Red Sun

91 16 18
                                        

Satu minggu penuh Winter giat berlatih paduan suara dan kolaborasi untuk acara ulang tahun kampus. Ia menjadi tidak enak dengan Jeno karena telah membuat pemuda itu menjemputnya setiap sore.

"Halo," suara Winter mengangkat telepon dari Jeno.

"Besok latihan lagi?" tanya pemuda itu dari seberang.

"Iya." Winter menurunkan nada suaranya.

Hening sejenak. Winter belum mendengar jawaban kekasihnya itu. Ia duduk di balkon rumahnya sambil menatap langit yang dipenuhi oleh bintang.

"Kamu kenapa?" Jeno bertanya.

"Gak papa. Kenapa tanya gitu?"

"Kayaknya kamu capek."

Salah. Tebakan Jeno salah. Winter tersenyum. "Aku minta sesuatu boleh?"

"Boleh dong. Emangnya kamu minta apa?"

"Aku minta kamu gak usah jemput aku sampek acara ulang tahun kampus."

Jeno mengerutkan dahi. "Kenapa?"

"Aku gak enak sama kamu. Soalnya aku setiap hari latihan sampek sore. Nanti mungkin aku naik ojol atau gonceng Karina, kan rumahnya searah sama rumahku jadi bisa nurunin aku dulu."

"Tapi-"

"Tolong. Aku tahu kamu juga ada kegiatan di kampus. Aku gak mau kamu capek. Kalo capek nanti kamu sakit."

Jeno menghela napas. Lalu tersenyum. Meski ingin sekali menolak permintaan Winter, ia memilih mengalah. Ia tahu gadis itu juga mengkhawatirkannya. Jujur ia juga sering merasa lelah karena jadwalnya yang mulai padat.

"Oke. Aku turutin kemauan kamu. Tapi sampek acara aja, kan?"

"Iya."

....

"Whats up, Brader!" Suara Jaemin memekakkan gendang telinga Jeno sehingga ia sampai sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga.

"Jadi gini-"

"Oh gue tahu! Lo mau curhat, kan?"

Jeno memutar bola matanya. Bagaimana sahabatnya itu bisa tahu? Baguslah, ia tidak perlu berbasa-basi lagi.

"Tadi Winter minta gue buat gak jemput dia lagi."

"Kenapa?"

"Gue juga gak tahu. Dia bilang kalo gue gak usah jemput dia sampek acara konsernya."

"Aneh. Terus kalo lo gak jemput, dia pulangnya gimana dong?"

"Dulu sih dia suka naik ojol. Mungkin dia mau naik ojol lagi kayak biasanya."

"Terus lo iyain aja gitu?"

"Ya mau gimana lagi. Dia minta gitu."

"Konsernya kan seminggu lagi. Lo gak usah khawatir. Sabar aja."

"Ya gimana gue mau sabar. Gue takut dia jadi tambah deket sama temennya itu."

"Wah bener juga. Lo hubungin dia aja terus. Tapi gue yakin sih Winter gak bakal selingkuh."

"Lo yakin, tapi gue gak yakin."

"Apa yang bikin lo gak yakin? Lo ngerasa kalah ganteng sama temennya?"

"Bukan gitu."

"Yaudah santai aja. Percaya sama gue, dia gak bakal selingkuh."

Yang dikatakan Jaemin mungkin benar. Jeno tidak usah khawatir dengan Winter. Lagipula Winter dan Cya hanya berteman, tidak akan ada yang terjadi di antara mereka. Ia yakin itu.





🌸🌸🌸🌸

Halo semua^^
Maaf banget bab ini pendek dan lama gak update😭
Semoga kalian gak lupa alurnya ya😅
Jangan lupa vote, komen sebanyak-banyaknya, dan share ke temen-temen kalian ya^^
Terima kasih🙏

LUCID DREAM 2: UNIVERSECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang