Satu hari sebelum hari pernikahan.
Semua anggota keluarga Arthemavia di sibukkan untuk menghias semua pekarangan rumah besar Arthemavia.
Pernikahan ini akan di adakan di samping rumah besar Arthemavia karna halaman nya yang luas juga rumput hijau yang lebat.
Sedangkan Athea, ia duduk di balkon seraya mengamati orang orang yang berlalu lalang untuk mendekor panggung dan pekarangan rumah dengan memakan potongan buah naga.
Tangan Athea mengepal tiba tiba, saat merasakan sakit di ulu hati nya. Tangannya terangkat memukul dada nya pelan untuk menghilangkan rasa sakit.
Entah kenapa, firasat gue buruk banget
"Akh" Memekik pelan, Athea meneguk segelas air hingga tandas lalu meraih ponselnya dengan susah payah.
Dirinya mendial nomor Samuel, hingga beberapa detik hanya suara operator yang keluar. Tidak aktif!
Athea beralih menelpon Marvel hingga dua kali. Namun, seperti Samuel, hanya suara operator lah yang keluar.
"Kenapa mereka gak bisa di hubungi?" Gumam Athea, dirinya tak sadar telah meneteskan air matanya.
Kenapa dada gue sakit banget, Ya Tuhan
Di bawah balkon kamar Athea, ada Calista yang sedang mengecek persediaan makanan kembali.
Iseng menengadahkan wajahnya, mata Calista langsung membulat sempurna saat melihat Athea tersedak dengan hebatnya lalu memuncratkan darahnya.
Calista meletakkan semua benda yang berada di tangannya, dengan langkah cepat. Dirinya berlari menghiraukan teguran Theo untuk jalan pelan pelan dan tatapan bingung dari semua keluarga Arthemavia.
"Ck, gadis itu" Desis Theo mengikuti Calista dengan sedikit berlari.
Sampai di kamar Athea, Calista langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Karna sekarang ini tidak penting!
Dirinya langsung menghampiri Athea yang terjatuh dari kursi. Calista membantu Athea berdiri lalu mendudukkan Athea di sofa terdekat.
"Kak... Ada yang sakit? Mana?" Ucap Calista khawatir dengan meneliti wajah Athea yang berantakan serta noda darah mengotori pipi serta dagu nya.
"Cal, tenang aja, ya? Gue baik baik aja kok..." Senyum tipis Athea berikan pada Calista supaya gadis polos itu tenang.
Namun, tidak. Calista mengerutkan keningnya dengan tatapan tajam ia layangkan pada Athea.
"Kakak bilang apa?" Sentak Calista refleks berdiri dan memandang tajam Athea.
"CAL!!"
Atensi Calista serta Athea jatuh pada pemuda dari kekasih Calista, Theo.
Theo dengan wajah memerahnya melangkah nendekati Calista, dirinya akan mendorong pelan gadisnya namun di cegah Calista.
"Debatnya jangan sekarang! Lihat kondisi Kak Athea, Kak!" Ucap Calista seraya menunjuk Athea yang tengah menundukkan kepalanya.
"Kondisi apa, sih, Cal?" Balas Theo sesudah melihat Athea yang menundukkan kepalanya.
Calista berdecak keras, menaruh jari telunjuk nya ke bawah dagu Athea mendongakkan kepalanya Kakak Athea nya itu.
"Lihat!! Kakak lihat, kan?" Ujar Calista dengan rahang mengeras. Sungguh, dirinya tak punya banyak waktu jika kondisi Kak Athea nya mengkhawatirkan.
Theo membeku setelah melihat noda darah di sekitar kedua pipi Athea. Dengan cepat, ia menggendong Athea ala bridal style. Melangkah lebar keluar dari kamar Atgea diikuti Calista di belakang nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dahlia To Athea
JugendliteraturDahlia Amanda Deandra adalah gadis muda yang berumur 19 tahun. Dirinya sekarang menempuh pendidikan di perkuliahan. Sikapnya random namun lebih dominan dingin dan acuh dengan sekitarnya. Entah bagaimana bisa, saat Dahlia menyebrang jalan, sudah dir...
