11%

1.5K 179 46
                                        

Pagi hari cerah yang sayang nya tak mampu menutupi hawa dingin nya kota tokyo di pertengahan desember tepat setelah salju salju putih bermunculan dari angkasa, kini 5 hari telah berlalu sejak pengakuan chifuyu dan baji keisuke teman karib takemichi hanagaki yang menghilang beserta janggal nya tempat olah kejadian perkara. Naoto kini sedang berada di pemakaman luas berselimut salju tipis tempat tachibana hinata di makam kan.

Batu nisan granit itu sedikit berhias salju tipis diatas nya, naoto sudah berdiri diam disana setengah jam lamanya hanya memandangi batu nisan itu yang terukir nama kakak nya, lily putih segar berembun pagi yang sekarang mengkristal beku ada di depan nya bersama beberapa persembahan juga dupa. Naoto senantiasa melamun semenjak wanita penting di hidup nya ini tiada kebiasaan penyendiri nya semakin menjadi jadi, terlebih hanagaki yang menyita hampir seluruh pikiran nya

"...dia tak akan, ada di liang sebelah mu kan kak?"

Gumam naoto sendu, matanya hanya menatap kosong kebatu nisan geranit itu. Salju bahkan kini terlihat samar di bahunya tak terhiraukan. Naoto jelas stres akhir akhir ini tentang hanagaki, sosok yang ternyata telah mengisi separuh hidupnya bahkan tetap disamping nya saat apapun dan saat ia menangis bak hilang arah dihari pemakaman kaka nya. Hanagki itu menyita pikiran nya.

"Aku akan membawa nya kembali disisi ku kak-"

Naoto membungkuk dalam dengan tangan terkepal dipusaran makam itu kemudian berbalik pergi menuju mobilnya diujung jalan sana, wakil haru bahkan telah menelpon nya berkali kali walau handphone nya dalam keadaan senyap menandakan ia di butuhkan karna adanya laporan baru dikantor. Naoto berjalan cepat menuju mobilnya dan bergegas pergi dari komplek pemakaman itu.

Naoto itu pintar jenjang usia nya dan hanagaki terpaut 3 tahun, usia mudanya yang gemilang dengan titel kepala kepolisian tokyo tak serta merta hidup nya nyaman terhindar dari persoalan sepele misalnya hati. Naoto terkenal sangat dingin bahkan untuk temen seangkatan maupun sekelas nya dahulu naoto tak tersentuh, hingga sekarang di kantornya bekerja bukan sedikit para wanita lajang muda menaruh minat pada kepala polisi muda ini. Ia mapan dilihat dari mana pun namun tak ada wanita lain di hidup nya selain ibu dan kakak nya hina.

Namun hanagaki bisa menyentuh hatinya tampa permisi dan tampa ia sadari juga selama ini. Naoto menyesalinya, mengapa rasa itu tumbuh setelah kehilangan kesekian kalinya rasa nyata yang ternyata beberapa tahun ini ia sangkal demi perasaan sang kakak yang menyukai seorang hanagaki namun ia salah setelah membaca catatan diary sang kakak yang hanya berisi kekaguman nya pada sosok shiba.

Jalanan bersalju itu ia tembus dengan kecepatan mobil 75 kilometer per-jam, mobilnya kini memasuki area pepohonan tepat beberapa ratus meter lagi menuju jalanan tol ramai dengan berbagai macam mobil namun sayang nya mobil itu berhenti tampa naoto ketahui penyebab nya, Ia berhenti dengan kondisi full tank bensin juga servis yang baru ia lakukan kemarin, lantas nasib sial apa yang ia dapat kan hari ini.

Naoto turun dengan hati bertanya juga jengkel ada apa dengan mobil ini. Setelah ia memutari mobil nya ia mendapati ban bagian kanan belakang milik nya bocor entah akibat apa dan sekarang ia harus menggantinya di tengah jalan ini yang tertutupi rerimbunan pepohonan pinus. Bagus, siapa yang akan menolong nya?

RINGG....

"Haru-kun!"

'dari mana saja kau bocah kurang ajar?! Maaf tapi aku akan membuang keformalan sialan ini. Naoto cepat lah kembali kekantor'

Harus menelpon nya disaat yang tepat namun yang naoto dapat adalah teriak frustasi haru karna ia membutuhkan naoto demi sosok penting yang akan datang kekantor mereka.

"Haru-kun bisakah kau telpon kan tukang bengkel? Mobil ku mengalami kebocoran ban dan aku tak mempunyai peralatan untuk menggantinya setelah itu aku janji akan segera datang" ujar naoto, haru di sebrang sana menghela nafas panjang tampak semakin frustasi sehingga kini naoto mendapatkan keterdiaman.

N I E R V A N ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang