16. Love Sick Day

495 47 5
                                        

*Alexa's POV

Akhirnya selesai juga, sungguh aku sangat lelah sekarang dan aku merasa sedikit pusing dan mual. Aku sedang berada di mobil the boys yang sedang menuju flat mereka. "Alexa, kau terlihat sangat lelah ya" ujar zayn dan aku pun mengangguk. "Wajah kau juga pucat" sambung niall sambil memegang keningku. "Kepala kau juga panas" lanjutnya dengan wajah yang yerlihat sangat khawatir. "Kau sakit ya lex?" Tanya harry. "Tidak, aku hanya sedikit lelah" jawabku lesu. "Sebaiknya kau nginap saja di flat kami" ujar liam dengan wajah yang sama khawatirnya dengan niall. "Ta--" . "Tidak ada tapi tapian, kau harus nurut dengan kami semua" ujar niall. "Lex.. kau nginap saja ya di flat kami, aku takut jika kau pulang nanti oma dan aunty mu marah padaku karena telah membuatmu seperti ini" ujar zayn dengan sangat lembut. Apa yang dibilang zayn ada benarnya juga, ya jadi mungkin malam ini aku akan tidur di flat the boys. "Hmm.. baiklah, aku telepon aunty ku dulu ya" jawabku, dan mereka semua mengangguk.

"Hallo aunty, malam ini aku tidak pulang ya"

".................."

"Aku takut, ini sudah malam sekali, tidak ada taxi disini"

".................."

"Aku menginap di flat the boys"

".................."

"Ya.. kau tidak usah khawatir"

".................."

"Baiklah, salam dengan oma, byee aunty, love you"

"Sudah??" Tanya zayn. "Sudah, dia bilang aku tidak boleh nakal nakal, trus besok pagi sebelum jam 7 aku sudah harus pulang" ujarku. "Baiklah, itu masalah gampang, besok pagi zayn akan mengantarmu" ujar louis.

*Zayn's POV

Kami sudah sampai di flat, alexa akan menginap di flat kami, mungkin dia akan tidur di kamar tamu atau.... entahlah, lihat saja nanti.

Bruk.. alexa jatuh, dia pingsan, aku langsung menggendongnya ke kamarku, aku tidak tau mengapa aku membawanya kekamarku. Dia sangat pucat, badannya panas, dan sangat lesu. "Astaga alexa... kau kenapa bisa seperti ini" teriak niall. "Niall tolong ambil kan minyak kayu putih (emangnya disono ada ya) " teriak liam dan liam pergi mengambil selimut, louis sedang mencari obat untuk alexa. Aku memijit mijit lengannya alexa. Niall datang dengan minyak kayu putih dan segelas teh hangat. "Dia belum sadar juga" tanya harry, aku menggeleng. "Ini selimutnya, mungkin dia kedinginan" ujar liam sambil memberikan selimutnya. "Terimakasih li" ucapku. Louis datang dengan obat dan air putih ditangannya, aku dan mereka semua khawatir dengan keadaan alexa.

Setelah beberapa menit kemudian alexa pun sadar, kami semua lega. "Alexa... akhirnya kau sadar juga, kami semua khawatir tau" ujar niall. "Aku tidak apa apa, kalian tidak usah khawatir" ucap alexa, apakah dia waras?? Dia bilang tidak apa apa, padahal aku tau dia sedang sakit, dasar wanita. "Kau tidak usah berbohong, aku tau kau sakit" ujarku. "Ini minum dulu" ujar liam, dan alexa pun meminum teh hangat itu. Harry datang dari dapur dan membawa semangkuk bubur. "Ini kau harus makan buburnya, supaya kau bisa minum obat, aku tidak mau besok kau masih sakit, jadi segera makan buburnya" ucap harry, tumben sekali dia bersikap seperti itu. "Terimakasih harry, kalian sangat baik kepadaku, aku menyayangi kaliam semua" ucap alexa sambil memeluk kami semua. "Sama sama alexa, kami semua sudah menganggap kau seperti adik kami, tapi kurasa zayn mempunyai perasaan yang lebih" ucap niall, sialan kau nii. "Sini buburnya, biar aku yang menyuapi nya" ujarku sambil mengambil bubur yang dipegang harry. Aku menyuapinya secara telaten, setelah habis alexa langsung meminum obatnya.

*Alexa's POV

Aku senang sekali, mereka semua peduli terhadapku. "Kalian tidur saja sana, aku tidak apa apa sendiri" ujarku, mereka terlihat sangat terlihat lelah. "Hmm.. baiklah, maaf ya alexa bukannya aku tidak mau menemanimu, tapi aku sangat lelah" ujar niall. "Aku tidur dikamarku ya, byee.. semoga kau lekas sembuh" lanjutnya lalu mencium keningku dan keluar dari kamar. Lalu harry, liam, louis pun melakukan hal yang sama dengan niall. Disini hanya ada aku dan zayn. "Kau tidak tidur dikamarmu zayn?" Tanya ku kepada zayn, dia hanya tertawa lalu mengelus ngelus kepalaku. "Ini kamarku lexa, aku akan tidur disini. Tapi kau tidak usah takut, aku akan tidur di sofa" ujar zayn, astaga aku malu sekali, ternyata ini kamarnya zayn. Lalu dia mencium keningku dan dia bejalan menuju sofa dan berbaring disana. Aku tidak tega melihatnnya jika dia harus tidur di sofa. "Zayn..." panggilku, lalu dia bangun dan menaikan satu alisnya. "Apa??" Tanya nya. "Kau tidur disini saja, kurasa kasurmu cukup besar dan muat untuk 3 orang, jadi kalau kita tidur berdua disini kurasa akan muat" ujarku kepada zayn, dia menatapku centil dan.... ah kau tau lah. "Kau mau aku tidur berdua bersamamu?" Tanyanya dengan tatapan nakal. "Zayn jangan berpikiran yang tidak tidak, aku hanya tidak tega melihat kau tidur di sofa" ucapku lalu dia jalan menghampiriku dan duduk disampingku. "Baiklah, aku akan tidur disini, kau tidur ya, aku akan menjagamu" ucap zayn sambil mencium keningku lagi dan mengelus ngelus kepalaku. Ini adalah hari terindah saat aku sakit. Zayn terus mengelus ngelus kepalaku sehingga aku mengantuk dan aku tertidur.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yeay... keep vomment ya guys, sorry kalo ceritanya jelek, aneh, dll. Dan maaf juga kalo ada kata kata yg typo

*salam directioners&amazayn

PLEASE... COME BACK (zayn malik)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang