EPILOG ⚠️

293 45 21
                                        

Dummm...

Ricky terjatuh tepat saat terdengar suara dentuman benda keras dari belakang panggung. Pada saat sama, lampu pada studio tiba-tiba padam total. Kini, sumber cahaya dalam studio hanya dari lightstick yang digenggam penggemar.

"Apa itu?"

"Ada apa ini?"

"Apa yang terjadi?"

Para penggemar terlihat mulai ketakutan dalam keadaan gelap. Begitu juga dengan pihak ENT1TY.

"Harap tenang!" Terdengar suara MC dari speaker yang berada pada pojok studio. "Tolong dihidupkan kembali."

Layar besar di depan panggung menunjukkan beberapa 'semut' dan terlihat berusaha untuk menyala. Ricky, Shandy, dan Zweitson mengedarkan pandangan mereka dengan takut. Nafas mereka mulai terasa sesak saat ini.

Prezzz...

Tiba-tiba, salah satu lampu gantung yang berada di sisi ruangan konslet dan menghasilkan cukup banyak percikan listrik. Refleks, seluruh penonton di sana menoleh kaget ke arah lampu tersebut dan mulai berteriak ketakutan.

Prezzz...

Kembali terdengar bunyi konslet dari kontak sumber listrik yang berada di sisi studio dan menghasilkan percikan listrik. Tak sampai satu detik, salah satu lampu gantung yang berada di sisi lain ruangan ikut konslet dan terlepas dari kabelnya.

"SON!" Teriak Shandy.

Dibanding menoleh ke arah Shandy, Zweitson mendongakkan kepala karena merasa percikan listrik jatuh di sekitarnya.

Brakkk...

Sebuah lampu gantung yang cukup berat terjatuh tepat di atas kepala Zweitson dan langsung menimpanya. Seluruh orang di sana berteriak histeris. Darah segar mengalir pada wajah dan kepala Zweitson.

Prezzz...

Percikan listrik keluar lebih banyak dari semua lampu gantung di sana. Seluruh penonton berlarian mencari jalan keluar.

"Harap tenang!" MC masih berusaha menenangkan penonton.

Masih dalam keadaan duduk, Ricky menatap takut langit-langit studio. Sementara itu, Shandy berusaha mendekati Ricky tapi beberapa penari latar berlarian dan menghalangi jalannya.

Prezzz...

Percikan listrik kini sudah memenuhi setiap sudut studio. Penonton menuruni tribun dan berlarian menuju pintu keluar.

"TENANG SEMUANYA!" Teriak MC melalui microphone.

Namun, teriakan MC tidak sama sekali didengar oleh penonton di sana. Mereka tidak lagi memerdulikan lightstick dan tulisan yang terjatuh di atas lantai. Tujuan mereka saat ini hanyalah menyelamatkan diri dan segera keluar. Teriakan ketakutan dari semua penonton memenuhi studio.

Patrick menatap khawatir ke arah Ricky dan Shandy yang masih berada di atas panggung.

"Bisa lu ke sana dan selamatkan mereka berdua?" Patrick mendorong tubuh Joshua, suaranya terdengar bergetar. "Tolong mereka, Josh!" Lanjut Patrick cepat.

Joshua melirik sekilas ke arah Patrick dan mulai berlari -memasuki kumpulan penggemar yang ketakutan.

"Minggir!" Teriak Joshua.

Bukan berlari menuju panggung, Joshua berniat untuk menyelamatkan dirinya. Joshua berlari menuju salah satu pintu keluar, bersama dengan penonton lainnya.

"Buka pintunya!" Teriak Joshua.

Namun, seluruh pintu keluar terkunci rapat dari luar. Joshua dan beberapa penonton memukul cepat pintu -berharap ada seseorang yang membukakan pintu untuk mereka.

FA1MOS || UN1TY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang