*Alexa's POV
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah hampir 1½ bulan aku dekat dengan the boys, zayn, dan tentunya ezra, ezra sering mengantar jemputku setiap hari, dia baik sekali, aku sungguh berhutang budi dengannya.
Drrttt.... Drrttt.... zayn menelpon ku
"Hallo"
"Lexa, kita jadi pergi kan?"
"Yaa.. kita ketemuan dimana?"
"Di caffe dekat big ben, kau tahu kan?"
"Ya aku tahu, yasudah aku berangkat sekarang ya, sampai jumpa disana"
"Ya, sampai jumpa"
Sudah 3minggu aku tidak bertemu dengan zayn, makanya kita merencanakan untuk pergi bersama hari ini.
Aku sudah tiba di caffe yang dimaksud zayn, namun aku tidak melihat dirinya, jadi kuputuskan untuk duduk dikursi yang dekat dengan kaca, itu memang tempat favoriteku, karena aku bisa melihat orang berlalu lalang dijalanan. Aku memesan hot cappucino sambil menunggu zayn datang. "Hey.. sudah lama menunggu?" Tanya zayn tiba tiba datang. "Hmm tidak, aku baru datang" jawabku. Aku melihat ada yang berbeda dari zayn, oh astaga... dia memotong rambutnya dan mengubah bentuknya menjadi berjambul lagi, dan dia juga mencukur brewoknya itu. Astaga.... dia sangat tampan. Tapi mengapa dia tidak menyamar ya?? Oh mungkin karena disini sepi. "Kenapa kau memandangiku seperti itu? Aku tahu aku ini tampan, tapi tidak usah memandangiku seperti itu dong" ujarnya menyadarkanku dari lamunanku. "Eh hm ti-tidak, ah lupakan" ucapku gugup sambil mengangkat tanganky satu ke udara. "Hahaha baiklah, kau suda memesan sesuatu?" Tanya nya. "Iya aku sudah memesan minuman" jawabku. "Oh.. yasudah abis minum nanti kita langsung jalan ya" ujarnya dan aku mengangguk.
-SKIP
Zayn membawaku ke suatu tempat, tapi ini bukan mall, area bermain, teater bioskop, atau taman kota, ini adalah hutan. Zayn keluar dari mobil dan dia membukakan pintu mobilnya untukku. Dia menarik tanganku lembut, kami berjalan menyusuri hutan. Aku bingung mengapa zayn membawaku kesini, aku menyerbunya dengan berbagai pertanyaan "Zayn... kita berjalan sudah cukup jauh lho, memangnya kita mau ngapain kesini? Kau tidak akan menculik lalu membunuhku kan?" Tanyaku dengan polosnya. "Hahahaha.... apa kau gila hah? Tapi.. kau benar, aku akan membunuhmu" ujar zayn yang berhasil membuatku ketakutan.
*Zayn's POV
Hahaha yang benar saja, mana mungkin aku membunuhnya, gadis yang kusuka. Jujur, aku memang menyukainya sejak awal, dan aku sengaja membawanya kesini karena aku ingin memberinya sebuah kejutan. "Zayn... jangan membuatku takut" ujarnya ketakutan. "Hahaha, aku tidak mungkin membunuhmu alexa, aku hanya bercanda. Dan sebentar lagi kita akan sampai" ujarku kepadanya sambil tersenyum dan mengeratkan genggaman tanganku dan tangannya.
Sedikit lagi kami akan sampai di tempat yang kumaksud, hutan yang tertuju langsung dengan pantai yang sangat indah, aku mengetahui tepat ini sudah lama, namun baru alexa yang pertama kuajak kesini.
"Zayn mana? Katanya sebetar lagi sampai, kau jang-- oh my god, it's a very beautiful" ujarnya kagum sambil menutup mulutnya. "Kau suka?" Tanyaku. "I-I'm very very like this" jawabnya sambil loncat lancat dan berlari memelukku, astaga... aku bahagia melihatnya seperti ini. "Thank's zayn, aku sangat senang sekarang, bagaimana bisa kau mengetahui tempat sekeren ini?" Tanyanya. "Sama sama lex, aku senang jika kau senang. Aku tidak sengaja mengetahui tempat ini, namun jija kujelaskan sekarang sangat lah panjang" ujarku kepada alexa. Dia menarik tanganku ketepi pantai, dia melepas alas kakinya dan begitupun aku, kami berjalan ditepi pantai sambil merasakan hembusan air yang menimpa kaki kami. Kami berdua duduk dan bermain air, ini sangat seru dan menyenangkan.
Matahari akan tenggelam sedikit lagi, aku dan alexa masih disini, dia duduk tepat disampingku, menyenderkan kepalanya kebahuku dan menggenggam erat tanganku, ini sangat romantis bagiku, entah mengapa aku selalu menganggap hal hal keci yang manis itu sebagai hal yang romantis. Aku ingin mengungkapkannya sekarang, namun.. aku takut, jadi ku urungkan niatku kembali. "Zayn aku sangaaaaat bahagia, terimskasih untuk semuanya" ujarnya tiba tiba. "Yaa alexa, aku juga bahagia" jawabku. "Zayn, apakah aku boleh minta sesuatu?" Ujarnya. "Ya, jika aku bisa mengabulkannya maka akan aku kabulkan, kau memang mau minta apa?" Tanyaku. "A-a-aku ingin kau kembali ke one direction, please....." ujarnya, aku sempat kaget, namun aku bisa menormalkan lagi diriku. "Apa kau mau?" Tanyanya lagi dengan wajah memelas, oh stop jangan seperti ini alexa, please hentikan, aku tidak akan tega jika menolaknya kalu seperti ini. "Zaynnn...." panggilbya lirih dan menangkup wajahku dengan kedua tangannya, menatapku dengan tajam namun memelas, astaga... hentikan ini. "Kumohon.." ucapnya lagi, okay aku menyerah. "Baiklah, aku akan kembali ke one direction, tapi bagaimana dengan pihak management 1D?" Ujarku. "Kau serius? Kau tidak usah memikirkan soal itu, mereka semua biar aku yang urus" ucapnya dengan semangat. "Hmm ya baiklah" jawabku. "Aaaaa terimakasih zayn, aku sangat senang, aku menyayangimu zayn.. aaaa" ucapnya berteriak dan langsung memelukku, aku membalas pelukannya dan mencium puncak kepalanya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yeay akhirnya zayn balik ke 1D, ga sia sia dah usahanya si alexa, seneng gw jadinya. But ini belum selesai loh ya...
Hahaha ini cerita emang ga jelas, sesuai sama yang bikin, jadi maklumin aja ya, gw bikin ini karena gw hanya menyalurkan hobby dan naaf kalo ada kata kata yang typo.
Please vomment guys, and thanks yang udah mau baca ff gw :)
*Salam ditectioners & amazayn
