Bab 16

868 96 21
                                        

Ini adegan pas Andara sama Thomy tidur di rumah sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ini adegan pas Andara sama Thomy tidur di rumah sakit.

_________________________________________

Suasana mendadak menjadi sedih dan isak tangis itu karena Keluarga And sudah tahu masalag ginjal itu. Sischa ibunya And berbicara. "Kenapa kamu melalukan itu nak? Sebegitu besar cintamu kepada Anggara itu sampai-sampai ginjalmu kamu berikan padanya?"

And menyahut. "Aku hanya ingin dia hidup ma,"

"Tapi Nak, kamu sendiri bagai mana?" tanya Leo ayahnya Andara.

Lalu Arlan menyahut. "Sudah sudah jangan sedih lagi. Meski Ginjal And tinggal satu, dia masih bisa hidup karena menjaga apa yang dia konsumsi."

Sischa bicara lagi. "Kamu harus pulang kerumah, tidak boleh tinggal di Appartement."

Andara mengangguk, lalu mereka semua tidak jadi bersedih-sedih ria. Arlan, Louis, Mariah, dan Leo pamit kembali ke kantor. Ibu Andara masih di sana menjaga Andara. And yang berbicara. "Mama gak kekantor?"

"Hmmm, kamu gak mau kalau mama disini?" seru Sischa.

"Bukan begitu, tapi kerjaan mama kan banyak." ujar Sischa.

Sischa menjadi merasa bersalah karena kesibukannya ia menjadi lupa akan anak tunggalnya itu. Lalu Sischa berbicara. "Anak mama jauh lebih penting di banding semua pekerjaan mama. Maafkan mama karena selama ini mama sibuk dengan semua urusan mama."

Andara mengangguk lalu And berbicara lagi. "Ma, Apakah And salah jika mencintai seorang laki-laki juga?"

"Mama sudah tau nak, kamu mencintai Anggara bukan? Mama sama papa sudah tau, mama dan papa tidak keberatan jika itu membuat kamu bahagia. Kebahagiaan anak mama dan papa nomor satu untuk kami."  sahut Sischa.

"Tapi aku sedikit meragukannya ma," sahut Andara.

"Meragukannya kenapa? Bukankah dia juga mencintaimu?" ujar Sischa.

And diam, ia menghela napas sejenak lalu berbicara. "Tapì gengsinya buatku menunggu terlalu lama. Aku bahkan sempat ragu saat dia menyatakanya padaku pagi tadi."

"Jadi, dia sudah mengungkapkannya padamu?" ujar ibunya Andara.

"Sudah Ma, tapi..." Andara menghentikan ucapannya dan menyandarkan kepalanya di bahu ibunya.

"Ikuti saja apa kata hatimu nak," ujar Sischa.

Andara mengangguk, hari sudah malam Thom datang untuk menjaga Andara kembali. Saat masuk kedalam ada Sischa disana. Thom berbicara. "Oh maaf, saya pikir And sendirian. Anda...?"

"Anda Pasti Thom, And membicarakan anda sejak tadi. Perkenalkan saya Sischa ibu And," ujar Sischa sambil memperkenalkan diri.

"Oh Halo Nyonya Sischa, senang bertemu dengan anda." ujar Thom.

BL- SAVE ME MR. PERFECTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang