Sudah seminggu sejak Win menyuruh Gulf meminta bantuan Mew untuk mendapatkan penawar racun untuk Tay tapi Gulf masih tidak mau meminta tolong pada Mew. Gengsi menghalanginya. Dia sudah mengatai Mew lemah dan sekarang dia akan meminta tolong kepada Mew?.
Siang ini Gulf sudah memberikan rekaman itu kepada Mew. Dia tidak takut Mew berkhianat, Kengkla bisa dengan mudah menghapus jejak video itu di ponsel Mew.
Gulf memperhatikan pertemuan Mew dengan Sean dari ruang sebelah restoran dengan privat room itu. Mew melewati makan siang itu dengan khidmat sampai Sean memulai pembicaraan mereka.
"Christine belum terbangun dari komanya tapi kau sudah merencanakan pernikahanmu dengan Gulf" Sean menyindir Mew. Sean sama sekali tidak tau Christine yang asli sudah terbangun walaupun dalam keadaan hilang ingatan. Menurut Mew semakin sedikit yang tau Christine yang asli akan semakin aman bagi Christine.
"Itu persyaratan yang di ajukan oleh Gulf, paman" jawab Mew santai. Dan Sean menatap Mew bingung
"Persyaratan agar dia menyerahkan bukti kecelakaan Christine" Mew melanjutkan.
"Dia sudah menyerahkannya?" Sean bertanya dengan penuh keingintahuan.
"Sudah, aku akan melaporkan Art sebentar lagi" Mew memulai rencana Gulf. Mew hanya berharap dugaan Gulf salah. Calon mertua nya ini tidak mungkin menghianati nya.
Tapi ekspresi Sean menunjukan sebaliknya Sean langsung pucat begitu saja.
"Kau akan melaporkan Art?" Tanya Sean gugup.
"Tentu saja, bukti sudah lebih dari cukup paman" Mew berkata yakin.
"Tidak bisakah kau urungkan niat mu Mew?" Mew tertegun. Gulf benar dan itu terjadi. Sean menolak melaporkan Art.
Sean ketakutan tentu saja. Sean mengira Art yang telah mencuri bukti pembunuhan itu dari Dropbox miliknya. Tidak adalagi yang bisa dilakukannya untuk menekan Art.
Bukan hanya bukti pembunuhan Tay yang ada di Dropbox itu. Bukti penggelapan dana perusahaan kanawut pun ada disana. Bukti tes DNA palsu Lhong pun ada di sana. Bagaimana Sean tidak pucat?
"Kenapa harus aku urungkan paman, dia mencoba membunuh anakmu" Mew bersikeras.
"Dia bisa saja melakukannya lagi" Sean mencoba meyakinkan Mew. Tapi Mew tahu tanpa di laporkan pun Art akan tetap melakukannya lagi.
"Aku bisa melindunginya paman" Mew menatap Sean. Sean terlihat menggeleng beberapa kali.
"Tidak. Aku tidak akan mengizinkan mu melaporkan Art, Christine adalah anak ku, aku yang lebih berhak menentukan apa yang terbaik untuk ke amanan nya" Sean pergi meninggalkan Mew begitu saja. Gulf memenangkan taruhannya.
Gulf menghampiri Mew yang sedang terpaku di ruangan itu. New dengan setia berjalan di belakang Gulf.
"Kau lihat? Aku menang dengan mudah" Gulf berkata. Gulf yang membuat taruhan ini dengan imbalan sebuah permintaan. Dan Gulf tidak akan mengikuti permainan jika dia tidak yakin dia menang.
"Apa permintaan mu?" Mew bertanya lemah. Terlalu berat baginya menerima kenyataan calon ayah mertua nya ada lah pengkhianat dan hanya mengincar hartanya.
"Berikan aku penawar racun Strychnine" Gulf menatap mata Mew. Mata yang begitu terluka. Sean sangat berbakat menghancurkan kepercayaan orang padanya.
Mew terdiam. Gulf menghela nafasnya.
"Sudah ku bilang kan? Kau tidak bisa mempercayai siapa pun" Gulf mengisyaratkan untuk New agar keluar dari ruangan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
I CHOOSE YOU END
Fiksi PenggemarSemua orang masih kaget dengan ucapan Mew, yang di jodohkan dengannya ada lah sulung dari keluarga kanawut bukan si bungsu. "Aku hanya akan menikah dengan Gulf, aku tidak akan menikah dengan anak keluarga kanawut kecuali dengan Gulf" Mew menatap Gu...
