Sebuah mobil melaju perlahan menuju gedung ENT1TY. Puluhan penggemar sudah menunggu di depan gedung tersebut dengan membawa beberapa tulisan indah yang berisi nama tiap member dan kalimat dukungan kepada ENT1TY. Mobil berwarna hitam itu berhenti tepat di depan gedung. Puluhan penggemar di sana langsung menyerbu mobil tersebut.
"Permisi. Kasih jalan." Seorang staf turun dari mobil dan berusaha membuat jalan untuk member ENT1TY.
Satu per satu member ENT1TY menuruni mobil. Namun, tak satupun penggemar mengikuti arahan staf. Beberapa staf berusaha keras untuk menghalau pergerakan penggemar agar tidak terlalu mendekati member ENT1TY.
"AISH!" Fenly menangkis dengan kesal tangan beberapa penggemar yang menarik rambutnya.
Tak hanya Fenly, Gilang juga menerima tarikan baju oleh beberapa penggemar. Dengan kesal, Gilang melepaskan tangan para penggemar tersebut dari bajunya.
"Aw..." Farhan mendapatkan sebuah cakaran pada lengan kanannya.
Setelah beberapa saat menghadapi serangan penggemar, member ENT1TY akhirnya dapat masuk ke dalam gedung.
"Mereka bener-bener gila." Zweitson membenarkan posisi kacamatanya, mendesah pelan.
Satu per satu member ENT1TY menaiki tangga dengan cepat untuk beristirahat. Shandy yang berjalan paling terakhir mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Fiki.
"Bentar." Shandy menghentikan langkahnya sebelum menaiki anak tangga. "Fiki di mana?" Tanya Shandy.
Tak ada satupun member yang peduli, kecuali Ricky. Semua member tetap melanjutkan langkahnya, menaiki tangga. Ricky yang berada di depan Shandy ikut berhenti.
"Mungkin di studio rekaman." Jawab salah satu staf yang berjalan paling depan.
"Kyknya Kak Patrick berusaha keras buat dia." Ucap Fajri tanpa menghentikan langkahnya.
"Gue cari Fiki dulu." Shandy membalikkan tubuhnya.
"Gue ikut." Ucap Ricky dengan cepat. "Kalian tidurlah." Ricky menoleh ke arah member lain yang sudah menaiki tangga.
꙰꙰꙰
Shandy dan Ricky berjalan perlahan menyusuri lorong gedung. Shandy dan Ricky berhenti pada perempatan lorong. Dari studio rekaman yang berada di ujung lorong, terdengar suara Fiki yang masih berusaha melakukan nada tinggi. Perlahan, Shandy dan Ricky menghampiri studio rekaman tersebut.
"Fik?" Shandy membuka pintu studio rekaman perlahan.
Terlihat Fiki yang masih berada di dalam ruang rekaman, membelakangi Shandy dan Ricky. Mereka berdua berjalan perlahan memasuki ruang rekaman.
"AAA..." Fiki tak berhenti melakukan nada tinggi sembari memegang erat kedua sisi headphone.
Tanpa mereka sadari, suara Fiki terekam dengan jelas pada alat recording. Terlihat audio spectrum yang cukup tinggi.
"Fik, lu bisa berhenti sekarang." Ucap Ricky dari luar ruang rekaman.
"Ini udah larut, Fik. Kita lanjut besok aja." Shandy mengetuk kaca yang membatasi mereka.
Fiki tak memerdulikan ucapan kedua temannya, dia tetap melakukan apa yang sedari tadi dia lakukan.
"Fik." Shandy kembali mengetuk kaca di depannya.
"Fik, istirahat dulu." Ricky ikut mengetuk kaca ruangan.
Perlahan, tubuh Fiki berputar dan membalik ke arah dua temannya. Shandy dan Ricky menatap kaget pemandangan di depannya. Sebuah kabel microphone gantung mengikat leher Fiki hingga tubuhnya terangkat. Mulut Fiki terbuka dan terus mengeluarkan suara nyaring. Mata Fiki menatap ke atas dan tangannya memegang erat kabel pada lehernya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FA1MOS || UN1TY [END]
Mystery / ThrillerSebuah grup baru mendapat rating yang buruk setelah penampilan mereka dalam salah satu ajang musik dan memutuskan pindah gedung untuk ke sekian kalinya. Gedung yang dijual murah karena tragedi kebakaran beberapa tahun silam, kini menjadi tempat akti...
![FA1MOS || UN1TY [END]](https://img.wattpad.com/cover/295367472-64-k984552.jpg)