"Oke! Setelah sekian lama, akhirnya Music Fever menginjak episode 200."
Sorak riuh memenuhi studio Music Fever Charts ketika seorang MC laki-laki menaiki panggung dengan senyum lebar.
"Siapa yang akan menduduki peringkat pertama pada hari jadi kami ke-200? Nominasi, silakan naik!" Ucap MC antusias.
Semua penonton yang hadir di dalam studio tidak kalah antusias dengan MC. Dari sisi kiri panggung, masuk delapan orang laki-laki dengan senyum mereka yang dapat membuat semua perempuan di sana berteriak histeris, UR BOYS. Dan dari sisi kanan panggung, masuk tiga orang laki-laki dengan wajah yang sulit dideskripsikan. Takut. Tidak nyaman. Khawatir. Semua perasaan itu tercampur aduk di dalam diri ketiga laki-laki tersebut. Namun, ekspresi mereka tidak membuat penggemar mereka ikut terdiam, sebaliknya para penggemar berteriak keras memberikan dukungan. ENT1TY.
"ENT1TY." MC menoleh ke arah tiga orang laki-laki di samping kanannya itu, tersenyum lebar. "Kami sedang menunggu pengumuman dari peringkat pertama pada episode bersejarah hari ini. Bagaimana perasaan kalian? Kalian pasti tegang." MC menyodorkan microphone kepada Ricky -yang berada tepat di sampingnya.
Dengan microphone yang berada di depan mulutnya, Ricky hanya terdiam. Ricky mengedarkan pandangan ke sekitarnya, ribuan penggemar berteriak histeris dengan beberapa tulisan yang mereka angkat setinggi mungkin. Sementara itu, Zweitson dan Shandy hanya menunduk -tak sedikitpun menoleh. MC yang melihat itu menjadi heran.
"Ricky?" Panggil MC pelan, nyaris berbisik.
Refleks, Ricky menoleh ke arah MC dengan wajah polos. MC memberikan isyarat melalui kedua matanya.
"Oh." Ricky kembali menoleh ke depan. "Terima kasih atas dukungan kalian." Ricky mengalihkan pandangan pada lantai panggung -tak ingin menatap penonton di depannya. "Kami akan terus melakukan yang terbaik." Ucap Ricky pelan.
"Terima kasih, Ricky." MC mengambil alih microphone. "Apakah member lain ingin menyampaikan sesuatu juga?" MC menoleh ke arah Shandy dan Zweitson.
Kedua laki-laki yang dilihat oleh MC itu tidak menyadarinya sama sekali. Shandy dan Zweitson masih menunduk dengan keringat yang terlihat mengalir pada pelipis mereka.
"Oke, ini pertama kalinya mereka dinominasikan." MC kembali menoleh ke arah penonton, tersenyum canggung. "Mereka pasti sangat gugup, saya bisa merasakan itu."
Sorakan semua penonton di sana tidak berhenti sedari tadi, Ricky merasa semakin tidak tenang karena hal itu. Ricky terus mengedarkan pandangannya, seolah sedang mencari keberadaan seseorang atau mungkin 'sesuatu'.
"Cukup sampai sini pembicaraannya. Mari kita lihat hasilnya." MC membaca sebuah kertas kecil yang dia pegang. "Tolong tunjukkan grafik peringkat pertama pada kami. Mulai!" Ucap MC antusias.
Pada layar lebar di depan panggung, terlihat kamera dari sudut pandang ENT1TY dan UR BOYS. Di samping kamera mereka, terdapat sebuah grafik hasil voting yang mulai meningkat seiring berjalannya waktu.
"Jumlah suara sudah terkumpul." Ucap MC. "Siapa yang akan berada pada posisi pertama kali ini?"
Seluruh member UR BOYS menatap layar monitor penuh harap. Bahkan beberapa dari mereka mulai berdoa untuk sebuah kemenangan. Sementara itu, ketiga member ENT1TY menatap layar monitor dengan khawatir dan takut.
"Posisi pertama adalah..."
꙰꙰꙰
"Kita bener-bener kejebak, gak mungkin dateng tepat waktu."
Di tengah sibuknya akhir pekan membuat jalanan dipenuhi oleh mobil. Bernice dan Dimas menuju ke studio Music Fever dengan mobil. Seperti tidak ada yang berpihak pada mereka, jalan yang dilalui mengalami macet panjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
FA1MOS || UN1TY [END]
Mystery / ThrillerSebuah grup baru mendapat rating yang buruk setelah penampilan mereka dalam salah satu ajang musik dan memutuskan pindah gedung untuk ke sekian kalinya. Gedung yang dijual murah karena tragedi kebakaran beberapa tahun silam, kini menjadi tempat akti...
![FA1MOS || UN1TY [END]](https://img.wattpad.com/cover/295367472-64-k984552.jpg)