“Ya ampun, Shea. Lo kenapa?” Seseorang menghampiri dan memeluk gadis yang meringkuk lemah itu.
Jeff panik banget, memindahkan tubuh Shea ke atas kasur dan menyelimutinya. Ia juga menyeka dan mengelapi darah mimisan Shea yang gak terlalu banyak itu.
“She,” panggil Jeff melihat gadis itu menatap padanya.
“Apa yang kamu rasain? Mau ke rumah sakit?” tanya Jeff kini menatap Shea lembut.
Shea menggeleng. “Gak usah, Shea cuman masuk angin,” jawabnya pelan.
Jeff tetap khawatir, ia cek suhu tubuh Shea memang gak lagi demam.
“Aku tetep mau telepon dokter biar ke sini, kamu tunggu bentar, ya?” Jeff mengelus-elus kepala Shea dan berdiri.
Jeffano itu pada seorang gadis ya seperti ini pada dasarnya, lembut dan suka memanjakan, perhatian dan baik banget, dan yang pasti sama Shea itu sayang banget. Dua aja kesalahannya dulu yaitu selingkuh berulang dan pemaksa. Memang perempuan mana yang mau diduakan? Yang pada akhirnya ya bahasanya Jeff sama Shea jadi kasar banget kalau ngobrol, ngikutin Shea yang suka marah-marah sama dia.
Shea stres berat, kecapean, banyak begadang karena gak bisa tidur, anemia dan kurangnya asupan makan ataupun minum.
“Berlebihan kamu, Jeff. Sampe panggil dokter segala, dikasih obat juga Shea langsung sembuh,” ujar Mama Airin sepeninggalnya dokter.
“Shea biar Jeff yang rawat, Tan,” jawab Jeff tidak mau membesarkan masalah apalagi menyebut yang dilakukan Airin itu salah besar.
Jeff berjalan ke arah ranjang Shea menggenggam tangan Shea yang dipasang selang infus. Memandang wajah gadis yang begitu disayanginya itu dengan penuh penyesalan.
Airin melihat perlakuan Jeff terhadap anaknya hanya tersenyum tipis, itulah mengapa dia sangat mempercayakan Shea pada laki-laki itu. Meskipun Airin tahu sendiri kelakuan Jeff yang suka selingkuh dan ia juga tidak bisa membenarkannya, tapi bagi Airin Jefflah yang terbaik untuk anaknya.
Airin menyayangi Shea? Tentu saja, ibu mana yang tidak menyayangi anaknya. Hanya saja Airin terlalu kaku untuk memperlihatkan kasih sayangnya itu, terlalu gengsi untuk memeluk Shea dan mengatakan kata sayang untuk Shea.
Ayolah, Airin bahkan masih memiliki teman yang masih lajang dan belum berkeluarga, tapi dirinya yang masih 34 tahun sudah memiliki anak gadis berusia 17 tahun.
Dirinya yang mendadak dan belum siap menjadi ibu di usia dini dulu membuatnya seperti itu, yah begitu juga dengan Cakra, yang mendadak jadi seorang ayah.
Hingga akhirnya perlakuan mereka pada anaknya tak lebih seperti pada seorang teman, tanpa memikirkan dan mempedulikan perasaan Shea sendiri.
Pagi sekali, Shea bangun dan melirik ke sampingnya Jeff sudah tidak ada. Tidak seperti dua jam sebelumnya, Jeff ada di sampingnya menemani dirinya tidur. Iya, Jeff nekat tidur seranjang dengan Shea.
“Udah bangun kamu?” Jeff masuk ke kamar dengan senyum manisnya.
Shea mencoba bangkit untuk duduk dan Jeff membantunya. Jeff merindukan moment mesra dengan Shea. Iya, dulu saat berpacaran mereka sangat manis dan akan membuat siapa saja yang melihatnya iri.
“Kenapa lo masih di sini?” tanya Shea datar.
“Ya apa lagi? Ngerawat kamu lah, bentar ya aku ambilin kamu sarapan dulu.”
“Gue gak mau makan,” tolak Shea cepat.
“Sayang, jangan gitu. Kamu harus makan biar cepat sembuh.”
“Jangan panggil gue sayang! Gue bukan pacar lo!” teriak Shea kembali menggila.
