Sudah dua hari berlalu, Shea gak mau lama-lama gak sekolah karena di rumah selalu ada Jeff. Meskipun belum sepenuhnya pulih tapi udah merasa lebih baik, dua hari kemarin dihabiskan sama tidur dan makannya di kamar jadi bisa lahap banget, gak di dapur dan bikin Shea enek sama meja makan.
Jeff udah kayak baby sitter Shea asli, sekarang aja Shea bawa bekal makan yang dia buatin pagi-pagi banget. Hal yang gak pernah Mama Airin lakukan buat Shea kecuali pas TK.
“Jeff udah jadi suami idaman banget kan, She?” goda Papa Cakra pas cewek itu dengan terpaksanya masukin kotak bekal itu ke dalam tas.
“Apaan sih,” gerutu Shea gak suka. Cakra papanya bukannya nanya udah sehat apa belum malah godain. Mamanya juga, sama aja.
“Shea berangkat!” Cewek itu berlalu tanpa melirik papa sama mamanya, Shea bersikap dingin seperti itu karena mereka dingin sama dirinya.
“Ayo berangkat, gak boleh nolak!” Jeff membuka pintu mobilnya.
Shea emang mau nolak, tapi percuma karena ujungnya dia pasti tetap dipaksa masuk.
“Kak Theo,” lirihnya tiba-tiba di persimpangan dia lihat Theo sama motornya, pasti mau jemput.
“Hah? Apa?" seru Jeff melirik cepat, syukur deh dia gak dengar jelas.
“Cepetan gue telat!” ketus Shea.
Dan sampailah di depan gerbang sekolah, Shea yang mau turun tangannya tiba-tiba dicengkram.
“Mau apa lo? Gue bukan cewek lo, ya?” Mata Shea melotot takut karena Jeff mendekat.
“Gue mau tiap pagi kita kayak dulu lagi, kayak gini,” bisiknya yang tepat di telinga Shea.
“Ya sayang? Sampai kapan pun gue gak bakal lepasin lo!” lanjutnya masih berbisik sampai rasanya Shea merinding karena hembusan napasnya itu.
Dia tarik tengkuk Shea cepat dan akhirnya bibir mereka bersentuhan. Cukup lama meskipun Shea berontak.
Kalian jangan berpikir ini enak, ini sama sekali gak ada enaknya, karena Shea tidak menikmati.
Sekelebat bayangan Papa Cakra malah muncul di kepala Shea ketika melakukan itu sama perempuan asing, rasanya Shea makin ilfeel sama yang Jeff lakukan sekarang. Kok malah merembet dan nyambung ke sana?
Mata Shea sama sekali gak tertutup yang ada malah keluarin air.
Sial! Ini kan di depan gerbang, dan Shea lihat para murid ngeliatin dirinya dan bisik-bisik. Shea yakin dia bakal jadi bahan gosip pagi lagi ini mah.
Shea mengatur napas setelah Jeff lepasin, dia menatap benci dengan tangan bersiap nampar, sayangnya tangan Shea malah langsung digenggam erat.
“Kenapa sih lo tiap gue cium selalu nangis?” tanyanya dengan wajah tanpa dosa.
“Padahal ciuman doang juga bukan gue perawanin,” lanjutnya begitu enteng. Doang katanya?
“Tau gak sih lo! Lo nempatin gue dalam masalah lagi!” kesal Shea setengah menangis.
Jeff berdecak sinis. “Lo gak mau mereka julidin? Asal lo tau aja, mereka yang julidin lo itu semuanya juga pernah kayak lo, bahkan mungkin lebih. Mereka itu munafik.”
“Lo harus inget, sama cowok manapun lo deket dan pacaran lo itu tetep milik gue!”
“Ini karena uang itu, kan? Uang yang lo kasih ke Yesi bikin lo berani lagi seenaknya sama gue! Gue bakal ganti, gimanapun caranya gue bakal ganti.”
“Malah bahas uang itu lagi!” Jeff malah tertawa kecil lalu mengacak rambut Shea kayak gemas, sedangkan Shea sendiri makin sebal.
Cewek itu keluar dari mobil Jeff dengan perasaan kacau, menunduk tidak berani menatap siapapun. Rasanya mereka semua lagi natap dirinya jijik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hollow Bliss
Fanfiction[17+] Populer, cantik, kesepian. 🥀 Start : 10 Januari 2022 Finish : 11 Juli 2022 REPUB : Januari 2026
