Siganeul ttara georeumyeon
Jogeumssik gati georeumyeon
Eodie isseodo hamkkeil su issgessji
Neowa na
Jamsi dongan gyeote meomulleossdeon
Neoui ttaseuhami namaseo
Bamsaewo jamdeul su eopsneungeol
.
.
.
.
Jika kita melewati waktu bersama
Jika kita melewatinya sedikit demi sedikit
Di mana pun kita berada
Kita selalu bersama
Kau dan aku
Meski hanya sebentar di sampingku
Kehangatanmu masih terasa
Aku tidak bisa tidur sepanjang malam
.
.
Winter duduk di salah satu kursi yang berada di depan gedung fakultasnya yang kebetulan juga merupakan gedung rektorat. Karena gedung biru itu adalah gedung penting, maka tidak heran jika Fakultas Ilmu Budaya itu sangat ramai. Orang-orang berlalu-lalang masuk keluar gedung mulai dari mahasiswa, dosen, karyawan, hingga orang-orang yang berkepentingan.
Jam tangannya menunjukkan pukul dua lebih lima puluh. Ia beberapa kali mengirim pesan kepada Jeno, tetapi tidak dibalas. Mungkin pemuda itu sedang berada dalam perjalanan.
Tiba-tiba saja ponselnya bergetar, ada yang memanggilnya. Nama Karina tertera pada layar, segera saja ia mengangkat panggilan itu.
"Halo, kenapa, Rin?" tanya Winter.
"Lo lagi di mana?"
"Gue di gedung FIB. Kenapa?"
"Lo mau ketemuan sama Jeno?" tanya Karina di seberang panggilan.
"Iya, ini gue lagi nunggu dia," jelas Winter.
"Oke deh. Tadinya gue mau ngajak lo beli boba, tapi lain kali aja deh kalo ada diskon lagi."
"Sorry, Rin. Tapi kalo lo lagi pengen boba, gue tau kok boba yang lagi diskon di deket rumah gue. Enak sih boba di situ. Nanti malem gimana?"
"Wah nanti malem gue disuruh nemenin bocil di rumah. Besok aja deh."
"Besok gue juga bisa kok, kan tempatnya deket rumah."
"Oke, besok gue langsung ke rumah lo biar bisa ke lokasi bareng."
Panggilan terputus. Beberapa saat kemudian sebuah motor berhenti di depan gedung biru itu. Itu Jeno! Winter berlari kecil ke arah kekasihnya itu dengan senyum cerah. Ia mengenakan helm yang dibawa Jeno dan menaiki motor besar itu. Kemudian Jeno menancap gas keluar gerbang.
....
Sepuluh menit telah berlalu dan mereka sudah memasuki salah satu mall yang dekat dengan kampus Winter. Hari ini mereka akan menghabiskan waktu bersama untuk bermain.
Mereka naik ke lantai tiga dan memasuki timezone. Jeno mengisi kartu miliknya untuk bermain. Sebenarnya Winter juga ingin mengisi kartunya karena ia tidak enak jika menggunakan kartu milik Jeno, namun Jeno tidak melarangnya menggunakan kartunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUCID DREAM 2: UNIVERSE
FanficSetelah mimpiku menjadi nyata, dia muncul kembali. Menggali semua yang telah terkubur dalam memori. Dia seperti bintang jatuh yang indah dan mengejutkan, namun dia terlihat di waktu yang salah. -Kim Winter #2 luciddream (7 Maret 2022) #3 weus (5 Jan...