Jeff menghela napas beratnya, ia ingat ucapan dokter kalau Shea gak boleh stres. “Ya udah maaf,” ujarnya pelan. “Tapi lo harus makan, ya? Kalo nggak, gue panggil sayang lagi,” lanjutnya menampilkan smirknya.
Shea hanya mendelikan mata melihat punggung Jeff yang kini sudah berlalu untuk mengambil sarapan untuknya.
“Sekarang lo jangan sekolah, istirahat beberapa hari.” Jeff menyuapi Shea lagi untuk yang ke sekian kali, karena tangan Shea masih diinfus alasan Jeff. Beruntung Shea yang lagi sakit sampai tidak kehilangan nafsu makannya, ia makan dengan lahap.
“Jangan ngatur,” dumel gadis itu dengan mulut penuh.
“Gak ngatur,” tukas Jeff, “Emang kata dokter lo harus istirahat penuh.”
Shea hanya diam dengan wajah memberengut, Shea kan suka judes kalau berhadapan dengan Jeff.
“Tadi sok-sokan bilang gak mau makan, tapi nyatanya malah lahap banget,” ujar Jeff menatap mangkuk buburnya yang bersih sambil geleng kepala, pasalnya tadi dia masukinnya banyak banget.
Shea masih aja mempoutkan bibirnya setelah meminum obat yang diberikan Jeff.
“Siniin hape lo, lo jangan maksain sekolah hari ini.” Dengan seenaknya Jeff mengambil HP Shea yang tengah dimainkan sama Shea sendiri, begitulah Jeff.
“Siapa ketua kelas lo?” tanya Jeff yang langsung melihat barisan chat karena memang Shea lagi ngetik buat Lia pas Jeff merampas hp itu.
Busyet, banyak banget cowok yang ngechat.
“Jangan ih!” kesal Shea, bibirnya makin manyun.
“Siapa ketua kelas lo?” tanya Jeff lagi masih sama.
“Arjun,” jawab Shea pada akhirnya meski berlipat judesnya.
Mendengar nama Arjun, Jeff langsung terdiam. Ia ingat kalau Arjun itu orang yang pernah ia labrak gara-gara pacarin Shea. Ngomong yang nggak-nggak ke Arjun seolah-olah hati Shea itu cuma buat dia.
Namun, detik berikutnya sudut bibir Jeff terangkat, ia tersenyum licik. Memang sudah seharusnya seperti itu, pikirnya.
“Hallo, Bro. Cewek gue gak bisa masuk sekolah, dia lagi dirawat.”
“Kecapean sama dehidrasi.”
“Dirawat di dirumah elaaahh.”
“Surat? Males amat. Lo aja yang bikin.”
Shea tidak bisa mendengar suara Arjun tapi ia cukup mengerti dengan balasan-balasan Jeff berikutnya.
“Kak, uang lo nanti gue ganti,” ujar Shea setelah beberapa lama saling diam.
“Uang apaan?” tanya Jeff sok gak mengerti.
“Padahal gue seneng mau dipenjara, tapi lo seenaknya malah nyogok orang tua Yesi pake duit segitu gedenya,” gerutu gadis itu mempoutkan bibirnya, Jeff itu seneng banget hancurin tujuan Shea.
Jeff tertawa. “Aneh lo malah seneng mau dipenjara, lo mau punya catatan kriminal emang? Ngaco lo.”
“Pokoknya gue bakal ganti, karena gue tau lo pasti manfaatin uang itu buat seenaknya sama gue, kan?” tuduh Shea yang lagi-lagi membuat Jeff tertawa.
“Seenaknya gimana maksud lo? Gue serius, gue gak bakalan jadiin itu hutang lo, lo kan gak minta atau minjem sama gue, gue lakuin itu karena sayang sama lo, gue gak mau liat lo di penjara!” pungkas Jeff dengan begitu tajam, Jeff memang setulus itu melakukan itu untuk seorang Shea.
Apa lagi kayak gitu, hutang Shea jadi berlipat-lipat sama dia. Shea hanya bisa membatin dalam hati, setulus apapun Jeff di mata Shea pasti karena ada maunya.
Shea memejamkan matanya kuat, dia gak mau punya hutang budi atau hutang apa pun sama Jeff. Karena dia tau, itu sama aja menyerahkan diri sama laki-laki itu.
tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Hollow Bliss
Fanfiction[17+] Populer, cantik, kesepian. 🥀 Start : 10 Januari 2022 Finish : 11 Juli 2022 REPUB : Januari 2026
