Don't believe anyone

4K 460 25
                                    

"apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?" Tanya Gulf begitu mereka berdua masuk ke kamar.

"Katakan padaku apa kesepakatan yang kau mau dariku?" Mew menyerah karna tidak mungkin lagi melawan Gulf. Gulf terlalu penuh muslihat yang tidak diduganya.

"Aku ingin pernikahan kita di percepat" ya tujuan utama Gulf adalah pernikahan itu. Dia harus segera menikah kalau tidak dia akan mati di umur delapan belas tahun.

"Apa yang bisa kau berikan untukku?" Mew ingin kesepakatan ini dapat menguntungkan kedua belah pihak.

"Kau ingin ini kan?" Gulf memutar video di ponsel pintarnya dan itu langsung membuat Mew menegang. Mew butuh waktu bertahun-tahun mencari video ini. Video cctv kecelakaan Christin.

"Aku akan memberikannya padamu tepat setelah pernikahan kita" Gulf memasukan lagi ponselnya ke saku celana.

"Kapan kau ingin pernikahan itu dilaksanakan?" Mew tidak punya pilihan lain. Dia harus segera memasukan Art ke penjara demi keselamatan kekasihnya.

"Seminggu sebelum kelulusan ku" ucapan Gulf membuat Mew terkaget.

"Yang benar saja, kau bahkan belum delapan belas tahun ketika itu" Mew menolak karna tidak mungkin menikahi Gulf ketika usianya belum legal untuk menikah.

"Kalau kau menunggu usia delapan belas tahun ku, maka kita tidak akan pernah menikah" Gulf menarik kemeja Mew.

"Lakukan itu atau ku buat kau menyesal berurusan denganku" ancam Gulf, Gulf sudah memperlihatkan taringnya.

Gulf tersadar ketika ponsel nya berbunyi. Telponnya berbunyi dari pengacara ayahnya. Meminta Gulf agar segera bertemu. Gulf meninggalkan Mew begitu saja.
.
.
.

Orang-orang memandangi Gulf dengan kagum, berita di hari pernikahannya membuat gempar seluruh Thailand bahkan nama Gulf di gadang-gadang sebagai orang terkaya kelima di Thailand.

Gulf sedang menunggu pengacara ayahnya di sebuah cafe.

"Jadi apa yang membuatmu menyuruhku kesini?" Gulf bertanya ketika Sean-pengacara Mario datang ke cafe itu.

"Kenapa kau menyebarkan identitas mu Gulf? Apa kau lupa jika nyawamu dalam bahaya?" Sean berkata. Dan Gulf hanya tertawa.

"Satu-satunya yang mengincar nyawaku saat ini adalah kau!" Tunjuk Gulf kepada Sean. Dan Sean terdiam.

"Keluargaku saat ini tidak mengincar nyawaku, mereka takut hartaku di sumbangkan ke yayasan amal" Gulf berkata santai. Meminum American latte yang di pesannya.

"Kau punya alasan kuat membunuhku sekarang, kau ingin Lhong anakmu mengambil identitas ku" Sean semakin tidak bisa berkata apa-apa. Karna Sean memang sudah membuat tes DNA palsu untuk Lhong.

"Aku tau kau ingin wanita pelacur itu membuang ku di jalanan sana, tapi sayangnya aku menawarkan uang yang lebih untuk di dapatnya dari adik ayahku" Gulf tertawa. Dia teringat ekspresi Sean ketika Thomas paman Gulf menyuruhnya kerumah. Anak yang ingin dibuangnya justru berada di rumah Thomas.

"Kau begitu serakah Sean, kau ingin Lhong mewariskan kekayaan ayahku dan menyerahkan anak perempuan mu kepada keluarga Jongcheveevat" Sean adalah ayah Cristin.

"Aku tau kau yang memberikan identitas kakakku kepada Art, tapi sayang Art juga ikut dalam pembunuhan anakmu" Gulf tertawa lagi. Mengapa drama di hidupnya ini begitu lucu. Gulf kembali memperlihatkan CCTV kecelakaan Cristin dan itu membuat Sean menegang.

"Aku tidak mau berurusan lagi denganmu" Gulf pergi dari sana dengan senyuman tidak hilang di bibirnya. Gulf kemudian menelpon seseorang dengan ponselnya.

I CHOOSE YOU ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang