32. Where Are You??

402 33 0
                                        

*Author POV

"Kau..." ucap alexa kaget. "Ya aku, kenapa?" Ujar lelaki itu sambil jalan menuju alexa dan langsung duduk di samping alexa. "Kau kenapa bisa tau bahwa aku ada disini huh?" Tanya alexa. "Dengan cara mengikutimu" jawabnya polos. "Ezraaaa.... kenapa kau mengikutiku??? Bahkan aku saja tidak memberitahu carter bahwa aku ada disini, agar aku bisa menyendiri" ucap alexa kesal. "Tenangkanlah dirimu lex, aku khawatir jika kau sendirian dalam keadaanmu yang seperti ini. lihatlah dirimu, kau begitu kacau, dan juga...." ujar ezra. "Dan juga apa?" Tanya alexa penasaran. "Dan juga jelek, kau sangat amat jelek sekarang, wlee" ucap ezra sambil menjulurkan lidahnya. "Kau menyebalkan ez, lihat ini" ucap alexa lalu mengelitiki ezra, ezra tertawa tebahak bahak, dan itu membuat alexa senang dan terua mengelitiki ezra.

Ezra, lelaki itu lah yang selalu ada bersama alexa, senang maupun sedih, namun sayangnya alexa hanya menganggap ezra sebagai sahabat. Menyedihkan bukan? Tapi itulah kenyataannya.

"LEX HENTIK HAHAHAHAHAN CUKUP HAHAHAHA AKAN KU BALAS KAU NAN HAHAHATI" ujar ezra sambil terus tertawa. "Kau akan apa mr.Carl??" Goda alexa sambil terus dan terus mengelitiki ezra. Ezra jatuh dalam posisi terlentang dan tanpa sengaja alexa jatuh juga dalam posisi diatas tubuh ezra. Mereka berdua saling tatap menatap, ada sebuah kebahagiaan didalam hati ezra, tapi... tidak untuk alexa.

"Everybody wanna steal my girl

Everybody wanna take her heart away

Couple billion in the whole wide world

Find another one 'cause she belongs to me" nada dering panggilan masuk handphone nya alexa

"Maaf aku tidak sengaja. Tunggu, sahabatku menelponku" ucap alexa lalu bangkit berdiri dan segera mengangkat teleponnya jullia.

"Hallooo" ucap alexa.

*Alexa's POV

"ALEXA APAKAH KAU SUDAH GILA? KAU PERGI DISAAT AKU MENGINAP DIRUMAHMU? DISINI HANYA ADA AKU DAN CARTER, AKU TIDAK ENAK DENGANNYA JIKA TIDAK ADA KAU, KAU SUNGGUH MENYEBALKAN" astagaa.... mengapa wanita ini sangat menyebalkan.

"JULLIA! BISA KAH KAU TIDAK BERTERIAK TERIAK! KAU ANGGAP SAJA ITU RUMAHMU SENDIRI. CARTER TIDAK AKAN BERANI BERBUAT YANG ANEH ANEH DENGANMU. KU YAKIN ITU" teriakku tak mau kalah.

"KAU BENAR BENAR GILA ALEXA, BAGAIMANA AKU BISA MENGANGGAP RUMAHMU ITU RUMAHKU SENDIRI SEDANGKAN KAU TAK ADA DISINI. JIKA KAU TIDAK MAU AKU BERTERIAK, PULANGLAH SEKARANG" teriak jullia lagi, dia benar benar membuatku kesal, mengapa sifat keras kepalanya tak pernah hilang.

"KAU YANG GILA JULLIA BOUCHIER!!!" teriakku.

"Okay okay, berhentilah berteriak. So.. kau sekarang ada dimana? Dan bagaimana kabarmu?" Tanya jullia.

"Kau tidak perlu tau aku ada dimana. Yang jelas aku baik baik saja. Kau tau?? Aku bukanlah anak kecil lagi, jadi aku bisa menjaga diriku sendiri" ucapku kepada jullia sambil meliril ezra, dan tenyata dia sedang memperhatikanku dan memperlihatkan wajahnya yang seperti mengejek, memang menyebalkan.

"Baiklah, tapi aku mohon kau pulang secepatnya ya, aku khawatir pada nu lex" ujar jullia yang berhasil membuatku terharu dengan kata katanya.

"Ya ya baiklah, jika pikiranku sudah jernih kembali, pasti aku akan segera pulang. Yasudah ya aku lelah, sampai jumpa jull, sampaikan salamku kepada carter, bye" ucapku lalu seera mematikan sambungan teleponnya sebelum dia melarangku untuk mematikan teleponnya.

Aku kembali duduk disamping ezra, dia menatapku dengan tatapan menyidik, ada apa dengannya sekarang? "Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanyaku sinis. "Aku tau apa yang menyebabkanmu pergi dari rumah dan berusaha untuk menyendiri" ucap ezra, bagaimana dia tau? Bahkan aku belum cerita apalun dengannya. "Baguslah jika kau sudah tau, jadi aku tidak perlu menceritakannya kepadamu" jawabku remeh. "Bisa kupastikan kalau kau dan zayn itu hanya salah paham" ucap ezra. "Kau tidak tau apa yang terjadi ez, bahkan kau tidak melihatnya secara langsung" ujarku lirih. "Tapi aku yakun zayn tidak akan melakukan hal ini padamu, pasti ini ada kesalahan" ucap ezra sambil menatapku serius. "Sudahlah aku tidak mau membicarakannya. Aku lelah, aku harus mencari tempat penginapan" ucapku seraya bangun dari dudukku lalu membawa tas dan koperku. "Kau tidak perlu mencari tempat penginapan, kau bisa tinggal di flat ku" ucap ezra sambil bangun dan berjalan membuntutiku. Aku berhenti sejenak sambil berpikir, tidak ada salahnya jika aku menginap di flat ezra, lagi pula aku jadi tidak perlu membayar kamar hotel/penginapan ataupun sebagainya, jangan bilang aku pelit, aku hanya irit, pelit dan irit itu beda okay...

PLEASE... COME BACK (zayn malik)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang