Semua orang masih kaget dengan ucapan Mew, yang di jodohkan dengannya ada lah sulung dari keluarga kanawut bukan si bungsu.
"Aku hanya akan menikah dengan Gulf, aku tidak akan menikah dengan anak keluarga kanawut kecuali dengan Gulf" Mew menatap Gulf. Gulf hanya tercengang, apa-apan calon kakak ipar nya ini.
Mew mendekat ke arah Gulf dan berbisik padanya.
"Aku akan mengajarimu balas dendam yang indah, Ayo keluar dari neraka ini" bisik Mew. Gulf hanya terpaku, apakah Mew tau apa yang di alaminya? Ah ya barusan Mew mencegah ayahnya membunuhnya.
Mew memeluk Gulf kemudian berbisik kembali.
"Balas ciuman ku dan kau akan melihat surga" bisik Mew lagi kemudian mencium Gulf, Gulf terdiam dan entah setan dari mana dia akhirnya membalas ciuman itu, dia melihat dari sudut matanya bagaimana Natharin menghentakkan kakinya kesal.
Dia juga melihat sang ibu yang menggeram marah dan sang ayah yang terpaku, dia bahagia melihat pemandangan ini.
Pergumulan lidah itu terus berlanjut, tidak ada diantara mereka berdua yang ingin menghentikannya, sampai akhirnya mereka melepasnya karena kehabisan napas.
Tidak ada yang berani membuka suara setelah melihat ciuman panas itu, sampai akhirnya Mew membuka suara.
"Bagaimana ayah?" Tanya Mew pada ayahnya.
"Baiklah kalau itu keputusanmu" ayah Mew pasrah, karna membujuk Mew untuk mau ikut perjodohan ini saja sudah sangat begitu sulit.
"Tapi Gulf masih SMA" ibu Gulf mencoba menghalangi Niat Mew.
Dan Natharine sudah menangis sekarang. Dia sudah sangat berbangga diri karna akan menjadi calon Ny. Jongcheveevat.
"hanya tiga bulan lagi, benarkan sayang?" Mew memeluk pinggang Gulf dan mencium Pipinya, membuat Natharine makin mendidih.
"Iya, tiga bulan lagi aku lulus" Gulf mengambil peran dalam drama ini. Ayahnya terlihat seperti seseorang yang akan meledak sekarang, Gulf ingin tertawa melihatnya.
"Bagaimana kalau kami bertunangan dulu ayah? Setelah Gulf lulus baru menikah?" Mew bertanya pada ayahnya. Ayahnya yang telanjur senang anaknya mau menerima perjodohan meng iyakan semua yang anaknya itu inginkan.
"Itu ide yang bagus, bagaimana tuan kanawut?" Ayah Mew bertanya pada ayah Gulf.
"Gulf kau tidak ingin kuliah nak?" Tanya ayahnya. Sejak kapan ayahnya peduli masa depannya?
"Dia bisa kuliah setelah menikah, aku tidak akan melarang nya" jawab Mew.
"Baik lah kalau itu permintaan Mew" tidak ada pilihan lain, kalau mereka ingin punya besan keluarga Jongcheveevat.
"Gulf, mulai besok aku akan tinggal disini" itu adalah perjanjian antara keluarga kanawut dan Jongcheveevat. Bahwa Mew akan tinggal disana sampai saat pernikahan tiba.
"Ayah, kenapa ayah menyetujui Mew bertunangan dengan anak sialan ini" Nat sudah tidak bisa menahan emosinya bahkan sekarang mengeluarkan sifat aslinya. Tentu saja orang tua Mew kaget.
Ayah Gulf langsung saja menampar anaknya itu. Seorang Thomas kanawut menampar putri kesayangannya hanya karna Gulf?
"Jangan bicara seperti itu kepada adikmu" ayah nya membentak marah. Gulf hampir tak bisa menahan tawa.
"Pemandangan yang menarik bukan?" Bisik Mew, dan Gulf hanya mengangguk senang.
.
.
.
.
Setelah keluarga Jongcheveevat pulang, kediaman kanawut langsung heboh, Nat menampar Gulf begitu juga ayahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I CHOOSE YOU END
FanfictionSemua orang masih kaget dengan ucapan Mew, yang di jodohkan dengannya ada lah sulung dari keluarga kanawut bukan si bungsu. "Aku hanya akan menikah dengan Gulf, aku tidak akan menikah dengan anak keluarga kanawut kecuali dengan Gulf" Mew menatap Gu...
