winter.
"Mau minum di mana nih?" tanya Winter.
"Di gazebo gedung UKM aja."
Mereka segera berjalan menuju ke gedung camp UKM. Kemudian mereka duduk di gazebo sambil meminum thai tea mereka.
Menikmati sore hari di gazebo menjadi lengkap dengan adanya minuman yang enak. Ternyata benar kata mahasiswa lain kalau thai tea kampus memang enak. Winter akan sering membelinya.
"Masih jam setengah empat, pulangnya agak nantian aja ya. Nemenin gue bersantuy, lagi males pulang cepet nih," ucap Karina.
"Oke bestiiiiiii...." Winter mengacungkan jempolnya di depan muka Karina.
"Oh iya, ada gosip apa hari ini?" tanya Karina.
Winter memutar bola matanya. "Kebiasaan, gak bisa ya lo puasa gibah." Karina hanya menunjukkan deretan giginya yang rapi.
"Eh, btw ada sesuatu yang mau gue omongin nih." Winter membuat rasa penasaran Karina meronta-ronta.
"Apaan?"
"Kan kemarin gue ke perpus sama Jeno, di perpus dia bilang ke gue kalo mulai hari ini dia bakal anter jemput gue kuliah," jelas Winter.
"Bagus dong." Karina tampak senang.
"Tapi gue gak enak sama dia."
"Kan dia yang pengen anter jemput lo, bukan lo yang maksa, jadi fine aja."
Benar apa yang dikatakan Karina. Memang Jeno yang meminta, bukan Winter. Winter menganggukkan kepalanya. Wajar saja kan jika sepasang kekasih selalu berangkat dan pulang kuliah bersama?
Telinga kedua gadis itu mendengar suara alat musik dari gedung camp UKM dan membuat mereka menjadi penasaran.
"Lo denger gak?" tanya Karina.
"Denger. Liat yok," ajak Winter.
"Gak ah, itu pasti dari UKM band. Kita gak kenal sama mereka."
"Gue kenal salah satunya, ayok." Winter menarik tangan Karina dan mereka berdua berjalan menuju suara itu berasal.
Ruangan F-5, itu adalah untuk UKM band. Winter dan Karina sudah berdiri di depan pintu ruangan yang tertutup.
"Ketok gih," suruh Karina.
Winter segera mengetuk pintu. Beberapa detik kemudian pintu terbuka, menunjukkan seorang pemuda berambut cokelat dengan mengenakan kaos crop dan celana loose jeans.
"Halo, selamat datang di UKM band. Ada yang bisa saya bantu?" ucap pemuda itu dengan nada ceria.
Karina dan Winter terdiam, mereka tidak tahu akan mengatakan apa. Kemudian seorang pemuda dari dalam ruangan berjalan menuju pintu. "Siapa?" Pemuda itu bertanya kepada pemuda satunya.
"Ini ada dua cewek cantik dateng," jawab pemuda dengan kaos crop itu.
"Eh, Winter?" ucap pemuda dengan hoodie putih itu.
"Hai," sapa Winter dengan cengirannya.
"Ayo masuk," ajak pemuda yang ternyata adalah Cya.
Winter dan Karina memasuki ruangan. Ruangan itu berukuran 3x3. Di dalamnya ada banyak kabel, speaker, dan tentu saja alat musik. Alat musik itu hanya ada drum, gitar akustik, gitar listrik, piano, dan bass. Terdapat juga dua microphone.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUCID DREAM 2: UNIVERSE
FanfictionSetelah mimpiku menjadi nyata, dia muncul kembali. Menggali semua yang telah terkubur dalam memori. Dia seperti bintang jatuh yang indah dan mengejutkan, namun dia terlihat di waktu yang salah. -Kim Winter #2 luciddream (7 Maret 2022) #3 weus (5 Jan...
