15%

1.5K 118 68
                                        

Lampu merah di depan nya seakan akan tak ingin membuat perjalanan kokonoi hajime terasa nyaman. Ia sedang berada di mobil nya duduk santai di kursi penumpang belakang dengan tablet yang mengatur segala pengeluaran dan laporan pemasukan uang dari segala bisnis haram maupun tidak yang di miliki bonten. Kepala nya pening saat rindou menelpon nya, bahwa penawaran di pelelangan mengalami beberapa kerugian karena barang yang di lelang sebagian adalah barang palsu.

Itu berarti gudang pusat penyimpanan barang pelelangan telah di manipulasi sehingga baru di ketahui sekarang, kerugian yang di takdir sekitar 0,7%  dari semua aset di dalam sana. Tidak besar namun koko tak akan mau mengalami kerugian sepersen pun dalam pengawasan nya.

Ia telah meminta anak buah nya dan mochizuki untuk pergi ke gudang sementara ia menutupi kerugian yang timbul dengan beberapa usaha lain seperti saham rumah sakit, kemudian kokonoi menelpon ke sebuah nomer tujuan dan tak berapa lama sebuah sautan terdengar.

"Aku ingin kau memeriksa pesanan rumah sakit kyotto"

"..."

"Tidak, tagihan bulan lalu sudah di bayar, jika mereka menginginkan 20 dan sisa kita hanya 17, kau boleh mengambil beberapa 'ternak' kita" ujar kokonoi sambil tersenyum tentu tak bisa di lihat oleh sosok di seberang telpon.

"..."

"Um.. pastikan kalian bermain bersih, dan jangan merusak barang nya"

"..."

"Ya, dan jika kau melakukan kesalahan... Aku pastikan organ organ mu yang akan ku jual selanjutnya" koko berujar dingin sebelum panggilan di akhiri sepihak.

Kokonoi menutup ponsel nya dan kini kembali menatap jendela mobil dengan seksama sehingga sedikit menengakan kepala nya yang pening. Mengurus segala keuangan atau angka angka berkas berserakan itu bukan lah perkara mudah salah sedikit saja maka akan berpengaruh pada segala keuangan yang telah kokonoi susun rapih.

Kokonoi berpetualang dalam benak nya mengingat saat ia dengan gigih mencari cara mendapatkan banyak uang agar bisa membantu pengobatan akane yang sekarat setelah insiden kebakaran yang membuat nya terbaring di rumah sakit. Akane gadis cantik yang memikat, akane yang memiliki hati tulus nan lembut yang membuat nya tenang, akane yang memiliki suara halus, akane yang kecantikanya membius, akane yang sangat mirip dengan inui seishu.

Akane

Akane

Akane

Bagai rapalan doa di benak kokonoi hajime sosok nya tiada namun gemerlap sendu cinta yang ia miliki masih melekat. Namun perlahan sosok itu memudar berputar arah menjadi siluet cantik sosok laki laki semampai dengan paras indah yang serupa. Inui seishu sempat menjadi titik gila kokonoi hajime kala kehilangan arah.

Kepala kokonoi kebali pening, entah bagai mana semuanya terasa sama. Dejavu sosok cantik itu yang jelas cinta kepadanya kini berubah haluan menjadi rasa benci tiada tara saat mengetahui muslihat kokonoi tentang bualan cinta. Inui sadar bahwa kokonoi hanya melihat akane pada dirinya. Membuat inui bagai pelarian rasa frustasi kehilangan cinta pertamanya. 

Sebuah motor tiba tiba melintas jendela samping kokonoi membuat atensinya beralih pada lampu merah kini pada si pengendara. Terlalu familiar, terlalu terbiasa bahkan hanya dengan sedetik motor itu melesak membuat kokonoi tersadar itu inui nya, bisakah bisa ia sebut begitu?

Sosok itu masih sama indah nya saat seminggu yang lalu pertemuan tak sengaja terjadi hampir seperti ini bagai dejavu kembali melihat bayangan inui menangis meneteskan air mata tampa isakan di bawah guyuran hujan. Kokonoi membuka setengah kaca jendela di samping nya, sosok bermotor klasik dengan surai memanjang kepirangan agak berantakan karena tak memakai helm juga baju bengkel yang ia ikat di pinggang kaus besar sederhana bernoda oli yang putih nyw mulai memudar kuning tak meredupkan pesona alami seishu dimana pun ia berada bahkan menurut koko kecantikan nya tetap sama ealau ia berlumuran lumpur.

N I E R V A N ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang