Regret 💦

3.2K 314 7
                                    

Mark terpaku setelah mendengar suara tembakan, mereka tidak berhasil menemukan Art yang asli dan sekarang suara tembakan sudah terdengar.

Kengkla dengan segera menghubungi Saint.

"Suara tembakannya dari salon beauty, dua gedung di sebelah sekolah phi" Kengkla memberi tahu Saint sambil melihat parah pengawal yang mengerumuni Gulf yang tumbang melalui CCTV.
.
.
.
.

Art tersenyum ketika melihat orang di depannya.

"Aku senang phi baik-baik saja, aku mencari phi Nat kemana-mana, aku sudah membunuh bajingan Lhong untuk phi Nat"

Nat menangis melihat keadaan adiknya, adik yang begitu di sayangnya. Tangan Nat gemetaran memegang pistol yang ada di tangannya, pistol yang baru saja menembus kaki adiknya.

"Sudahi semua ini Art, phi mohon" Nat terisak, Earth yang berlari menyusul Nat pun terkejut dengan apa yang dilihatnya. Nat menembak kaki adiknya. Art menatap miris Earth yang baru datang.

Kalian tentu tahu Mew meninggalkan Art karena Art menghianati nya dengan laki-laki lain, laki-laki itu adalah Earth. Earth adalah sahabat Tay, Tay menyuruh Earth bekerja pada Sean agar bisa mengetahui rencana Sean. Tay juga yang meminta Earth untuk menggoda Art agar Mew bisa lepas dari Art.

Art dulu begitu tulus menyanyangi Earth, Earth menyanyangi nya dengan tulus seperti kakaknya Nat, tapi ternyata setelah Mew meninggalkannya, Earth juga ikut menghilang. Laki-laki itu hanya mempermainkannya.

"Senang bertemu dengan mu lagi, phi Earth" senyuman Art tidak hilang, senyuman penuh luka itu.

"Kenapa kau menghentikan ku phi? Seharusnya kau senang, aku akan membalaskan dendam keluarga kita" Art membentak kakaknya.

"Art bukan hanya keluarga kita yang memiliki dendam, kau tau siapa yang memulai perang ini Art" Nat menangis. Tangannya menjatuhkan pistol yang di pegang nya.

"Orang tua kita yang membunuh orang tua Tay dan Gulf, orang tua kita yang berencana membuat Gulf gila, kau yang berniat membunuh Tay dan Gulf" Nat berkata sambil terisak-isak.

"Bukan salah mereka jika mereka ingin kita mendapat hukuman setimpal dari apa yang kita lakukan Art" Nat menghampiri adiknya dan memeluknya.

"Kau tau pasti apa yang keluarga kita lakukan padanya saat Gulf tinggal bersama kita? Kita membuat nya merasa tinggal di neraka, bukan dia yang salah tapi kita" Art terdiam mendengar ucapan kakaknya.

"Ini adalah hukuman kita Art, kita harus menjalaninya, berapa pun lamanya, aku berjanji, aku tidak akan pernah meninggalkanmu" Nat melepaskan senjata dari tangan adiknya. Bersamaan dengan Saint  dan Mean yang masuk ke dalam salon.

Para orang-orang mereka langsung mengamankan Art untuk di serahkan ke kantor polisi.

"Menurutmu kenapa kita tidak berhasil menemukan Art yang asli?" Saint bertanya pada Mean saat perjalanan mereka menuju markas mereka di sekolah.

"Karna Art mengarahkan kita agar mencarinya di atap gedung" Mean mengepalkan tangannya, art menipu mereka dengan membeli senjata sniper jarak jauh, sehingga mereka hanya mencari di gedung tinggi yang agak jauh dari sekolah. Ternyata Art sudah menggunakan pistol biasa dan berada dekat dengan sekolah.

"Earth, kenapa kau mengetahui keberadaan Art?" Saint bertanya kepada Earth.

"Kalian tentu tau, sebelum acara ini Gulf memeriksa rumah lamanya kan?" Earth bertanya pada Saint dan Mean dan mereka berdua mengangguk karena mereka juga ikut ke rumah itu.

"Di sana, Gulf menyadari kalau salah satu pistol koleksi ayah Art telah menghilang" dan Mean dan Saint langsung terdiam.

"Gulf sangat tau koleksi senjata ayah Art karna Gulf mengikuti kelas tembak, saat menyadari kalau pistol itu menghilang, Gulf tau apa rencana dari Art" sudah pernah ku katakan sebelumnya kan? Jangan meremehkan Gulf.

I CHOOSE YOU ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang